Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir QS. Az-Zumar [6]: Tiga Tahap Pekembangan Bayi dalam Rahim

Sumber: babyologist.com

Al-Qur’an merupakan firman Allah yang diturunkan kepada manusia sebagai penuntun dan petunjuk dalam kehidupan. Ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan pada abad ke 7 Masehi, sangat sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia. Padahal pada masa saat al-Qur’an itu diturunkan ilmu pengetahuan belum berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan kebenaran yang nyata dari Allah dan terjamin keotensititasnya. Salah satu fakta ilmiah yang ditemukan ialah terkait tiga tahap perkembangan bayi dalam rahim ibu. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Az-zumar ayat 6:

خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْأَنْعَٰمِ ثَمَٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِى بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِى ظُلُمَٰتٍ ثَلَٰثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ ٱلْمُلْكُ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

Artinya: Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? (QS. Az-Zumar: 6)

Tafsir Ayat

Dalam tafsir Al-Misbah Quraish Shihab menjelaskan, Ayat di atas menyatakan bahwa: Dia menciptakan kamu dari satu nafs yakni Adam as. Kemudian Dia jadikan darinya yakni nafs itu pasangannya yakni istrinya Hawwa dan Dia menurunkan untuk kamu delapan macam yang berpasangan dari binatang ternak yaitu unta, sapi, domba dan kambing. Dia menjadikan kamu dalam perut yakni rahim ibu kamu kejadian demi kejadian yang sangat mengagumkan yakni tahap demi tahap dalam tiga kegelapan. Kegelapan perut, rahim dan plasenta.

Baca Juga  Mentadaburi I'jaz Al-Qur'an dalam Ilmu Biologi

Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan Pemelihara dan Pembimbing kamu. Milik- Nya sendiri semua kerajaan, kepemilikan yang sempurna dan menyeluruh. Dia juga satu-satunya Tuhan, tidak ada Tuhan Penguasa dan Pengendali alam raya dan yang berhak disembah selain Dia; maka bagaimana kamu wahai yang mempersekutukan-Nya dapat dipalingkan oleh satu dan lain hal? Sikap kamu itu sungguh merupakan sesuatu yang tidak masuk akal!.

Pendapat ulama berbeda-beda tentang makna firman-Nya: يخلقكم في بطون أمهاتكم خلقا من بعد خلق في ظلمات ثلاث Dia menjadikan kamu dalam perut ibu kamu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.

***

Tim penyusun Tafsir al-Muntakhab yang terdiri dari sejumlah pakar Mesir, mengomentari penggalan ayat ini lebih kurang sebagai berikut: “Ovum berada pada salah satu indung telur wanita. Ketika mencapai puncak kematangannya, ovum akan keluar dari dalam indung telur untuk kemudian ditangkap oleh salah satu tabung valub. Di dalam saluran valub itu, ovum kemudian berjalan menuju rahim dan baru akan sampai ke rahim setelah beberapa hari. Pada masa berjalan menuju rahim itulah, ovum dapat dibuahi oleh sperm janin di dalam rahim, di mana janin dilapisi oleh dua pembalut, charlo.. turun membantu membentuk plasenta, dan awnion yang langsung melapisi janin.”

Selanjutnya Tim Penyusun Tafsir al-Muntakhab mengemukakan bahwa: Mengenai penafsiran “tiga fase kegelapan” dalam ayat ini, memang terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ahli. Di antaranya, bahwa yang dimaksud dengan tiga fase kegelapan itu, adalah: a) Perut, rahim dan plasenta atau selaput pembalut janin pada umumnya, b) Perut, charlon dan awnion, c) Perut, punggung dan rahim, d) Indung telur, saluran valub dan rahim.

Baca Juga  Historis Penciptaan Manusia dalam Al-Qur’an dan Sains Modern

Mereka pada akhirnya berkesimpulan bahwa: “Tampaknya, pendapat terakhirlah yang paling kuat karena merupakan tiga masa yang terpisah dan berbeda- beda tempatnya. Sedangkan pendapat yang lain pada kenyataannya hanya menunjukkan satu fase gelap pada satu tempat dengan beberapa tingkatan. Allah sang Pencipta, telah mengisyaratkan fakta ilmiah ini di dalam kitab suci-Nya pada saat orang belum menemukan ovum pada binatang mamalia, serta perjalanannya di dalam tubuh wanita yang jauh dari penglihatan mata. (Qurais Shihab, Tafsir Al-Misbah, Volume 12)

Manusia Diciptakan Selama Tiga Tahap

Dalam ayat ini dapat kita pahami bahwa seorang manusia diciptakan di dalam perut ibunya dalam 3 tahapan/kegelapan. Terkait hal ini ilmu Biologi modern telah mengungkapkan bahwa pembentukan embrio pada bayi dalam perut ibu terjadi dalam 3 tahapan yang berbeda. Dikutip dari buku William P yang berjudul Basic Human Embryologi, fakta ini diuraikan. Bahwa  kehidupan dalam rahim itu memiliki tiga fase yaitu:

  1. Tahap Pre-embrionik (dua setengah minggu pertama)

Pada fase pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.

2. Tahap Embrionik (sampai akhir minggu kedelapan)

Kemudian pada tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah minggu. Pada masa ini bayi disebut sebagai “embrio”. Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel tersebut.

3. Tahap Fetus (dari minggu kedelapan sampai kelahiran)

Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai “fetus”. Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah terlihat. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 minggu, dan perkembangan berlanjut hingga minggu kelahiran. (Williams P., Basic Human Embryology, 1984.)

Baca Juga  Ayat Penciptaan Tumbuhan Perspektif Tafsir al-Sya’rawi

***

Informasi mengenai perkembangan bayi yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah melakukan serangkaian penelitian dengan menggunakan perlatan modern yang canggih. Namun sebagaimana fakta-fakta  ilmiah lainnya, informasi terkait fakta-fakta ilmiah ini telah disampaikan dalam ayat-ayat Al Qur’an dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sangat rinci dan akurat itu telah diungkapkan dalam Al Qur’an pada saat manusia memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran. Dan ini merupakan bukti nyata bahwa Al- Qur’an bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah SWT.

Penyunting: An-Najmi