Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mengenal Tafsir Aisar Karya Abu Bakar Jabir Al-Jazairi

Sumber: http://toko-bukumuslim.com/t

Al-Qur’an merupakan sumber fundamental yang dimiliki oleh agama Islam. Selain sebagai petunjuk problematika baik era klasik ataupun modern, Al-Qur’an juga berfungsi sebagai pembeda. Sehingga Al-Qur’an menjadi tolak ukur perbuatan yang dilakukan manusia dalam kehidupannya. Karena di dalam Al-Qur’an terdapat berbagai macam petunjuk. Maka muncullah beberapa ulama’ yang menafsirkan Al-Qur’an yang bertujuan untuk memahami makna petunjuk yang terdapat didalamnya. Oleh karena itu penulis ingin lebih mengenal tafsir aisar karya Abu Bakar Jabir al-Jazairi. Di sisi lain sebagai tafsir yang ditulis pada era kontemporer.

Biografi Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi

Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi memiliki nama lengkap Abu Bakar Jabir bin Musa bin ‘Abdul Qadir bin Jabir Al-Jazairi. Nama lengkap beliau diambil dari nama ayahnya dan nama tempat kelahirannya, yaitu Abu Bakar (nama panggilan beliau). Sementara Musa bin ‘Abdul Qadir (diambil dari nama ayahnya), al-Jazair (diambil dari tempat kelahirannya).  Beliau lahir di Algeria pada tahun 1324 H/1921 M dan wafat pada tanggal 3 Dzulhijjahh 1439 H pada usia 97 tahun di kota Madinah. Al-Jazairi merupakan seorang ulama yang terkenal di Madina. Beliau ialah ulama yang zuhud atau memiliki pola hidup dalam menjaga diri dari ketergantungan duniawi.

Latar Belakang Penulisan Tafsir Aisar

Tafsir Al-Aisar disusun oleh ulama hadits Madinah yaitu Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi. Kitab ini bertujuan untuk menafsirkan Al-Qur’an sesuai dengan pemahaman salafus salih (Nabi, Thabi’in dan Thabi’thabi’in). Tafsir ini juga diharapkan dapat mempermudah kaum muslimin dalam memahami ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Qur’an. Sebagaimana namanya yakni “Al-Aisar” yang memiliki arti “yang termudah”.  Oleh karena itu beliau menyusun kitab tafsirnya dalam bentuk pelajaran yang berkesinambungan dan saling terkait. Menjelaskan kata-katanya secara literal, menjelaskan maknanya secara global dan menyebutkan satu persatu pelajaran yang dapat diambil serta diamalkan.

Baca Juga  Tafsir al-Jalalayn: Populer di Pesantren

Tafsir Al-Aisar merupakan kitab tafsir yang ringkas dan menekankan pada penafsiran manhaj salaf dalam aqidah, asma dan sifat Allah. Tafsir ini menggunakan empat sumber referensi di antaranya, Jami’ al-Bayyan fi Tafsir al-Qur’an yang disusun oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari, Tafsir al-Jalalain oleh al-Mahalli dan Tafsir al-Maraghi oleh as-Suyuthi.

Metode Penafsiran Tafsir Aisar

Adaoun metode tafsir yang digunakan oleh Syaikh Abu Bakar al-Jazairi ialah metode Ijmali (global). Metode ijmali memiliki arti menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara singkat dan global. Dengan menjelaskan makna yang dimaksud pada kalimat dengan bahasa yang mudah dipahami. Metode ini memiliki kesamaan dengan metode tahlili, yaitu menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an berdasarkan urutan ayat dalam mushaf.

Pembahasan tafsir yang menggunakan metode ijmali hanya meliputi beberapa aspek dalam bahasa yang hanya mengedepankan arti kata-kata (al-mufradat), sabab nuzul (latar belakang penurunan ayat) dan penjelasan singkat (al-ma’na).

Penulis mengambil contoh penafsiran Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi pada tafsir Al-Aisar pada QS. Hud ayat 61 yang berbunyi:

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Artinya: Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Saleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”

وإلى ثمود: أي وأرسلنا إلى قبيلة ثمود.

أخاهم صالحاً: أي في النسب لأنه من قبيلة ثمود، بينه وبين ثمود أبي القبيلة خمسة أجداد.

Baca Juga  Mengenal Imam Al-Baghawi Beserta Kitab Tafsirnya

واستعمركم: أي جعلكم عماراً فيها تعمرونها بالسكن والإقامة فيها.

قريب مجيب: أي من خلقه، إذ العوالم كلها بين يدله ومجيب أي لمن سأله

Pada penjelasan penafsiran di atas bisa disimpulkan bahwa Syaikh Abu Bakar al-Jazairi dalam tafsir Al-Aisar menggunakan metode ijmali dengan cara menjelaskan arti kalimat yang susah dipahami terlebih dahulu. Kemudian baru merangkainya menjadi penjelasan yang dapat dipahami secara utuh dengan menggunakan bahasa yang mudah dan sederhana.

Corak Penafsira Tafsir Aisar

Sejauh telaah penulis terhadap tafsir Aisar, penulis menemukan dua corak yang digunakan oleh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam penafsirannya. Yakni fiqih dan adabi ijtima’i. corak fiqih ialah corak tafsir yang kecenderungannya mencari hukum-hukum fikih dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Corak ini memiliki kekhususan dalam mencari ayat-ayat yang secara tersirat mengandung hukum-hukum fikih.

Sedangkan corak adabi ijtima’i ialah mengungkapkan mengemukakan ungkapan-ungkapan Al-Qur’an secara teliti. Selanjutnya menjelaskan makna-makna yang dimaksud oleh Al-Qur’an tersebut, kemudian berusaha menghubungkan nas-nas Al-Qur’an dengan kenyataan sosial dan sistem budaya yang ada.

Tafsir adabi ijtima’i juga mencakup sisi balaghah, kemukjizatan Al-Qur’an, mengungkapkan makna dan tujuan Al-Qur’an. Menyingkap hukum-hukum alam raya dan norma-norma sosial masyarakat, memuat solusi bagi kehidupan masyarakat muslim secara khusus dan masyarakat luas secara umum.

Akan tetapi pada tafsir Aisar walaupun menggunakan corak fiqih dan adabi ijtima’i tidak dijelaskan secara terperinci. Karena metode yang digunakan pada tafsir ini ialah metode tahlili yakni menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara global.