Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Konsep Bilangan dalam QS. Al-Kahfi Ayat 25

Bilangan
Gambar: Dok. Penulis

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam merupakan mukjizat yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan ayat pertama yang turun kepada Rasulullah yaitu surat al-Alaq ayat 1-5. Dalam surat al-Alaq tersebut memerintahkan umatnya untuk membaca, mengkaji, meneliti serta menuntut ilmu, sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an tentang cabang-cabang ilmu pengetahuan alam. Seperti ilmu matematika, kimia, biologi, fisika, dan turunannya. Salah satunya adalah dalam bidang matematika Al-Qur’an berbicara tentang bilangan.

Definisi Bilangan

Bilangan merupakan objek matematika yang digunakan dalam menghitung dan mengukur dengan lambang sebuah simbol notasi yang mewakili disebut sebagai angka. Bilangan adalah suatu penyebutan yang digunakan untuk menunjukkan atau menyatakan jumlah sesuatu. Adapun macam-macam bilangan dalam matematika adalah bilangan bulat, bilangan asli, bilangan rill, bilangan pecahan, bilangan rasional, bilanganirasional, bilangan prima, bilangan ganjil, bilangan genap, dan lain-lainnya.

Penyebutan Angka dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an telah disebutkan terkait bilangan. Terdapat 212 ayat yang merujuk kepada angka seperti satu (wahid) disebutkan sebanyak 61 kali dalam Al-Qur’an. Dua disebutkan sebanyak 15 kali, tiga (tsalaatsah) disebutkan sebanyak 17, 4 disebutkan sebanyak 12 kali. Kemudian 5 disebutkan sebanyak 2 kali, 6 disebutkan sebanyak 7 kali, tujuh (sab’ah) disebutkan sebanyak 23 kali, 8 disebutkan sebanyak 5 kali, 19 (tis’a ‘asyarah) disebutkan sebanyak 4 kali,

Lalu 10 disebutkan sebanyak 8 kali, sebelas disebutkan sebanyak 1 kali, 12 disebutkan sebanyak 5 kali, 19 disebutkan sebanyak 1 kali, dua puluh disebutkan sebanyak 2 kali, 30 disebutkan sebanyak 2 kali, 40 disebutkan sebanyak 4 kali, 50 disebutkan sebanyak 1 kali, 70 disebutkan sebanyak 3 kali, 80 disebutkan sebanyak 1 kali, 99 disebutkan sebanyak 1 kali, 100 disebutkan sebanyak 5 kali, 200 disebutkan sebanyak 2 kali, 300 disebutkan sebanyak 1 kali

Baca Juga  Cadar: Antara Ajaran Agama Dan Budaya

Kemudian 1000 disebutkan sebanyak8 kali, 2000 disebutkan sebanyak 1 kali, 3000 disebutkan sebanyak 1 kali, 5000 disebutkan sebanyak 1 kali, 100000 disebutkan sebanyak 1 kali, 2/3 disebutkan sebanyak 3 kali, ½ disebutkan sebanyak 5 kali, 1/3 disebutkan sebanyak 2 kali, 1/5 disebutkan sebanyak 1 kali, 1/6 disebutkan sebanyak 3 kali, 1/8 disebutkan sebanyak 2 kali, dan 1/10 disebutkan sebanyak 1 kali.

Dalam ayat tersebut hampir rata menyebutkan terkait konsep bilangan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam QS al-Kahfi ayat 25

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا

“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).”

Penjumlahan Bilangan Bulat

Dalam surat al-Kahfi sendiri dijelaskan berkaitan dengan salah satu peristiwa ashabul kahfi. Adapun penjelasan dalam potongan ayat di atas adalah para pemuda al-Kahfi yang mengasingkan diri ke gua. Yakni untuk mencari pertolongan Allah Swt dan berserah diri kepada Allah. Serta memohon petunjuk Allah Swt. Para pemuda tersebut tidur dalam gua. Mereka bangun setelah berabad-abad dengan rincian lamanya, yaitu selama 300 tahun ditambah 9 tahun menjadi 309 tahun.

Dalam penjelasan ayat tersebut terdapat konsep bilangan. Salah satunya yaitu operasi penjumlahan bilangan bulat yaitu 300 tahun + 9 tahun = 309 tahun. Dengan demikian, dapat disimpulkan dari ayat tersebut bahwasannya Al-Qur’an telah memberikan kepada kita semua terkait dengan pengetahuan tentang matematika sejak zaman dahulu. Serta, dalam ayat tersebut menjelaskan juga terkait dengan perbedaan antara perhitungan kalender masehi dan perhitungan kalender hijriyah.

Pada perhitungan kalender masehi didasarkan pada perputaran bumi yang mengelilingi matahari. Perputaran bumi tersebut memerlukan waktu selama 365 hari selama satu tahun. Sedangkan pada perhitungan kalender masehi didasarkan pada perputaran bulan mengelilingi bumi. Perputaran bulan tersebut memerlukan waktu selama 354 hari selama satu tahun. Maka dapat dijabarkan:

Baca Juga  Membaca Kembali Surat an-Nisa’ Ayat 103: Filosofi Waktu-waktu Salat

Tahun masehi = 300 x 365 hari = 109.500 hari

Tahun hijriyah = 300 x 354 hari = 106. 200 hari. Apabila tahun masehi dikali dengan 309 tahun, maka 309 x 365 = 112.785 hari. Sedangkan tahun hijriyah dikali dengan 309, maka 309 x 354 = 109.386 hari. Dengan demikian dari perkalian tersebut terdapat hasil bahwasannya 309 tahun hijriyah mendekati dengan hasil 300 tahun masehi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemuda al-Kahfi berada dalam gua selama 300 tahun menurut kalender masehi. Sementara menurut kalender hijriyah dihitung selama 309 tahun.

Penyunting: Bukhari