Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

4 Ibrah Kisah Nabi Yunus dalam Al-Qur’an

Nabi Yunus
Sumber: https://www.dream.co.id/

Salah satu kisah yang menarik untuk dikaji adalah Kisah Nabi Yunus, kisahnya diterangkan dalam Al-Qur’an dan uniknya Nabi Yunus pernah ditelan oleh ikan besar, yang menjadi sebuah peristiwa yang sangat menakjubkan pada masanya.

Namanya adalah Yunus bin Matta, beliau mempunyai kunyah Dzu al-Nun. Julukan ini diberikan karena beliau ditelan oleh Nun (ikan paus). Beliau hidup sekitar abad ke-8 setelah Masehi, tepatnya setelah masa Nabi Ilyasa. Beliau berasal dari Palestina atau negeri Syam. Ia merupakan nabi yang diutus oleh Allah untuk mengajak penduduk Ninawa agar beriman.

Nabi Yunus Meninggalkan Kaumnya

Kemudian Nabi Yunus mendapatkan perintah untuk berdakwah kepada penduduk Ninawa, setelahnya beliau melakukan perjalanan Panjang dari Syam ke Mosul, Irak. Sesampainya, Yunus mendapati para penduduknya tenggelam dalam kekafiran.

Sebagai pendatang, Ia dianggap orang asing oleh penduduk setempat. Ketika beliau mengajak kaum Ninawa untuk menyembah Allah, mereka malah mengolok-olok. Dakwahnya pun tak pernah dianggap, bahkan mereka merasa beliau melakukan penghinaan terhadap berhala dan agama nenek moyang.

Hingga sampai 33 tahun Nabi Yunus berdakwah, hanya dua orang penduduk Ninawa yang mendengarkan dakwah beliau. Nama mereka adalah Tanuh dan Rubil. Suatu hari, habis kesabaran beliau menghadapi kaumnya yang keras kepala. Beliau pun meninggalkan kaumnya. Namun sebelum pergi, beliau memperingatkan bahwa azab Allah akan datang. Kemudian pergilah Nabi dalam keadaan sedih, kecewa, dan marah.

Nabi Yunus Ditelan Ikan Paus

Setelah itu, beliau menuju dermaga untuk menumpang kapal. Saat itu, cuaca cerah sehingga nahkoda mengizinkan beliau naik meski kelebihan muatan. Sampai di tengah, cuaca tiba-tiba memburuk. Ada gelombang besar serta badai, beliau pun mengajak seluruh penumpang berzikir kepada Allah.

Baca Juga  Isyarat Al-Quran tentang Tanggung Jawab Sosial Sebagai Ciri Takwa

Sang nahkoda memerintahkan seluruh penumpang untuk membuang barang bawaan mereka. Harapannya, dengan berkurangnya beban kapal bisa kembali stabil, tapi tidak berhasil. Akhirnya sang nahkoda harus membuat keputusan pahit yakni mengurangi jumlah penumpang kapal. Agar adil, penentuannya diundi.

Pengundian pertama nama Yunus yang keluar. Sontak seluruh penumpang menolak hasilnya sehingga diulang lagi, tapi tetap saja nama Yunus. Meski para penumpang keberatan, beliau menerima hasil tersebut dengan ikhlas.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Surah As-Saffat ayat 141:

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ

 “kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian)”. 

Beliau pun menceburkan dirinya ke laut setelah menyebut asma Allah. Dalam beberapa riwayat dikisahkan setelah Nabi Yunus terjun, cuaca kembali cerah dan lautan kembali tenang. Di lautan, Nabi Yunus terombang-ambing. Kemudian Allah memerintahkan seekor ikan paus untuk mendekat dan menelan beliau tanpa meremukkan tulang dan dagingnya.

***

Di dalam perut ikan yang gelap, Nabi Yunus sempat mengira dirinya meninggal. Allah pun mewahyukan bahwa beliau ada di dalam perut ikan. Nabi Yunus pun bersujud. Beliau pun sadar bahwa keputusannya meninggalkan kaumnya adalah hal yang tidak benar. Karena itu Allah menghukumnya dengan memenjarakan dalam perut ikan.

Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Surah As-Saffat ayat 142:

فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

Artinya: “Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela”.

Sebutan “tercela‟ pada ayat tersebut menandakan bahwa Allah tidak berkenan pada keputusan Nabi Yunus yang meninggalkan kaumnya. Allah juga menegaskan kekecewaan-Nya pada beliau dalam Surah Al-Anbiya‟ ayat 87:

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ

Baca Juga  Tafsir Psikologi: Ibadah Sebagai Psikoterapi Kesehatan Mental

Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya.”

Sadar akan kesalahan beliau, Nabi Yunus pun lantas berdoa sebagaimana yang Allah kisahkan dalam lanjutan Surah Al-Anbiya ayat 87:

فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ

 Artinya: “… maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim”.

***

Allah memperkenankan doa beliau. Maka dari itu, Allah memerintahkan ikan paus untuk memuntahkan beliau sehingga terdampar di daratan yang tandus. Tubuhnya pun dalam keadaan lemah dan sakit karena kekurangan nutrisi. Karenanya, Allah menyembuhkan dengan menumbuhkan tanaman yaqthinah (sejenis labu) dan meminta Nabi Yunus memakannya. Hal ini dikisahkan Allah dalam Surah As-Saffat ayat 145-146:

فَنَبَذْنَٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌ (١٤٥) وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ (١٤٦)

Artinya: “Kemudian Kami lemparkan ke daerah yang tandus, dalam keadaan sakit. Kemudian untuknya kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu”.

Adapun mengenai berapa lama beliau berada dalam perut ikan, Para ulama berselisih pendapat. Menurut Qatadah, tiga hari. Menurut Abu Ja’far, tujuh hari, sedangkan menurut Abu Malik, empat puluh hari. Mujahid berkata dari asy-Sya’bi, Ia ditelan di waktu duha dan dimuntahkan di waktu sore.

Tobatnya Kaum Ninawa

Seperginya Nabi Yunus, azab Allah benar-benar datang. Gempa besar Allah timpakan kepada mereka. Penduduk Ninawa pun sadar, peringatan yang disampaikan Nabi Yunus benar-benar terjadi. Karena itulah mereka bertobat dan menyebut nama Allah untuk memohon perlindungan.

Pertobatan yang dilakukan kaum Ninawa ini serius. Seluruh penduduknya khusyuk menyebut asma Allah. Melihat kejujuran pertaubatan mereka, Allah menerima dan menghentikan azab-Nya. Peristiwa tersebut diceritakan dalam Surah Yunus ayat 98:

Baca Juga  Kisah Dzulqarnain Sang Penguasa Barat dan Timur dalam QS. Al-Kahfi

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ اٰمَنَتْ فَنَفَعَهَآ اِيْمَانُهَآ اِلَّا قَوْمَ يُوْنُسَۗ لَمَّآ اٰمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ

 Artinya: “Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri pun yang beriman lalu imannya itu bermanfaat selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus) beriman, kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu”.

Allah menuntun Nabi Yunus untuk kembali kepada kaumnya. Mereka pun menyambut Yunus dengan sukacita. Allah pun memberikan keberkahan dan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.

Ibrah Kisah Nabi Yunus

Dari kisah Nabi Yunus di atas, pelajaran yang bisa kita ambil sebagai berikut:

  1. Sabar dalam menyeru kepada kebaikan
  2. Memperbanyak zikir kepada Allah
  3. Berserah diri dan memohon ampunan kepada Allah
  4. Tidak mengambil keputusan saat sedang emosi

Kesimpulan

Nabi yunus diutus untuk mengubah kaum Ninawa yang awalnya kafir. Hal ini tidaklah mudah hingga beliau menyerah dan meninggalkannya, kemudian beliau naik kapal dan tenggelam serta ditelan oleh ikan paus. Tapi pada akhirnya, seluruh kaum ninawa beragama islam dikarenakan Allah menurunkan azab kepada mereka sebagai bentuk peringatan bahwa janji Allah dan Nabi-Nya itu tidak main-main.

Demikianlah kisah Nabi Yunus dan ibrah nya. Semoga kita dapat meneladani Nabi Yunus sehingga dapat masuk dalam golongan hamba Allah yang saleh dan disayangi-Nya. Aamiin.