Akar kata Hayyu dalam bahasa Arab klasik memiliki beberapa arti lain seperti hidup, hidup menjadi nyata, berbeda dengan makhluk bernyawa, untuk menghidupkan kembali, untuk menghidupkan, menjadi makhluk yang utuh, suara yang memanggil, menyeru, mengundang, dan mempercepat.
Di dalam Alquran kata Al – Hayyu didapatkan sebanyak 19 kali. 14 ayat berkait langsung dengan sifat dan asma’ Allah, sedangkan 5 ayat yang lain membicarakan mengenai manusia. Asmaul Husna Al–Hayyu memiliki arti, yaitu Yang Maha Hidup. Al Hayyu berasal dari kata hayiya – yahya – hayatun yang artinya hidup.
Kata Al–Hayyu dalam Al-Qur’an
Asmaul Husna Al–Hayyu secara sederhana memiliki makna bahwa Allah SWT merupakan satu-satunya Dzat Yang Hidup, akan tetapi kehidupan-Nya tidak dapat dikaitkan dan disamakan dengan kehidupan makhluk-Nya. Tidak hanya itu, Dzat-Nya tidak akan mati dan selalu kekal hidup. Allah SWT sempurna dan tidak tunduk pada kematian. Penyebutan terkait pemahaman Asmaul Husna Al – Hayyu ditampilkan beberapa kali di dalam Al-Qur’an.
Berikut beberapa contoh penyebutan Hayyu seperti dalam Surah Taha ayat 111 dan Surah Al-Furqan ayat 58
وَعَنَتِالْوُجُوهُلِلْحَيِّالْقَيُّومِوَقَدْخَابَمَنْحَمَلَظُلْمًا
Artinya: “Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman“.
وَتَوَكَّلْعَلَىٱلْحَىِّٱلَّذِىلَايَمُوتُوَسَبِّحْبِحَمْدِهِۦ ۚ وَكَفَىٰبِهِۦبِذُنُوبِعِبَادِهِۦخَبِيرًا
Artinya: “Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya“.
Hidup yang dialami manusia bermakna berbeda dari sifat-Nya. Berdasarkan tafsir tematik(maudhu’i), Al-Qur’an terkadang menerangkan perjalanan hidup manusia dengan redaksi
سَعَي yang berarti “lari-lari kecil”. Al-Qur’an menyebut kata سَعَي beserta derivasinya sebanyak 30 kali. Salah satu ayat terkait perjalanan hidup manusia dalam perspektif al-Qur’an.
Q.S Al – Lail ayat 4
إِنَّسَعْيَكُمْلَشَتَّى
Artinya : “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda“
Makna Kehidupan yang Diberikan Allah Swt
Memperoleh kehidupan bahagia sudah menjadi tujuan bagi tiap manusia yang hidup, namun dalam menjalaninya perlu terlebih dahulu untuk memahami kurikulum hidup yang jelas serta bagaimana cara memetakan hidup yang benar. Disebutkan di dalam Q.S Az-Dzaariyat ayat 56, tujuan kita hidup adalah menjadikan seluruh aktivitas kehidupan sebagai penghambaan kita kepadaNya, jangan bergeser dari fitrah kehidupan dimana kita tidak patuh pada perintahNya.
Dalam mencapai kebahagiaan hidup perlu progresivitas, dimana hidayah itu ibarat sinyal, Allah telah bentangkan seluas – luasnya, tergantung bagaimana kita hidup mau tidaknya mengambil sinyal tersebut. Demikian feedback dari Allah, setiap problematika dalam kehidupannya akan Allah berikan solusi. Kehidupan sudah pasti selalu dibayangi tantangan, karena orientasi kehidupan merupakan akhirat karena itu tantangannya tinggi. Oleh karena itu standar kehidupan berupa fitrahnya yaitu selalu bersanding dengan tantangan.
Kehidupan seseorang akan berjalan sesuai dengan usahanya, demikian kata-kata yang populer yang kerap sering kali kita dengar. Taqwa membuat pribadi seseorang lebih baik, dapat memahami tidak adanya perbedaan antara suka dengan duka, yang ada hanyalah rasa syukur. Ketika suka ia akan menggunakan konsep syukur dan saat berduka ada konsep sabar sehingga tidak berlarut dalam kesedihan.
Iman menjadi pilar utama dalam memperoleh taqwa, karena itu ketika amal dibarengi iman terciptalah amal sholeh serta tumbuh rasa taqwa sehingga terbukanya semua akses dalam menjalani kehidupan.Janji Allah ketika kita dapat mengoptimalisasi iman, amal sholeh, dan taqwa adalah: kebahagiaan, sukses, solusi kehidupan, ilmu pengetahuan, ampunan dosa, perbaikan karakter.
Semoga kita dapat memahami bahwa dalam hidup kita diberi pilihan, bagaimana cara kita menemukan makna hidup yang sebenarnya. Tidak pantaslah bagi seorang muslim hidup tanpa arah, karena hakikatnya kita hidup untuk menghamba, yakinlah ketika kita bisa melakukan perintah-Nya maka kita akan memperoleh transformasi kehidupan yang lebih baik. Dengan bertaqwa kita dapat memperoleh titik tertinggi bahagia dalam hidup, karena jiwa yang tenang melahirkan aktivitas yang cemerlang. Demikian inti pokok bagaimana cara memperoleh kehidupan yang bahagia berdasarkan konsep Al-Qur’an.
Editor: An-Najmi




























Leave a Reply