Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pembalasan dalam Al-Qur’an: Telaah Analisis Makna kata Jaza’

jaza
Sumber: istockphoto.com

Setiap perbuatan apa saja yang dilakukan oleh manusia tentu saja akan mendapatkan balasannya. Al-Quran menyebutkan bahwa terdapat balasan bagi segala perbuatan yang baik maupun yang buruk. Balasan dalam al-Qur’an disebut dengan istilah Jaza’. Dalam kesempatan kali ini penulis ingin menguraikan apa saja maksud balasan seperti yang disebutkan di dalam Al-Quran? Apakah hanya diartikan sebagai bentuk balasan saja?

Definisi dari kata Jaza’

Jaza’ itu sendiri memiliki arti balasan, upah atau imbalan yang berasal dari akar kata جَزَى – يجزئ – جَزَاءً . Disebutkan dalam kitab Lisanul Arab karna Ibn Manzur Al-Ansari menjelaskan bahwasanya yang dimaksud oleh jaza bukan hanya balasan saja, melainkan juga balasan yang setimpal. Namun demikian, Ragib Al-Ashfahani dalam kitabnya yang berjudul Muljam Mufradat Al-faz Al-Quran diterangkan bahwasanya :

اَلْجَزْءُ مَا فِيْهِ مِنَ الْمُقَابَلَةِ انَّ خَيْرً فَخَيْرٌ وَ انَّ شَرًّ فَشَرٌّ

“Jaza adalah balasan yang setimpal (yaitu) jika perbuatannya baik, maka balasannya pun baik. dan jika perbuatannya jahat maka balasannya jahat pula.”

Berdasarkan analisis penulis terdapat dua macam pokok balasan yang di maksud oleh Ragib Al-Ashfahani dalam kalimat di atas. Pertama, terdapat wujud balasan yakni setiap perbuatan pasti akan mendapatkan balasannya. Jika perbuatan tidak mendapatkan balasan tentu saja hal itu tidak setimpal. Kedua, adanya bentuk balasan baik atas perbuatan yang baik dan bentuk balasan jahat atas perbuatan yang jahat pula. Jika suatu perbuatan baik dibalas dengan suatu kejahatan atau sebaliknya suatu perbuatan jahat di balas dengan kebaikan, hal ini juga tidak setimpal. Namun demikian balasan yang dimaksudkan di sini bukan balasan setimpal yang dapat diukur berdasarkan kuantitasnya melainkan bisa jadi balasan yang diberikan lebih besar di bandingkan dengan perbuatannya. Seperti yang terdapat dalam Q.S Al-Mu’minun 23:111 berikut

Baca Juga  Islam dan Perintah Menjadi Kaya: Menuju Kemajuan Ekonomi Umat

اِنِّيْ جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوْٓاۙ اَنَّهُمْ هُمُ الْفَاۤىِٕزُوْنَ

“sesungguhnya pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.”

 Kata Jaza’ terulang sebanyak 118 kali dalam Al-Quran yang mempunyai makna yang sama yaitu balasan. Namun penulis menemukan empat kata dalam AL-Quran yang secara langsung tidak merujuk pada makna pembalasan.

Makna Kata Jaza’ Selain Balasan dalam Al-Qur’an

  1. Kata Jaza bermakna menolong

Sebagaimana yang terdapat di dalam Q.S Al- Luqman 31:33

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

“Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.”

Dalam Tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab menjelaskan bahwasanya kata jaza yang digunakan dalam ayat di atas merupakan kata yang bermakna pertolongan, di mana seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan begitu pula seorang anak tidak dapat menolong bapaknya pada hari kiamat. Dalam ayat ini Tuhan memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mengerjakan apa yang diperintahkannya serta meninggalkan apa yang dilarangnya agar dapat mempersiapkan diri menghadapi hari akhir. Maka, jangan sampai kesenangan dan perhiasan dunia menipu serta melalaikan kalian. Dan jangan sampai juga godaan setan menipu kalian sampai memalingkan dari ketaatan kepada Allah swt.

  • Jaza yang bermakna membela
Baca Juga  Mengenal Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir Karya Ibnu ‘Asyur

Terdapat dalam surah Al-Baqarah 2:48 berbunyi :

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

“Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.”

Penjelasan yang terdapat di dalam Tafsir As-Sa’di karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, menyatakan bahwa  tidak ada yang dapat membela seseorang pun pada hari kiamat, meskipun dia merupakan seseorang yang mulia seperti Nabi dan orang-orang shalih melainkan manusia hanya akan dapat ditolong oleh perbuatan-perbuatan baik ketika hidup di dunia.

  • Jaza yang bermakna menggantikan

Firman Allah dalam Q.S Al-Baqarah 2:123

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا لَّا تَجْزِى نَفْسٌ عَن نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا تَنفَعُهَا شَفَٰعَةٌ وَلَا هُمْ يُنصَرُونَ

“Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa’at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong.”

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini berkenaan hampir sama dengan penjelasan sebelumnya  bahwa setiap pertolongan yang diberikan pada hari itu tidak akan diterima yang mana setiap orang tidak dapat menggantikan yang lain. Oleh karna itu, selama hidup di dunia kita sangat dianjurkan untuk mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Allah melalui rasul-Nya yakni Muhammad saw.

  • Jaza bermakna pajak kepala

Allah berfirman dalam Q.S At-Taubah 9:29 berbunyi

قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَٰغِرُونَ

Baca Juga  Jihad dan Terorisme: Dua Hal yang Sangat Berbeda

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

Meskipun secara tidak langsung kata Jaza’ bermakna pembalasan seperti yang disebutkan dalam ayat ini namun makna yang terkandung di dalamnya masih bermakna pembalasan. Dalam Kitab Tafsir Al-Manar karya Muhammad Rasyid Rida Kata jizyat di atas diartikan sebagai pajak yang diberikan oleh ahlul kitab sebagai imbalan karna pembebasan bagi mereka dalam kewajiban mempertahankan negara serta berbagai hak sipil sebagai warna negara yang sejajar dengan kaum muslimin.

Demikian telaah makna kata Jaza’ dalam Al-Quran yang ternyata bukan hanya bermakna sebagai balasan saja melainkan juga terdapat makna lainnya namun demikian masih ada kaitannya dengan makna balasan. Tulisan ini juga sebagai suatu bentuk refleksi pada diri sendiri agar selalu berhati hati atas apa yang sedang dilakukan karna setiap perbuatan pasti akan ada balasannya kelas. Wallahu’alam

Editor: An-Najmi