Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kiat-Kiat dalam Menjaga Hati Membersihkannya

Hati
Sumber: istockphoto.com

Hati merupakan bagian organ manusia yang tergolong kecil namun memiki peran yang cukup besar dalam menjaga tubuh kita. Secara medis seperti yang telah dilansir di www.halodoc.com, hati merupakan salah satu organ yang memiliki peranan yang cukup vital dalam tubuh manusia. Hati sering disebut juga dengan liver yang merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Organ ini memiliki warna coklat sedikit kemerah-merahan dengan berat kira-kira sekitar 1,5 kg. organ ini terletak pada rongga perut bagian kanan sebelah atas, tepat di bawah rusuk bagian kanan.

Peranan Hati dalam Islam

Lain sudut pandang dalam pengkajian lain pula hasil dari kajiannya ataupun penjelasannya. Setelah mengetahui hati secara medis. Perlu kiranya kita mengetahui definisi hati secara agama, khususnya Islam. Bagaimana islam berbicara mengenai hati dan bagaimana penyebutan hati dalam al-Quran. Dalam bahasa arab hati disebut dengan قَلْبٌ، كَبِدٌ، فُؤَادٌ . namun sebagian besar masyarakat lebih mengenal hati dengan sebutan qalb. Penyebutan hati dengan kata qalb disebutkan sebanyak 132 kali dalam al-Quran. Kata qalb berasal dari akar kata qallaba-yuqallibu yang berarti “membolak-balik atau membalik”. Maka dengan asal akar kata tersebut dapat kita simpulkan bahwa hati manusia memiliki keniscayaan untuk senantiasa berubah.

Terjadinya perubahan pada hati manusia dapat dipengaruhi oleh faktor, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal yang dapat mempengaruhi keadaan hati ialah tingkat religiusitas seseorang. Seseorang yang tingkat religiusitasnya tinggi, lebiih sering membaca al-Quran ataupun berdzikir mereka akan cenderung memiliki hati yang tenang, yang relatif lebih stabil. Sedangkan faktor eksternal dari terjadinya perubahan keadaan hati seseorang ialah faktor lingkungan, sahabat atau teman, dengan siapa seseorang itu bergaul, itu akan mempengaruhi keadaan hatinya. Jadi faktor eksternal yang paling dominan dalam memberikan pengaruh ialah faktor lingkungan dan pergaulan.

Baca Juga  6 Tips Manjur Untuk Menenangkan Hati Menurut Nashir Al-Syatsry

Dalam salah satu riwayat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كَلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ القَلْبُ

“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh akan baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati” (Muttafaqun ‘Alaih).

Dari riwayat diatas maka hati merupakan pusat titik pandangan dari pola pikir serta pola perilaku manusia. Mereka yang memiliki hati yang baik dan bersih akan memilik pola pikir dan pola perilaku yang baik dan bersih pula. Namun mereka yang memiliki hati yang kurang baik serta kurang bersih, maka pun akan mempengaruhi pola pikir dan pola perilakunya. Hati yang bersih bagaikan sinar yang selalu menerangi kita. Sedangkan hati yang kurang baik bagaikan angin panas yang berada dalam tubuh. Angin panas yang ada dalam tubuh akan membuat tubuh selalu panas, selalu gelisah, dan tidak tenang.

Kiat Menghindari Penyakit Hati

Lantas bagaimana cara atau langkah kita sebagai seorang muslim untuk senantiasa berusaha agar hati kita bersih dan terhindar dari penyakit-penyakit hati. Berikut ialah beberapa cara atau langkah yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari beberapa penyakit hati.

  1. Doa. Doa merupakan obat yang paling mujarab yang mampu menangkal sesuatu yang kurang baik. Doa merupakan senjata bagi kaum mukmin. Hal ini seperti hadits yang diriwayatkan oleh Hakim dari Ali bin Abi Thalib:

الدُّعَاءُ صِلَاحُ المُؤْمِنِيْنَ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَمَوَاتِ وَالأَرْضِ

“Sesungguhnya doa itu adalah senjata bagi orang yang beriman, tiang agama, dan sianar langit dan bumi”.

2. Berperasangka yang baik (husnudzon). Perasangka yang baik akan membawa manusia kepada amal kebaikan, dan juga sebaliknya. Allah akan mewujudkan harapan-harapan hamba yang senantiasa berperasangka baik kepada Allah swt. Namun juga harus dibarengi dengan usaha (ikhtiar).

Baca Juga  Memahami Konsep Berpoligami yang Benar dalam Islam

3. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat. Perbuatan maksiat sangat membahayakan bagi kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Maksiat akan menimbulkan kegelapan dalam hati. Abdullah bin Abbas berkata “Kebaikan memiliki cahaya di wajah, sinar di hati, kelapangan pada rezki, kekuatan pada badan, dan kecintaan dari hati banyak orang terhadap dirinya. Adapun perbuatan buruk menimbulkan warna hitam pada wajah, kegelapan dalan hati, kelemahan pada badan, kekurangan rezki, dan rasa benci kepadanya dari hati banyak orang”. Perbuatan maksiat akan melemahkan hati untuk berbuat kebajikan.

Mencegah Kotornya Hati

Kemudian apa yang harus kita lakukan agar tidak terjerumus kedalam perbuatan-perbuatan maksiat, berikut ialah beberapa langkah yang dapat kita lakukan. Diataranya ialah:

  1. Menundukkan pandangan. Pandangan merupkana dorongan pertama kali ketika seseorang melihat sesuatu. Apabila dorongan tersebut jelek maka itu ialah syahwat. Menjaga pandangan merupakan benteng dari kemaluan. Mereka yang melepaskan pandangan, berarti mereka telah membiarkan diri mereka untuk meluncur kepada jurang kebinasaan. Rasulullah bersabda:

لَا تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الأُوْلَى وَلَيْسَتْ لَكَ الآخِرَةُ

“Jangan engkau menyusuli pandangan dengan pandangan. Untukmu hanya (pandangan) yang pertama, sedang yang kedua bukan untukmu.” (HR. Tirmidzi)

2. Menjaga bayangan-bayangan yang melintas dalam hati dan pikiran. Gambaran yang melintas dalam hati merupakan sesuatu yang sulit untuk dilepas. Mereka yang telah mampu menjaga dan memelihara bayangan yang terlintas dalam hati serta pikirannya maka ia telah menguasai dirinya dari amarah dan hawa nafsunya. Sebagai seorang hamba kita hendaknya membatasi bayangan yang terlintas dalam hati dan pikiran kita pada empat pokok yaitu, bayangan yang berkisar tentang manfaat keduniaan, bayangan yang terlintas di dalam hati untuk menangkal hal-hal yang merugikan dunia, gambaran yang terlintas di hati tentang kemashlahatan akhirat, dan gambaran yang terlintas di hati untuk menangkal semua yang merugikan akhirat.

Baca Juga  Refleksi Cerita Nabi Yusuf: Menghadapi Ujian Hidup dan Isu Unprivileged

3. Menjaga langkah dan ucapan. Setiap manusia harus menjaga dirinya agar tidak melangkah kecuali kepada hal-hal yang dapat membawa kepada kebaikan dan pahala. Serta tidak mengeluarkan perkataan yang sia-sia, atau ia akan berbicara kecuali jika apa yang ia bicarakan mengandung manfaat dalam agama. Langkah kaki dan lidah seorang mukmin memiliki keterikatan antara satu sama lain. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Furqan: 63.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik”.

Demikianlah yang beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk senantiasa menjaga kebersihan hati dari penyakit-penyakit yang dapat merusaknya. Wallaahu a’lam

Editor: An-Najmi