Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Al-Quran: Kedudukan Bangsa Jin dalam Surga

Jin
Gambar: https://deskjabar.pikiran-rakyat.com/

Surga merupakan tempat kenikmatan abadi yang telah disiapkan Allah Swt dengan berbagai tingkatan. Banyak sekali terdapat ayat-ayat Al-Qur’an yang mengokohkan kebenaran surga. Keberadaannya memberikan kenyamanan dengan berbagai gambaran indah yang telah dilukiskan dalam Al-Qur’an. Karena surga merupakan balasan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.

Surga akan diraih oleh orang yang tidak pernah lalai dari amal shaleh yang diperintahkan oleh Allah. Kenikmatan para penghuni surga ini akan diraih dengan penuh kemuliaan dan kehormatan sehingga Allah melimpahkan penghuni surga dengan berbagai kenikmatan yang begitu besar.

Bagaimana Kedudukan Jin dalam Surga?

Lantas bagaimana kedudukan bangsa jin terhadap surga, mengingat jin merupakan sebangsa profesi dengan setan yang melakukan pencobaan, merayu dan mendorong manusia kepada kejahatan dan ketidaktaatan kepada Allah. Ketika seseorang mulai tergoda untuk masuk jatuh ke dalam perangkap iblis yang menyebabkan ia terlena akan perbuatan yang membawanya pada kubangan dosa.

Oleh karena itu, setan dan iblis termasuk ke dalam bagian golongan dari bangsa jin. Allah menciptakannya dari api yang menyala-nyala. Sebagaimana Allah berfirman di dalam Qs Ar-Rahman ayat 15

وَخَلَقَ الۡجَآنَّ مِنۡ مَّارِجٍ مِّنۡ نَّارٍ‌ۚ

Artinya : “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.”

Di dalam buku Syaikh Abdul Mun’im Ibrahim Adakah Makhluk Sebelum Adam?” dijelaskan bahwa jin diciptakan setelah malaikat. Dengan jarak lima puluh ribu tahun, dan ada yang mengatakan diciptakannya jin setelah lima ratus ribu tahun. Namun jin di ciptakan dalam kurun waktu dua ribu tahun sebelum nabi adam di ciptakan.

Baca Juga  Tafsir Al-Hasyr Ayat 21-22: Peringatan Agar Menggunakan Akal

Kedudukannya Dibanding Bangsa Manusia

Secara umum bangsa jin memiliki kedudukan yang rendah dari bangsa manusia. Memiliki kemuliaan yang lebih rendah daripada manusia. Hanya saja jin memiliki kemampuan yang tidak dimiliki manusia seperti terbang, mendengar apa yang yang tidak bisa didengar oleh manusia, dan mereka juga melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh manusia. 

Para ulama bersepakat bahwa jin kafir akan disiksa di akhirat kelak, Allah Swt berfirman di dalam Qs Al-An’am ayat 128:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ قَدِ ٱسْتَكْثَرْتُم مِّنَ ٱلْإِنسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلْإِنسِ رَبَّنَا ٱسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىٓ أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثْوَىٰكُمْ خَٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

Artinya : “Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin, sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia”, lalu berkatalah kawan-kawan meraka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”

Beberapa Pendapat tentang Posisi Jin dalam Surga       

Di dalam tafsir Imam Al-Qurthubi dijelaskan bahwa, “adapun tentang nasib jin mukmin di akhirat kelak, ada beberapa pendapat yang mengemukakan bahwasannya: Pertama; jin mukmin tidak akan diberi pahala apapun, kecuali ia sekedar terselamatkan dari azab api neraka. Lalu dikatakan kepada mereka jadilah debu seperti hewan. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah yang dituturkan oleh Ibnu Hazm.

Baca Juga  Rasi Bintang Sebagai Alat Navigasi: Perspektif Al-Quran

Kedua: pendapat dari Ibnu Abi Laila, Malik, Auza’i, Asy-Syafi’i Ahmad, dan yang lainnya yaitu bangsa jin mereka diberi pahala ketaatan dan disiksa atas kemaksiatannya. Hal ini juga dinukil dari Abu Hanifah dan orang yang sejalan dengannya, Ibn Hazm mengatakan; para ulama sepakat bahwa mereka akan masuk surga.

Ketiga; mereka masuk surga namun tidak akan makan dan minum. Bangsa jin selalu bertasbih dan mensucikan nama Allah. Pendapat ini diungkapkan oleh Mujahid. Keempat; mereka tidak masuk surga, mereka di akhirat, dapat dilihat manusia dan mereka tidak mampu melihat manusia. Kelima; mereka berada di al-A’raf, yaitu tempat antara surga dan neraka.”      

Namun pendapat yang paling kuat adalah Allah memberikan pahala atas perbuatan baik yang dilakukan jin dan manusia. Bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala untuk amal perbuatan baik dalam kehidupan akhirat. Jika Allah memberikan balasan kepada kalangan kafir dari mereka dengan siksa neraka maka Allah akan memberikan ganjaran pahala bagi jin mukmin dengan nikmat surga sebagaimana Allah berfirman di dalam Al-Qur’an surah al-Kahfi ayat 107:

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّٰتُ ٱلْفِرْدَوْسِ نُزُلًا

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal”

Penyunting: Bukhari