Manusia adalah makhluk yang sempurna dalam penciptannya. Selain itu juga manusia memiliki keunikan dalam menjalankan hubungan kehidupan. Manusia memiliki akal yang berfungsi sebagai alat dalam mengelola, mengatur dan mengarahkan dunia. Dengan seiringnya waktu berjalan, manusia juga diberikan nafsu pemacu bersama geraknya akal agar lebih maksimal dalam mengeluarkan potensi kehidupan dalam melakukan kebaikan baik diri maupun lingkungan. Namun, harus diakui kebanyakan manusia hari ini jalannya akal dengan mudah dikendalikan oleh nafsu, sehingga banyak perilaku manusia di luar batas akal manusia seharusnya.
Tidak berhenti dari situ, manusia oleh Sang Pencipta diberikan tanggung jawab dan amanah untuk menjadi pemimpin di dunia ini. Nilai kepemimpinan yang dapat diartikan sebagai wakil Tuhan di dunia ini, menandakan atas segala bentuk hak manusia atas dunia dan segala isinya. Ada manusia yang terselamatkan dengan dunianya dan ada yang tersesaat dengan dunianya. Hal ini menyampaikan pesan bawah, dalam kemimpinan manusia atas dunia ini akan menemukan jalan ketaatan dan kesesaatan. Oleh sebab itu, hidup ini memiliki akar karena hidup akan tumbuh dan berkembang dan menjemput amanah yang akan dipertanggung jawabkan.
Kuncinya Ketaatan
Adapun pertumbuhan kehidupan ini, sudah semestinya dibarengi dengan kuatnya akar. Akar itu adalah ketaatan kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi laranganNya. Tentunya, ketaatan inilah yang harus dikuatkan oleh manusia sehingga pohon, ranting, daun dan buah dari kehidupan dapat dinikmati. Bukan hanya untuk dirinya, namun juga dinikmati oleh manusia lainnya dalam bentuk kebaikan dan juga suri tauladan. Oleh karenanya kehidupan ini akan senantiasa diuji, dengan segala kebijakan dan keputusan takdir yang sering kita tidak terima. Namun, lain halnya dengan ketaatan. Segala bentuk takdir, pasti akan memberikan ilmu pengetahuan bagi kehidupan.
Sepertinya, selama ini kehidupan yang oleh diri dirasa tidak sesuai dan tak menemuai titik keindahannya hidup hal itu disebabkan oleh ketaatan yang masih dalam tanda Tanya dalam menjalankannya. Akar dalam diri yang disebut ketaatan itu mengalami pembusukan. Hal itu terjadi karena adanya sumber kehidupan yang kita sebut akar tadi tercampur oleh iri hati, dengki, sombong, akuh, syurik dan sejenisnya. Perbuatan perbuatan itu akan sangat besar pengaruhnya dalam tumbuh dan kembangnya potensi yang ada pada diri manusia.
Bukankah kita fahami, bahwa ketaatan akan menghadirkan kemudahan dalam mendapatkan jalan keluar atas semua masalah yang menimpa dalam kehidupan. Dengan ketaatan, Allah SWT akan menghadirkan rezeki manusia dari berbagai macam tempat. Bahkan manusia itu sendiri, tidak pernah menyangka atas kehadiran rezeki tersebut. Dengan menjalankan ketaatan semua kebutuhan dicukupkan oleh Allah SWT, walaupun manusia lain memandang tidak cukup karena ketaatan melahirkan sempurnanya kesyukuran. Dengan ketaatan itu, manusia akan dengan mudah menyelesaikan segala urusannya. Hal ini dengan jelas dan terangan dijelaskan dalam Al Qur’an surat At Tahlaq ayat 2-4.
فَاِذَا بَلَغْنَ اَجَلَهُنَّ فَاَمْسِكُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ اَوْ فَارِقُوْهُنَّ بِمَعْرُوْفٍ وَّاَشْهِدُوْا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنْكُمْ وَاَقِيْمُوا الشَّهَادَةَ لِلّٰهِ ۗذٰلِكُمْ يُوْعَظُ بِهٖ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ ەۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ – ٢
“Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya“
وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا – ٣
“dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu“.
وَالّٰۤـِٔيْ يَىِٕسْنَ مِنَ الْمَحِيْضِ مِنْ نِّسَاۤىِٕكُمْ اِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلٰثَةُ اَشْهُرٍۙ وَّالّٰۤـِٔيْ لَمْ يَحِضْنَۗ وَاُولَاتُ الْاَحْمَالِ اَجَلُهُنَّ اَنْ يَّضَعْنَ حَمْلَهُنَّۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا – ٤
“Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idahnya adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Sedangkan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya“.
Hidup yang Mulia
Demikianlah, ketika ketaatan menjadi akar menjalankan kehidupan. Maka sang pemiliki kehidupan akan mengalirkan semua kemuliaan untuk manusia dan menjadi manusia mulia di dunia. Ketaatan menjadikan bekal kehidupan semua manusia agar bahagia di akhirat. Dari ketaatan ini, manusia pasti akan mampu membedakan mana yang hak dan batil, mana yang salah dan benar, sehingga kebaikan, keindahan dan keyakinan dari kehidupan mengalir pada setiap aktifitas manusia itu sendiri tanpa diskenario sebelumnya.
Oleh karena itu, jikalah kehidupan manusia ingin tumbuh dengan kesehatan akal dan hati. Hidup yang senantiasa bermanfaat dan dirindukan oleh manusia lainnya. Hidup yang menendukan dan menenangkan, sehingga melahirkan keadaban bagi kemanusiaan. Hidup yang memberikan kegembiraan dan kesenangan atas segala suasana serta keadaan. Hidup yang senantiasa berada dalam tuntunan dan naungan sang pencipta, maka langkah yang harus dijalankan adalah dengan menyehatkan akar dari kehidupan yaitu ketaatan.
Editor: An-Najmi



























Leave a Reply