Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Melihat Kesimetrisan Al-Qur’an

Sumber: istockphoto.com

Al-Qur’an menarik pandangan manusia kepada ciptaan-ciptaan Allah dan mengajarkan kepada umat manusia tentang kesempurnaan penciptaan itu. Dalam ilmu fisika dijelaskan bahwa simetri adalah ketidakberubahan tampilan suatu hal oleh transformasi. Hal ini berkaitan dengan kondisi Al-Qur’an yang tidak akan lekang oleh waktu, zaman dan tempat. Akan tetapi untuk melihat kesimetrisan Al-Qur’an perlu usaha untuk menelaah dengan menggunakan pemikiran yang teoritis dan juga data eksperimental yang luas dan mendalam.

Al-Qur’an Fun Fact

Terdapat beberapa keutamaan bagi umat muslim yang senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an, terutama dalam menjadikan Al-Qur’an pedoman bagi kehidupan. Jika kita memperhatikan terdapat beberapa hal yang menjadikan manusia kagum atas apa yang ada didalam Al-Qur’an. Seperti yang telah tertera dalam Surah Al-Baqarah ayat 23: “ Dan jika kamu meragukan Al-Qur’an yang Kami turunkan kepada Hamba kami (Muhammad); maka buatlah satu Surah semisal dengannya, dan ajaklah-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar”.

Berbagai macam hal yang berkaitan dengan kandungan ayat Al-Qur’an seperti adanya ayat mutasyabih, yaitu ayat yang hanya diketahui maknanya oleh Allah. Lalu kata hudaa linnas, atau Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia yang selalu benar merupakan salah satu bentuk i’jaz Al-Qur’an. Munculnya hal-hal yang berbau ilmiah atau sedikit demi sedikit mulai terkuaknya ilmu-ilmu pengetahuan baru yang pada hakikatnya; sudah dijelaskan didalam Al-Qur’an jauh sebelum fakta-fakta itu ditemukan. (Raymond Farrin, Structure and Qur’anic Interpretation)

Semua yang ada di dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa kecocokan dan kesimetrisan yang ada di dalamnya; telah menjawab semua keraguan manusia tentang Al-Qur’an. Karena di dalam Surah Al-Baqarah ayat 23 pun dijelaskan bahwa; barangsiapa yang masih ragu dan bimbang atas apa yang telah diturunkan Allah, maka diperintahkan untuk membuat surah yang sebanding dan mirip dengannya. Baik dari segi sastra, hukum, cangkupan ilmu dan petunjuk lainnya.

Baca Juga  Puasa dan Menjaga Kesehatan Mental

Kesimetrisan Al-Qur’an

Disini akan dijelaskan beberapa bentuk Al-Qur’an Fun Fact secara singkat, beberapa di antaranya adalah: Pertama, bahwa Nabi Musa As. adalah Nabi yang paling sering dikisahkan didalam Al-Qur’an. Dari beberapa jumlah Nabi dan Rasul, Nabi Musa merupakan Nabi yang sangat fenomenal. Terhitung terdapat sekitar 136 kali disebut didalam Al-Qur’an dan terbagi didalam 30 surat. (Implementasi Nilai-Nilai Profetik Pada Kisah Nabi Musa dalam Al-Qur’an, Jurnal Instika, 39) . Kedua, kalimat كلّ في فلك  pada Surah Yasin ayat 40 yang mempunyai arti; “masing-masing (matahari dan bulan) (beredar) pada garis edarnya”, dan pada hakikatnya akan dibaca sama meskipun dibaca secara terbalik.

Ketiga, bahwa kata يوم yang bermakna “hari” tersebut sebanyak 365 kali dalam Al-Qur’an, dan kata شهر yang memiliki makna “bulan” disebut sebanyak 12 kali didalam Al-Qur’an. Keempat, ibunda maryam adalah satu-satunya wanita yang namanya disebut dengan jelas didalam Al-Qur’an. Dijelaskan bahwasannya Maryam dan Aisyah merupakan dua wanita agung yang dijamin syurga oleh Allah. Maryam adalah seorang wanita suci dan disucikan oleh Allah, dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia, seorang ibu yang melahirkan Nabi, yakni Nabi Isa as, yang lahir tanpa perantaa suami atas izin Allah.  (Maryam Wanita Terbaik Sepanjang Zaman, Jurnal Al-Wajid, 377)

Kemudian kelima, seluruh Surah Al-Kahfi diakhiri dengan mad ‘iwadh. Keenam, kata شيطان dan ملائكة sama-sama disebut sebanyak 88 kali didalam Al-Qur’an. Hal ini merupakan salah satu bentuk mukjizat, yang tidak akan bisa dibuat atau ditiru meski dengan alat secanggih apapun, hal ini merupakan bagian kecil dari fakta keunikan matematis dan sudah diungkapkan oleh para peneliti terdahulu, dan didefinisikan bahwa i’jaz ‘adadi adalah kemampuan mu’jizat yang dimiliki oleh Al-Qur’an dari segi angka. (Al-Qur’an Ditinjau dari Perspektif Angka, Jurnal Al-Dhikra, 35).  Kesimetrisan ketujuh, fakta ilmiah bahwa besi berasal dari langit, bukan dari perut bumi telah dijelaskan didalam Al-Qur’an Surah Al-Hadid ayat 25. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa sisi ilmiah besi dari kajian sains dipahami besi merupakan suatu benda yang istimewa dan menempati salah satu Surah dalam Al-Qur’an, dan terungkapnya realitas ilmiah bahwa besi memang “diturunkan”.

Baca Juga  Imam Besar Umat Islam adalah Muhammad

***

Kata “anzalna” dalam ayat ini diterjemahkan dengan makna “kami turunkan”; yang memiliki arti seolah-olah kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Namun jika diperhatikan makna harfiahnya, secara fisik diturunkan dari langit. Maka menjelaskan bahwa ayat ini menyiratkan keajaiban ilmiah yang sangat penting. Sains modern memberikan informasi bahwa besi adalah logam berat yang tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri. Besi hanya dapat dihasilkan di dalam bintang-bintang, dan ketita bintang tidak sanggup lagi menanggungnya. Dan akhirnya akan meledak melalui peristiwa supernova, dan mengakibatkan meteor-meteor yang mengandung besi akan bertaburan ke seluruh alam semesta. (Besi Dalam Al-Qur’an dan Sains Kimia, Jurnal Al-Kimiya, 10-11) Kedelapan, fakta mengenai sungai yang berada didasar lautan telah pula disebutkan didalam Surah Al-Furqan ayat 53. (Bukti Kebenaran Al-Qur’an Dalam Berbagai Bidang Ilmu Pengetahuan, Jurnal Ta’dib, 89)

Kesimetrisan kesembilan, bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang diwahyukan kepada seorang Rasul yang ummiy (tidak mengerti cara membaca dan menulis). Namun menjadi satu-satunya kitab yang terjaga keorisinalitasannya hingga saat ini dan akan terus terjaga hingga hari akhir nanti. Kesepuluh, Al-Qur’an pertama kali dibukukan pada masa kekhalifahan Abu Bakar atas usulan Umar bin Khattab, dan  Al-Qur’an ditulis diatas pelepah kurma, kulit unta, bahkan di kepingan batu.

Dan pada masa khalifah Utsman bin Affan, Al-Qur’an pertama kali dikirim ke berbagai negara di dunia. Lalu huruf-huruf didalam Al-Qur’an pertama kali diberi titik atau tanda baca oleh Abu Aswad Ad-Duali pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Inilah beberapa Fun Fact yang ada didalam Al-Qur’an, yang hanya dipaparkan secara singkat dan hanya beberapa bagian saja. Maka dari itu dalam sebuah kitab disebutkan, “Ketika hati kita suci, maka ia tidak akan puas dengan Kalam Rabb-Nya”.(Sejarah Penulisan dan Pemeliharaan Al-Qur’an Pada masa Nabi Muhammad SAW dan Sahabat, Jurnal Substantia 7)

Baca Juga  Tauhid Sosial: Kesatuan antara Iman dan Amal Shaleh

Editor: An-Najmi