Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kehidupan manusia tidak akan luput dari sebuah persoalan atau masalah, misalnya masalah pekerjaan, keluarga, dan berbagai masalah lainnya yang dapat memengaruhi kondisi mental seseorang. Oleh karenanya, manusia membutuhkan suatu kekuatan yang mampu mendorongnya untuk tetap kuat dalam menjalani kehidupan ini. Salah satunya adalah harapan. Psikologi modern menjelaskan bahwa harapan adalah hasil dari proses mental dan motivasi seorang individu. Di lain ...

Manusia modern, dengan segala kemewahan yang dimilikinya, dirundung banyak kebingungan, salah satunya fenomena post-truth (paska-kebenaran). Pada era post-truth manusia senantiasa dihadapkan pada berbagai kebenaran yang seolah-olah tampak benar, tetapi sejatinya rapuh, dangkal dan manipulatif. Teori kebenaran yang menghendaki objektifitas menghadapi tantangan paling serius di masa sekarang. Batasan antara fakta dan hoaks menjadi demikian kabur. Sebab kebenaran sering kali tidak lagi disadarkan pada ...

Kisah-kisah dalam Al-Qur’an bukan sekadar cerita sastra, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan dakwah dan menegaskan kebenaran ajaran Islam, karena Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman hidup.[1] Al-Qur’an banyak memuat kisah tentang peristiwa masa lalu yang memiliki daya tarik tersendiri dan bertujuan untuk membentuk serta mendidik kepribadian manusia. Kisah-kisah para nabi dan rasul di dalamnya menjadi pelajaran berharga, sekaligus berfungsi untuk meneguhkan kebenaran ...

Sebelumnya, saya pernah menulis perihal maqāṣid (tujuan-tujuan primer/primary goals/main values) Surat al-Fātiḥah dan al-Ikhlāṣ sebagai simpul epistemik keserasian struktur dan tujuan Al-Qur’an, yang telah terbit di tafsiralquran.id dengan judul “al-Fātiḥah dan al-Ikhlāṣ Bukti Keserasian Struktur dan Tujuan Al-Qur’an”.[1] Di akhir tulisan itu, telah saya singgung bahwa Surat al-Falaq dan al-Nās juga berkaitan erat dengan tauhid sebagai maqāṣid Surat al-Ikhlāṣ. Dan ...

Al-Qur’an memiliki cara yang khas dalam berbicara tentang manusia dan hubungannya. Ia tidak selalu menggunakan bahasa hukum, apalagi bahasa kekuasaan. Dalam banyak hal yang paling intim, termasuk hubungan antara laki-laki dan perempuan, Al-Qur’an justru memilih metafora yang lembut, puitis, dan sarat makna. Salah satu metafora yang paling kuat adalah ketika pasangan suami istri terefleksikan sebagai pakaian satu sama lain: “Mereka ...

Para pengkaji Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tentu tidak asing lagi dengan istilah “israiliat.” Israiliat sendiri memliki arti kisah atau cerita yang diriwayatkan dari peradaban atau kitab kaum Yahudi atau Nasrani.[1] Pada kesempatan kali ini, penulis akan menguraikan kajian yang tidak kalah urgennya, namun masih terlupakan oleh para peminat kajian tafsir. Yakni, pertama, seperti apakah ciri-ciri riwayat israiliat itu? Kedua, apa ...

Manusia modern cenderung memersepsikan ujian sebagai anomali kehidupan. Bagi mereka, ujian adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi atau minimal harus dihindari. Dalam budaya yang menyanjung kenyamanan, kecepatan, dan kepastian, penderitaan sering kali dipersepsikan sebagai sebuah kegagalan sistem, baik sistem sosial, psikologis, maupun spiritual. Namun, Al-Qur’an sejak awal justru meletakkan ujian sebagai bagian inheren dari eksistensi manusia. QS. Al-Insan:2 menegaskan hal ...

Tafsir Nusantara dan Perannya Nusantara merupakan sebuah kata dalam KBBI yang berarti sebuah nama bagi seluruh wilayah di Indonesia dan sering digunakan sebagai sebuah tema dalam kajian. Dalam diskursus tafsir, perkembangan tafsir di wilayah ini bermula dari abad ke-17 M dan berkembang pesat pada abad ke-20 M. Pada abad ke-17 M, literatur tafsir Nusantara masih langka dan aksesnya terbatas. Lain ...

Manusia adalah makhluk paling sempurna karena memiliki kemampuan berpikir yang memungkinkannya membedakan baik dan buruk sesuai petunjuk Tuhan, serta otak yang kompleks untuk mengatur emosi, perilaku, dan fungsi tubuh. Berkaitan dengan hal ini, Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan yang memiliki kebenaran mutlak, tidak hanya membahas aspek ibadah dan muamalah, tetapi juga memuat wawasan ilmiah berupa fakta-fakta sains. Petunjuk ilmiah tersebut ...

Pembahasan kisas dalam wacana keislaman kerap disederhanakan dengan narasi “nyawa dibalas nyawa”. Frasa “al-ḥurru bil-ḥurri wal-‘abdu bil-‘abdi” (Al-Baqarah:178) sering dijadikan representasi keadilan dalam Islam. Seolah hukuman yang setimpal menjadi tolok ukur keadilan. Padahal, ayat tersebut tidak berhenti pada pembalasan yang setara. Pemahaman nyawa dibalas nyawa tidak sepenuhnya keliru, apabila dilihat dari kacamata historis. Pada saat itu, perang bukanlah insiden, tetapi ...