Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kontribusi Ilmu Matematika dalam Sejarah Islam

Sumber: istockphoto.com

Istilah matematika yang terlintas dalam benak pemikiran sebagian besar orang adalah serangkaian bilangan dan perhitungan yang rumit ataupun sistem persamaan yang sulit untuk ditemukan penyelesaiannya. Persepsi seperti ini yang menjadikan seseorang sulit mempelajari suatu hal, padahal sesuatu itu mudah untuk dipelajari dan mampu untuk dikuasai. Matematika disebut sebagai ilmu yang universal karena memiliki kontribusi dalam membantu mempelajari ilmu-ilmu lain, juga merupakan ilmu aplikatif yang banyak diterapkan dalam berbagai bidang.

Pentingnya mempelajari matematika yang memiliki kaitannya dengan banyak bidang, mendorong seseorang untuk meghilangkan berbagai persepsi tidak bagus tentenag matematika. Dengan mengetahui perkembangan peradaban matematika akan memeberikan kemugkinan menghilangkan persepsi tidak bagus tersebut, sehingga memberikan dorongan semangat untuk belajar matematika.

Sejarah Perkembangan Matematika

Lahir dan berkembangnya matematika karena adanya kebutuhan keinginan untuk mensistematisasikan pengalaman hidup, menata dan membuatnya mudah untuk dimengerti, juga untuk mengendalikan peristiwa yang akan datang. Matematika berasal dari bahasa latin yaitu mathematica, yang mengambil dari istilah Yunani yaitu Mathematike yang berarti relating to learning. Dalam bahasa Yunani kata tersebut mempunyai akar kata Mathema yang memiliki arti pembelajaran, ilmu atau pengetahuan (knowledge) dalam ruang lingkup menyempit, dalam artian teknisnya menjadi pengkajian matematika.

Matematika memiliki peradaban yang sama tuanya dengan manusia. Sekitar 3500 SM matematika mulai berkembang pada peradaban Mesir Kuno dan daerah sekitarnya seperti Babylonia dan Mesopotamia. Matematika telah diterapkan dalam perdagangan, pertanian, bangunan dan sebagai usaha dalam mengontrol bencana alam. Pada saat itu bangsa Mesir Kuno telah mempunyai simbol yang melambangkan angka angka. Perkembangan matematika di babylonia dibuktikan dengan adanya 400 lempengan tanah liat yang berisi tulisan mengenai topic pecahan aljabar, invers, perkalian, dan bilangan prima, sedangkan di Mesir terdapat lembaran rhind berupa intruksi bagi pelajar aritmatika dan geometri.

Baca Juga  Kontroversi Kodifikasi Al-Quran: Dari Usman Hingga Kairo 1924

Perkembangan matematika selanjutnya yaitu tradisi ilmiah yang diwariskan dari peradaban Yunani Kuno. Matematika Yunani ditulis dalam bahasa Yunani pada tahun 600SM- 300SM. Sejak abad keenam sebelum masehi untuk mewakili angka dalam sistem sandi orang Yunani mengunakan alphabet mereka sendiri. Bangsa Yunani Kuno menciptakan suatu bentuk penyempurnaan teori matematis dalam  mengkaji bilangan bulat, geometri rasio, dan pengukuran geometris. 

Matematika Vendanta, dimulai di India sejak zaman Besi, Kira-kira pada abad ke 9 SM. Dapat dilihat berupa tulisan geometri yang mengunakan bilangan irasional, bilangan prima, akar kubik, mengembangkan tripel Pythagoras secara aljabar.

***

Puncak perkembangan matematika berada di bangsa Arab yaitu pada abad ke 9 sampai 13 M. Pada abad ini semua ilmu pengetahuan dari Yunani dan negeri lainnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, sehingga Arab menjadi pustaka ilmu pengetahuan. Bangsa Arab ikut serta memiliki andil kontribusi dalam beberapa penemuan.

Perkembangan matematika juga terjadi dalam dunia Islam, yang dikenal dari beberapa karya bidang matematika dari Baghdad dan Alexandria. Alexandria wilayah yang dikuasai Islam dikenal sebagai wilayah pusat perkembangan matematika, sedangkan Baghdad saat itu sebagai pusat pemerintahan Abbasiyah di bawah pimpinan al-Mnsur, al-Rasyid, dan al-Ma’mun kemudian menjadi pusat ilmu pengetahuan. Dalam Islam matematika telah ada sejak Al-Qur’an diturunkan. Diantaranya pada QS. Al Ghashiyah: 17-21

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ  وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan kepada gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Kemudian bumi bagaimana ia dihamparkan?

Pada ayat QS. Al Ghashiyah: 17-2, jika melakukan pengamatan terhadap langit dan benda benda langit seperti matahari dan bulan. Maka seseorang akan dapat menentukan dan mengetahui waktu sholat, arah kiblat, waktu imsyak, dan waktu diperbolehkannya berbuka puasa.

Baca Juga  Konsep Bilangan dalam QS. Al-Kahfi Ayat 25

Pada era modern, semakin terlihat jelas bahwa matematika memilki banyak kaitannya dengan bidang keilmuan lain seperti Mathematical astronomy, Mathematical grograph, Mathematical physics, dan masih banyak lagi.

Tokoh-tokoh matematika dan kontribusinya dalam Matematika

Sangat banyak sekali tokoh tokoh matematika dan kontribusinya dalam bidang mtematika baik dari Barat maupun Timur. Dalam artikel ini penulis akan mengenalkan beberapa tokoh matematika yaitu:

  • Pythagoras

Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang lahir di pulau Samos, daerah Ionia, Yunani Selatan sekitar tahun 580 SM. Beliau dikenal sebagai The Father of Number (Bapak Bilangan). Meninggal pada tahun 475 SM di Delos. karya pemikiran Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras yang mengatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya).

  • Euclid

Euclid merupakan seorang filosof dan matematikawan berkebangsaan Yunani yang lahir di Alexandria. Beliau dijuluki sebagai Bapak Geometri. Di antara karyanya dalam bidang matematika dan ilmu ukur adalah “The Elements” yang banyak berisi tentang geometri. Selain itu, dalam buku tersebut juga dimuat tentang pembuktian secara sistematis terhadap kebenaran dalil Pythagoras. Karyanya tersebut membuat ia dianggap sebagai guru matematika abadi dan matematikaan terbesar Yunani.

  • Archimedes

Archimedes merupakan seorang filsuf, matematikawan, astronom, fisikawan, dan insinyur dari Yunani. Ia merupakan salah satu matematikawan terbesar dalam sejarah yang dilahirkan di kota pelabuhan bernama Syracuse yang saat ini dikenal dengan nama Sisilia. Archimedes sangat berjasa dalam kontribusi penemuan nilai pi yang dilambangkan dengan (π), bahkan hasilnya lebih akurat dan mendekati dari ilmuwan sebelumnya, yakni 22/7 atau 3,14 yang dihasilkan melalui pengukuran lengkungan benda bulat yang dijadikan konstanta matematika.

Baca Juga  Kloning Manusia Perspektif Al-Qur'an

***

  • Muhammad ibn Musa Al-Khzwarizmi

Al-Khzwarizmi merupakan seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, geografi, juga ahli fiqh dan syariah dari Persia yang lahir sekitar tahun 780 dan wafat sekitar tahun 850. Buku pertama Al-Khawarizmi berjudul “Al-Jabar” membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Dari karyanya tersebut, ia kemudia disebut sebagai “Bapak Al-Jabar”. Ia juga memperkenalkan angka India dalam translasi bahasa latin dari aritmatika yang kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke-12.

  • Al-Battani

Abu Abdullah Muhammad ibn Jabir bin Sinan Al-Battani Al-Harrani Al-Sabi, Dalam bidang matematika, lahir sebelum tahun 858 M. di dekat Harran. Al-Battani memberikan kontribusi dalam trigonometri. Ia menemukan rumus kosinus untuk segitiga bola. Ia juga memecahkan persamaan sin x = a cos x serta menggunakan gagasan Al-Marwazi tentang tangen dalam mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen, cotangen, serta menyusun tabel perhitungan tangen.

Dan masih banyak lagi para tokoh matematika dengan berbagai kontribusi dalam bidang matematika. Matematika memiliki peranan yang besar dalam berbagai bidang keilmuan lain. Karenanya hilangkan berbagai persepsi tidak bagus tentenag matematika, maka seseorang akan bisa menjadikan matematika ilmu yamg mudah dan asik untuk dipelajari.

Editor: An-Najmi