Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menangkal Serangan Setan dari Segala Arah, Begini Caranya!

serangan setan
Sumber: https://langit7.id/

QS. al-A’raf 17 menyatakan bahwa serangan setan memikat manusia untuk mengikuti jalan yang keliru dan menjauh dari kebenaran. Setan memakai segala macam strategi untuk memengaruhi manusia; seperti memberikan iming-iming kebahagiaan atau kepuasan instan; menyesatkan pikiran manusia dengan berbagai macam pemikiran yang salah; dan juga memunculkan rasa sombong dalam diri manusia.

ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ ١٧

Artinya: “Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (Terjemahan Kemenag 2019)

Penafsiran ayat ini memiliki kaitan dengan konsep “godaan setan” dalam Islam. Hal ini merujuk pada pengaruh negatif dari setan yang bisa mempengaruhi manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Serangan setan melalui segala arah bisa bermacam-macam bentuknya; seperti godaan untuk berbuat dosa, godaan untuk tidak melakukan kewajiban, godaan untuk melakukan perbuatan yang sia-sia, dan sebagainya. Setan akan memanfaatkan kelemahan manusia untuk memperdaya dan mempengaruhi mereka.

Serangan Setan dalam Penafsiran

Dalam kitab-kitab tafsir terkenal, seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir al-Qurtubi, Tafsir al-Tabari, dijelaskan beberapa cara untuk menangkal godaan setan. Pertama, dengan membaca Al-Qur’an, karena Al-Qur’an adalah sumber kebenaran dan petunjuk bagi umat manusia. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan banyak sekali nasehat dan peringatan tentang bahaya godaan setan.

Kedua, dengan selalu berzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Allah SWT berjanji akan mempermudah segala urusan bagi hamba-Nya yang senantiasa berdoa dan berzikir kepada-Nya. Dalam hal ini, dzikir dan doa bisa membantu manusia untuk memperkuat iman, meningkatkan kesadaran, dan menjaga diri dari serangan setan. Zikir dan doa terbaik adalah dengan melakukan salat dengan baik.

Baca Juga  Konsep Berpoligami dalam Islam

Ketiga, dengan mengetahui dan menghindari segala macam godaan yang dapat mengganggu ketaatan kepada Allah SWT. Manusia harus bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Serta menghindari segala macam perilaku yang bertentangan dengan agama dan moralitas. Kesadaran dan pengetahuan yang baik akan membantu manusia untuk menolak godaan setan.

Keempat, dengan menghindari bergaul dengan orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau memiliki perilaku yang buruk. Orang yang memiliki perilaku buruk cenderung mempengaruhi orang lain untuk mengikuti perilaku mereka yang buruk pula. Oleh karena itu, bergaul dengan orang yang baik dan memiliki akhlak mulia sangat penting untuk menangkal godaan setan.

Hikmah dari ayat ini adalah bahwa manusia harus selalu waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh serangan setan. Nasihat ini menunjukkan penangkal terbaik yaitu dengan menjalin relasi vertikal. Relasi bawah ke atas, dari manusia kepada Allah. Ini adalah trik penangkal terbaik. Karena dalam ayat setan hanya menyerang depan-belakang, kiri-kanan. Artinya hubungan atas-bawah, berdoa dan bersujud menjadi celah untuk menguatkan diri dari serangan setan yang besar.

Kontekstualisasi Ayat

Dalam konteks kehidupan modern, godaan setan bisa muncul dalam berbagai bentuk, seperti kecanduan internet, narkoba, seks, dan lain-lain. Oleh karena itu, penting bagi manusia untuk senantiasa waspada dan menjaga diri dari godaan-godaan tersebut.

Selain itu, ayat ini juga mengingatkan bahwa setan adalah musuh yang sejati bagi manusia. Dan manusia harus selalu berada di sisi Allah SWT dan melawan segala bentuk godaan setan. Allah SWT memberikan petunjuk dan nasehat kepada manusia; agar selalu berpegang teguh pada kebenaran dan kebaikan, dan menjauhi segala bentuk dosa dan kesesatan.

Dengan demikian, penafsiran ayat ini mengajarkan bahwa manusia harus senantiasa berusaha untuk meningkatkan; kesadaran, pengetahuan, dan keimanan, serta selalu berpegang teguh pada petunjuk Allah SWT untuk menangkal godaan setan. Manusia harus selalu ingat bahwa setan adalah musuh yang sejati, dan mereka harus melawan setan dengan senjata-senjata iman dan kebaikan. Dalam hal ini, Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW menjadi sumber utama petunjuk bagi manusia; untuk menangkal godaan setan dan menjalani kehidupan yang benar dan bermakna.

Baca Juga  Strategi Dakwah Komunikatif, Santun dan Rasional Ala Nabi Ibrahim