Causa Prima Aristoteles: Tuhan sebagai Simpul Rantai Kausalitas Dalam metafisika Aristoteles, Tuhan berfungsi sebagai unmoved mover—penggerak yang tidak bergerak, yang menjadi asal mula segala gerakan di alam semesta. Konsep ini kemudian diadopsi dan dikembangkan oleh para filosof Muslim Peripatetik, seperti Ibn Sina[1] dan al-Farabi,[2] yang menjadikan Tuhan sebagai “Sebab Pertama” (al-‘illah al-ūlā) dalam rantai kausalitas hierarkis. Dalam kerangka ini, hubungan ...
Media sosial menghadirkan kemudahan dalam memperoleh informasi, meski pada saat yang sama juga membuka ruang bagi penyebaran disinformasi. Salah satu ancaman yang kini semakin nyata ialah deepfake—teknologi berbasis artificial intelligence (AI) yang mampu merekayasa wajah, suara, dan gerak seseorang sehingga tampak seperti asli. Dalam waktu singkat, video hasil manipulasi dapat menjangkau jutaan pengguna dan memengaruhi cara masyarakat memahami suatu peristiwa.[1] ...
Sebelumnya, saya pernah menulis perihal maqāṣid (tujuan-tujuan primer/primary goals/main values) Surat al-Fātiḥah dan al-Ikhlāṣ sebagai simpul epistemik keserasian struktur dan tujuan Al-Qur’an, yang telah terbit di tafsiralquran.id dengan judul “al-Fātiḥah dan al-Ikhlāṣ Bukti Keserasian Struktur dan Tujuan Al-Qur’an”.[1] Di akhir tulisan itu, telah saya singgung bahwa Surat al-Falaq dan al-Nās juga berkaitan erat dengan tauhid sebagai maqāṣid Surat al-Ikhlāṣ. Dan ...
Rasa Takut pada Perkara Duniawi dan Ukhrawi Rasa takut pada dasarnya lahir dari tingkat pengetahuan seseorang terhadap sesuatu. Dalam kehidupan sehari-hari, orang yang tidak memahami kelistrikan akan merasa ngeri ketika memegang kabel listrik. Begitu pula dengan orang yang tidak memahami gas akan panik saat terjadi kebocoran. Sebaliknya, seorang tukang listrik atau petugas pemadam kebakaran mampu bersikap tenang karena mereka mengetahui ...
Apa jadinya jika sebuah kitab tafsir–yang seharusnya menjadi jembatan memahami Al-Qur’an–melarang pembacanya menggunakan rakyu (pendapat pribadi), tetapi kemudian menuntut untuk menerima penafsiran yang secara metodologi terlihat seperti pendapat pribadi yang dipaksakan? Inilah paradoks yang kita temukan dalam Kitab al-Safi fi Tafsir al-Qur’an. Sebuah kitab tafsir karya monumental Mulla Muhsin Fayd Al-Kashani (w. 1091 H/1680 M). Salah satu tafsir terkemuka dari ...
Perdebatan mengenai otoritas dalam Islam sejak lama menjadi salah satu titik perbedaan antara Sunni dan Syiah. Salah satu ayat yang sering menjadi pusat diskusi adalah QS. Al-Nisa’:59 tentang ulil amri, yakni pihak yang wajib ditaati setelah Allah dan Rasul.[1] Meski ayatnya sama, makna yang diberikan oleh para mufasir dari kedua golongan islam ini bisa sangat berbeda. Pasalnya, masing-masing dari keduanya ...
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar pepatah bahwa “manusia adalah tempatnya salah dan lupa.” ‘Tak ada manusia yang sempurna’, begitu kata banyak orang. Namun, dalam Islam, ada tokoh-tokoh yang diyakini terjaga dari dosa dan kesalahan, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Konsep inilah yang dikenal dengan istilah ishmah. Konsep Ishmah Ishmah secara etimologi memiliki makna al-man’u (cegahan) atau al-hifdzu (penjagaan). Sedangkan ...
Dalam Al-Qur’an, lafal al-ghayz beserta derivasinya berjumlah sebanyak 11 kali pada 8 surat, 8 lafal dalam berbagai bentuknya terdapat dalam surat-surat madaniyah dan 3 kata lainya beserta bentuknya berada dalam surat-surat makkiyah.[1] Lafal al-ghayz terdapat pada QS. Ali Imran: 134 الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ Artinya: (yaitu) orang yang berinfak, baik di ...
Di dunia Islam, narasi ketertinggalan acapkali menjadi topik yang tak hentinya didengungkan. Tingginya kekerasan dan konflik, lemahnya kesadaran iptek, meningkatnya otoritarianisme, keterbelakangan sosioekonomi, dekadensi moral, krisis ekologi, dan berbagai fakta sosial lainnya meninggalkan pertanyaan besar bagi umat Islam: apakah Islam kompatibel dengan laju perkembangan zaman? Berbagai ikhtiar telah dirumuskan dalam menjawab persoalan krusial tersebut, mulai dari analisis eksternal, seperti dampak ...
Pendahuluan Al-Qur’an, sebagai petunjuk hidup bagi umat Islam, tidak hanya mengandung dimensi teologis dan ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi sumber nilai-nilai etis yang membentuk fondasi kehidupan sosial, budaya, dan keluarga. Di tengah arus modernisasi yang terus menggempur stabilitas nilai dan tatanan moral masyarakat, semakin tampak urgensi untuk menafsirkan ulang pesan-pesan Qur’ani secara kontekstual dan aplikatif. Keluarga, sebagai unit sosial ...
































Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.