Reaksi redoks ialah reaksi kimia yang disertai dengan hilangnya bilangan oksidasi atau reaksi yang di dalamnya terdapat serah terima elektron antar zat. Secara sederhana rekasi redoks dapat disetarakan dengan mudah tanpa metode khusus. Akan tetapi untuk rekasi yang kompleks, ada dua metode yang digunakan untuk menyetarakannya, yaitu:
Pertama, metode bilangan oksidasi, yang digunakan utnuk rekasi yang berlangsung tanpa atau dalam air, dan memiliki persamaan rekasi lengkap (bukan ionik). Kedua, metode setengah reaaksi reduksi (metode ion elektron), yang digunakan untuk reaksi yang berlangsung dalam air dan memiliki persamaan ionik.
Reaksi redoks memiliki peran yang cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari. Reaksi ini dapat kita jumpai dari pembakaran bahan bakar minyak bumi sampai dengan kerja cairan pemutih yang digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga yang digunakan untuk mencuci.
Konsep reaksi redoks mengalami beberapa tahapan perkembangan. Tahapan tersebut dijelaskan ke dalam tiga tahapan yaitu, peningkatan dan pelepasan oksigen, peningkatan dan pelepasan elektron, dan perubahan bilangan oksidasi.
Elektrokimia
Berbicara tentang reaksi redoks berarti juga berbicara tentang elektrokimia. Elektrokimia merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari mengenai perpindahan elektron yang terjadi pada media pengantar listrik (elektroda). Elektroda terdiri dari elektroda positif dan elektroda negatif. Konsep elektrokimia didasari oleh konsep rekasi redoks dan larutan elektrolit.
Konsep elektrokimia ini dapat diaplikasikan dalam upaya pencegahan korosi logam. Beberapa pencegahan korosi pada logam antara lain:
Pertama, pada pembuatan logam diusahakan agar zat-zat yang dicampurkan (impurities) tersebar secara homogeny dalam logam tersebut. Kedua, melapisi permukaan logam dengan logam atau minyak yang dapat mencegah kontak permukaan logam dengan udara.
Ketiga, melakukan galvanisasi (melapisi), seperti pelapisan besi oleh seng. Karena seng memiliki yang lebih kecil dari pada besi, sehingga seng yang teroksidasi membentuklapisan ZnO yang melindungi permukaan besi. Keempat, perlindungan katodik atau pengorbanan anoda. Hal ini bisa dilakukan dengan menghubungkan logam besi dengan logam pelindung yang memiliki lebih kecil dengandiitanam di dalam tanah atau air yang berada di dekat logam yang akan dilindungi.
Reaksi Redoks dalam Al-Quran
Konsep redoks dijelaskan dalam QS. Al-Kahfi: 96-98, yaitu:
آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّى إِذَا سَاوَى بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انْفُخُوا حَتَّى إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا، فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا، قَالَ هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا
Berilah aku potongan-potongan besi” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”; Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya; Zulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”.
Pendirian benteng oleh Zulkarnain disebabkan oleh rusaknya akhlak kaum kala itu. Mereka menebar onar dan kerusakan-kerusakan sebelum tembok itu dibangun. Mereka adalah sekelompok bangsa yang kasar dan buruk akhlak. Dalam Tafsir Al-Misbah dijelaskan bahwa Zulkarnain merinci kebutuhan-kebutuhan yang digunakan untuk pembangunan dinding atau benteng tersebut. Ia meminta potongan-potongan besi, mereka pun memenuhi permintaan tersebut lalu dia meletakkan suatu potongan di atas potongan yang lain, hingga tumpukan besi tersebut telah sama rata dengan kedua puncak gunug yang berhadapan.
Kemudian Zulkarnain memerintahkan kepada para pekerja, “siapkanlah api!”. Lalu mereka menyiapkan bersama dengan alat-alat yang dibutuhkan. Dan dia menyuruh kepada pekerja itu untuk meniup api hingga api tersebut mampu membakar besi hingga besi tersebut berwarna kemerah-merahan. Setelah besi itu berwarna merah, Zulkarnain meminta para pekerja untuk memberinya tembaga yang mendidih, dengan tujuan untuk dituangkan di atasnya.
Dengan demikian, sempurnalah bangunan dinding tersebut. Dengan selesainya pembangunan dinding tersebut Ya’juj dan Ma’juj tidak akan mampu mendakinya. Karena sangat tinggi, dan tidak akan mampu melobanginya karena sangat kokoh.
Unsur-Unsur Reaksi Redoks dalam Benteng Zulkarnain
Kata radma adalah benteng dan pembendung yang kukuh. Ia adalah sesuatu yang diletakkan di atas sesuatu yang lain sehingga saling berdempet. Hal ini menjadikan benteng tersebut jauh lebih kokoh dari pada penyebutan benteng dengan lafal sad yang juga bermakna benteng atau pembendung. Hal ini menunjukkan bahwa Zulkarnain membangun benteng yang jauh lebih baik dan kokoh dari apa yang mereka janjikan.
Kata zubur merupakan bentuk jamak dari zubrah yaitu potongan-potongan besi besar. Dalam pembuatan benteng tersebut tentulah memerlukan bahan-bahan lain seperti batu. Hanya saja besi merupakan bahan terpenting, dan ketika itu mendapatkan besi tidak semudah mendapatkan batu, sekaligus untuk menggambarkan kekokohannya, maka dari itu besi lah yang disebut secara khusus.
Kata shadafain berarti sisi dari dua gunung. Dalam ayat ini dimaksudkan bahwa, besi yang ditumpuk tersebut telah memenuhi kedua sisi pertemuan kedua gunung dan telah rata dengan kedua puncak gunung tersebut. Dalam perkembangan zaman yang modern ini telah diketahui bahwa untuk menguatkan besi adalah bisa dengan mencampurnya dengan kadar tertentu dari tembaga. Dengan demikian menunjukkan bahwa al-Quran telah memberikan isyarat pengeathuan jauh sebelum adanya penemuan ilmiah terkait penguatan besi ini.
Setelah benteng yang berlapis-lapis itu berhasil dibangun, masyarakat pun menerimanya dengan suka cita. Berdiri kokohnya benteng itu merupakan anugrah dan bentuk kasih sayang oleh Allah. Dinding ini akan tetap berdiri kokoh hingga waktu yang telah dijanjikan Allah. Menurut Al-Qurthubi ayat tersebut memberikan isyarat bolehnya membuat penjara-penjara sebagai tempat para penjahat.
Pendapat Ibnu ‘Asyur Soal Sosok Zulkarnain
Ibn ‘Asyur berpendapat bahwa Zulkarnain ialah salah seorang penguasa dari Cina. Hal ini dikarenakan ada lima alasan, yaitu:
Pertama, sejak dulu penduduk Cina dikenal dengan penduduk yang sangat mahir dalam berproduksi dan bersiasat. Kedua, kebanyakan raja-raja mereka dikenal sebagai raja yang adil dan bijaksana dalam memerintah.
Ketiga, salah satu ciri mereka adalah memanjangkan rambut dan mengikatnya menjadi dua ikatan. Keempat, di wilayah antara Cina dan Mongolia terdapat tembok yang sangat besar lagi tiada bandingannya yang dikenal dengan The Great Wall.
Penyebutan kisah Zulkarnain dalam surat al-Kahfi memberikan hikmah bahwa diturunkannya ayat ini ialah ketika Islam tengah menghadapi persekongkolan berbagai musuh yang sepakat untuk mengubur Islam hidup-hidup. Kemudian Allah menurunkan ayat ini sebagai salah satu kabar gembira kemenangan bagi kelompok beriman yang mengalami berbagai macam derita fisik dan mental. Bahkan gunung pun tidak sanggup untuk menanggungnya.
Penyunting: Bukhari































Leave a Reply