Hubungan erat yang terjalin antara pembelajar Nusantara dengan Ulama Timur Tengah memiliki proses-proses sejarah yang sangat kompleks. Hubungan yang berlangsung saat itu adalah hasil interaksi panjang, dan dapat dilacak sejak awal kedatangan dan penyebaran Islam di Nusantara sampai kurun waktu yang sangat panjang (antiquity). Yakni sejak adanya interaksi kaum Muslim Timur Tengah dengan Nusantara sampai Abad 18 akhir.
Awalnya, hubungan keduanya hanyalah sebatas hubungan dalam hal ekonomi dan dagang, lalu disambung dengan politik-keagamaan, lantas diikuti hubungan intelektual. Hubungan antara Muslim Nusantara dan Timur Tengah ini bermula sejak masa Phunisia dan Saba. Sebelum Islam datang, hubungan keduanya merupakan hasil perdagangan antara Arab-Persia dengan Dinasti Cina.
Kapal-kapal Aran dan Persia berdagang ke Cina, mereka melakukan perdagangan dengan melakukan pengembaraan di Nusantara; ini terjadi sangat jauh sebelum Islam menjadi populasi terbanyak di belahan dunia manapun, apalagi Nusantara.
*
Untuk mendapatkan info-info tersebut, kita bisa menemukannya di buku-buku yang mengupas tuntas tentang jaringan Ulama abad XVII dan XVIII, salah satunya adalah buku karya Prof. Azyumardi Azra dengan judul Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII, Akar Pembaharuan Islam Indonesia.
Untuk saat ini, referensi-referensi yang dijadikan acuan tentang sejarah panjang ini memang masih terbilang sulit ditemukan. Bahkan saat mengelilingi pusat penjualan buku terbesar di Jogja, saya hanya menemukan satu buah buku tentang jaringan ulama ini. Buku beliau yang luar biasa ini terdiri nyaris 500 halaman dengan space yang sedikit.
Buku yang sangat tebal ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, mulai dari Profesor Sejarah di Colombia University sampai Profesor Tamu di Institute of Islamic, Studies McGill University. Prof Azyumardi Azra mampu membawa pembacanya ke dalam sejarah-sejarah masa lalu yang panjang dan menakjubkan. Beliau juga menunjukkan, mendemosntrasikan akan pentingnya jaringan keilmuan dan spiritual yang akan menghubungkan banyak pihak dalam wujud yang tak diketahui di masa lalu.
Sehingga tidak berlebihan jika Prof Karel Steenbrink, berkata,
“Karya ini merupakan langkah ke depan yang amat penting untuk penulisan sejarah Islam di Asia Tenggara. Topic yang dipilih bukan topic kecil-kecilan, tetapi memang topic-topik yang benar-benar sangat komprehensif.”
*
Buku ini telah diterbitkan sejak 1993 silam, dengan terbitan Bahasa Inggrisnya tahun 2004. Karya ini telah menjadi klasik di bidangnya sekaligus ‘perenial’ karena menantang generasi seterusnya untuk melakukan penelitian dan kajian lanjutan dari berbagai skala. Baik itu local ataupun internasional, baik itu periode lampau ataupun kontemporer.
Karya luar biasa ini telah dijadikan rujukan Internasional, baik itu bagi peneliti ataupun penulis. Apalagi buku ini tidak hanya sebatas pada kajian perkembangan ulama Nusantara saja, melainkan juga memasukkan dinamika-dinamika Islam Nusantara secara menyeluruh, terutama yang erat kaitannya dengan Dunia Islam.
Di balik tulisan-tulisan yang menggugah semangat dalam belajar itu, beliau mencantumkan peta penyebaran Islam di Nusantara, rute perjalanan al-Sinkili di Arabia, dan pusat jaringan Ulama di Nusantara di abad ke 17 dan abad 18, sehingga akan membuat pembaca semakin ingin mendalami lautan ilmu di dalamnya.
Di dalam buku ini juga dicantumkan beberapa bagan yang akan memudahkan pembaca, ada bagan jaringan al-Raniri, al-Sinkili, hingga bagan jaringan Ulama Timur Tengah dan Melayu Indonesia pada abad ke 18. Kajian-kajian yang dibahas dalam buku sanga cocok bagi peminat kajian klasik pada abad 17 dan 18 karena dibahas dengan sangat baik dan jelas.
***
Penulis: Prof. Azyumardi Azra, Ph.D., M.PHIL., M.A.,CBE
Judul: Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII, Akar Pembaharuan Islam Indonesia
Penerbit: Kencana
Tahun terbit : 2013 Edisi Perenial
ISBN: 979-3465-46-8-297-9
***
Editor: Ananul


























Leave a Reply