Hujan merupakan bentuk dari keseimbangan alam yang diciptakan oleh Allah SWT. Tanpa ada hujan, kuantitas air di bumi tidak akan mencukupi untuk mendukung kehidupan makhluk di dalamnya. Tidak hanya kehidupan manusia, melainkan juga kehidupan hewan dan tumbuhan. Hujan juga merupakan anugerah dari Tuhan, karunia tersebut tidak lain diperuntukkan bagi manusia di bumi.
Manusia diperintahkan untuk berpikir dan menghayati ciptaan Allah tersebut. Allah SWT menjelaskan tentang peristiwa hujan sebanyak 55 kali di berbagai surh dalam al- Qur’an. Dari banyaknya ayat yang menjelaskan tentang hujan, maka lebih jelas bahwa hujan merupakan anugerah yang sangat besar dari Allah. Selain dalam al-Qur’an proses terjadinya hujan juga dijelaskan dalam ilmu sains. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan membahas tentang bagaimana relasi al-Qur’an dan sains dalam menjelaskan tentang proses terjadinya hujan.
Pengertian Hujan
Hujan adalah peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke bumi. Proses ini dapat diartikan sebagai proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butiran air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Fenomena ini memiliki banyak jenis ditinjau dari berbagai macam perspektif, salah satunya adalah ditinjau dari proses terjadinya. Hujan ditinjau dari proses terjadinya dibedakan menjadi 3:
1. Hujan frontal
Adalah hujan yang terjadi jika massa udara panas bertemu dengan massa udara dingin. Massa udara panas yang bertemu dengan massa udara dingin akan naik ke atas karena berat jenisnya lebih ringan jika dibandingkan dengan massa udara ringan. Massa udara panas yang naik, suhunya akan semakin turun dan menjadi semakin dingin, ketika mencapai ketinggian tertent akan terjadi kondensasi dan tebentuklah awan ang akhirnya tuun sebagai hujan.
2. Hujan orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena adanya gerakan udara yang menaiki pegunungan dan mengalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang dapat menimbulkan hujan.
3. Hujan konveksi
Hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu massa udara sehingga massa udara tersebut memuai atau naik dan mengalami pengembunan. Jenih hujan ini terjadi di daerah tropis dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi.
Proses Terjadinya Hujan Berdasarkan al-Qur’an
Proses terjadinya hujan selain dijelaskan dalam ilmu sains juga dijelaskan dalam al-Qur’an. Ayat-ayat al-Qur’an yang menjelaskan tentang prose terjadinya hujan terdapat dalam beberapa surah, salah satunya adalah Q.S ar-Rum ayat 48. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman:
ٱللَّهُ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهُۥ كِسَفٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ٤٨
Artinya: “Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikan-Nya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira”
Berdasarkan tafsir Kemenag RI, ayat ini menjelaskan tentang bagaimana Allah SWT menciptakan awan yang dapat menurunkan hujan. Allah SWT membuat angina bertiup, dengan menciptakan hukum-hukum pada udara. Di antaranya adalah udara dari daerah yang renggang tekanan udaranya sehinggan terciptalah angin. Tiupan angin menjadi penanda awal akan turunnya hujan. Hujan itu diturunkan Allah di tempat yang dikehendaki-Nya. Manusia yang berada di tempat hujan turun pasti bergembira karena memperoleh kembali sumber kehidupan yang akan menghidupkan semua makhluk hidup.
Proses Terjadinya Hujan Berdasarkan Sains
Proses terjadinya hujan dalam ilmu sains tidak jauh dari penjelasan al-Qur’an surah ar-Rum ayat 48. Berdasarkan ilmu sains, ayat ini menjelaskan bahwa proses terjadinya hujan dibagi menjadi 3 tahapan:
Dari penggalan surat ar-Rum ayat 48, “…Dialah yang mengirimkan angin”, menjelaskan tentang tahapan pertama dalam proses terbentuknya hujan. Tahapan ini adalah tahap evaporasi (penguapan). Dalam tahapan ini merupakan bagian awal pada siklus hidrologi yaitu dengan terjadinya proses penguapan air yang ada di permukaan bumi. Air-air yang tertampung di danau, sungai, laut, sawah, bendungan, atau waduk berubah menjadi uap air karena adanya panas matahari. Dalam proses evaporasi (penguapan) ini mengubah wujud air dalam bentuk cair menjadi air dalam bentuk wujud gas sehingga memungkinkan untuk naik ke atas atmosfer. Semakin tinggi panas matahari, maka semakin besar pula jumlah air yang menguapdi atmosfer.
Selanjutnya, “…lalu, angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal…” Tahapan kedua yang ada dalam penggalan ayat ini adalah tahap kondensasi. Kondensasi adalah suatu peristiwa perubahan bentuk atau wujud suatu benda menjadi wujud yang padat. Dalam tahapan ini uap air yang naik akan mengalami proses kondensasi atau disebut dengan perubahan yang terjadi pada uap air yang menjadi akibat dari pendinginan di dalam awan. Perubahan wujud itu terjadi karena pengaruh suhu udara pada ketinggian tersebut. Suhu udara yang tinggi pada suatu daerah dapat mengakibatkan panas matahari akan mengubah titik-titik air menjadi embun, kemudian embun tersebut semakin banyak dan memadat sehinggan dapat membentuk awan.
***
Dan penggalan surah ar-Rum ayat 48 yang terakhir adalah,”…lalu, kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya,…”, tahapan proses terjadinya hujan dalam ayat iini adalah tahap Presipitasi. Presipitasi adalah proses yang terjadi ketika uap air yang terkondensasi jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan. Dalam tahap ini, terjadi tabrakan antara air atau Kristal es dengan awan. Awan-awan yang terbentuk dari proses kondensasi akan bergerak ke tempat lain dengan bantuan angin. Pergerakan angin sangat memberikan pengaruh besar dalam proses penyatuan awan dari awan kecil hingga menjadi awan yang gelap. Setelah awan berubah menjadi kelabu atau gelap dapat mengakibatkan titik-titik air semakin berat dan butira air-air tersebut jatuh ke bumi dan terjadilah hujan. Air hujan yang turun dan mengalir di sawah, laut, danau, waduk, dan lain-lain akan kembali menguap dan mengalami proses yang sama, hal inilah yang disebut dengan siklus hujan.
Kesimpulan
Dari penjelasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa hujan merupakan salah satu rahmat dari Allah SW yang diberikan kepada makhluk-Nya, hal tersebut tercantum dalam surah ar-Rum ayat 48. Dalam ayat ini juga dikaji dari segi sainsnya. Ilmu sains menjelaskan bahwa proses terjadinya hujan dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu evaporasi, kondensasi, dan penguapan. Proses terjadinya hujan tersebut akan berlangsung secara terus-menerus dan berulang-ulang, sehingga disebut dengan siklus hujan.
Penyunting: Ahmed Zaranggi



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.