Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menjaga Ucapan Kepada Ibu Hamil Perspektif Tafsir

Sumber: istockphoto.com

Berangkat dari akun media social Instagram @dearmoms.id.  dengan beredarnya kisah Ibu Hamil yang mengalami keguguran usai terjadinya pertikaian dengan penumpang KRL. Di sebabkan oleh seorang wanita yang merekam ibu hamil itu secara diam-diam dan dijadikan sebagai bahan ejekan. Karena ibu hamil tersebut menggunakan pakaian yang terbuka di tempat umum.

Setelah ditelusuri lebih jauh, video pertikaian itu pun viral diberbagai media sosial, bawasannya kasus ibu hamil tersebut menanti kehamilannya selama 2 tahun pernikahan. Namun, takdir berkata lain, setelah terjadi pertikaian dalam KRL, ibu hamil tersebut mengalami depresi, kekecewaan, rasa marah yang sudah bercampur aduk dan lain sebagainya. Sehingga kandungannya mengalami kontraksi hingga akhirnya menyebabkan ia keguguran.

***

Para netizen pun banyak yang menanggapi terkait kasus tersebut, seperti akun Instagram:

@dyahvia_ “Yg ngerekam ini… sudah pernah hamil atau jadi ibu? Kalau belum… semoga hal ini tidak terjadi padamu ya. Kursi Prioritas & sudah ada sign mohon jgn di sepelekan”.

Kemudian tanggapan lain dari akun Instagram:

@ringga_kumala “Mana yang dibilang woman support woman? Kenapa sekejam itu sampe ngebunuh janin? Astagfirullah apakah mereka belum pernah hamil? Padahal ketika hamil mental dan janin sedang dipertaruhkan. Semoga dengan viralnya berita ini mereka jadi sadar dan tidak melakukannya ke bumil lainnya”.

***

Selanjutnya tanggapan dari akun Instagram:

@wijayanovia_ “Tanpa disadari dan tanpa sengaja perlakuan dia sama saja membunuh janin yang baru dikandung ibu”. 

Dan masih banyak lagi tanggapan lain dari para netizen terkait kasus tersebut.

Menyoroti kasus ibu hamil yang direkam secara diam-diam dan dijadikan sebagai bahan ejekan oleh seorang wanita yang merupakan penumpang dalam KRL. Sebagaimana yang dijelaskan dalam (QS. Al-Hujurat: 11)

Baca Juga  Tafsir Surah An-Nisa’: Self-Harm dalam Perspektif Islam

اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik dari pada mereka yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik dari pada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertaubat, mereka itulah orang-orang zalim”. (QS. Al-Hujurat: 11).

***

Berdasarkan ayat di atas bahwa sebagai pengingat untuk umat manusia, agar selalu berbuat baik dan menghormati satu sama lain walau adanya perbedaan, baik dari suku, ras, budaya dan bahkan agama yang dianut oleh seseorang. Dengan demikian, untuk meminimalisir terjadinya kemaslahatan yang tidak diinginkan.

Seperti yang dijelaskan oleh Dwi Handayani “Kita gak pernah tahu, kalau ternyata omongan seseorang bisa berpengaruh pada perasaan dan hidup kita. Jadi katakanlah hal yang baik-baik. Mungkin kamu alasan dia untuk bisa bertahan hidup dan tersenyum hari ini”.

Kalimat yang Perlu Dihindari Saat Berkomunikasi dengan Ibu Hamil

Adapun beberapa kalimat yang perlu dihindari saat berkomunikasi dengan ibu hamil, sebagaimana berikut ini:

  1. Mengatakan kepada ibu hamil “Badanmu kenapa gemuk sekali”?
  2. “Mengapa mukamu kusam”?
  3. “Kenapa badanmu saat hamil kurus”?
  4. “Sudah hamil lagi ya”? Padahal anak-anaknya masih kecil”.
  5. “Nanti jika ingin melahirkan diusakan normal saja, karena lahiran sesar tidak seperti menjadi ibu seutuhnya”.
  6. “Mengapa kamu belum melahirkan juga”?
  7. Apakah umurmu tidak terlalu tua jika kamu hamil lagi”?
Baca Juga  Mengurai Salah Kaprah Terhadap Wahdah Al-Wujud Ibnu Arabi

Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dapat menyinggung perasaan ibu yang sedang mengandung.  Maka dari itu, menjaga lisan dan perilaku sangatlah penting untuk menjaga kesehatan mental ibu hamil, karena perasaan ibu hamil sangat sensitive. Dan bayi yang dikandung pun dapat mendengar ucapan orang-orang yang ada disekitarnya.

Dari paparan kasus di atas dapat dijadikan pembelajaran, bahwa menjaga lisan dan perilaku sangatlah penting kapan dan di mana pun berada. Karena ucapan dan perilaku dapat berdampak kepada orang lain, baik hal yang positif maupun negatif.

Editor: An-Najmi