Isu tentang kemungkinan dan eksistensi melihat Tuhan di dunia ini dan dunia lain telah menjadi kontroversi penting dalam sejarah teologi Islam, dan berfungsi sebagai penanda identitas utama bagi mazhab Sunni dan Mu’tazilah. Masalah ini telah mendapat perhatian yang cukup besar dalam kesarjanaan modern dan kontemporer. Salah satunya dikaji oleh Pieter Coppens dalam kajiannya Did Modernity End Polyvalence? Some Observations On ...
Kajian tentang “modernitas” menjadi salah satu topik yang digemari para pengkaji sejarah tafsir. Hal ini terlihat dari berbagai karya para sarjana yang terus berkembang mengenai topik ini. seperti karya J.M.S. Baljon dengan Tafsir Qur’an Muslim Modern-nya, J.J.G Jansen dengan the Interpretation of the Koran in Modern Egypt-nya. Hingga karya-karya belakangan seperti What’s Modern About Modern Tafsir? karya Mun’im Sirry, dan ...
Mesir telah lama menjadi pusat ilmu pengetahuan Islam pasca runtuhnya Baghdad dan Andalusia, bahkan salah satu Universitas tertua dalam sejarah umat Islam berdiri di sana; Universirtas al-Azhar. Di samping itu, kondisi sosial, sejarah, dan politik Mesir juga turut berperan dalam membentuk lingkungan tradisionalis yang menyulitkan perempuan mengambil peran dalam banyak hal di Mesir. Dalam kondisi sosial politik demikianlah para mufassirah ...
Proses memahami teks-teks keagamaan dalam tradisi Islam terus berlangsung sejak era awal kemunculan Islam hingga era kontemporer. Kegiatan “memahami” tersebut tidak jarang menimbulkan perdebatan dan klaim-klaim kebenaran di kalangan ulama’. Hingga muncul pertanyaan “siapakah pemegang otoritas terhadap pemahman teks keagamaan?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Khaled Abou el Fadl dalam bukunya yang berjudul Speaking in God’s Name: Islamic Law, Authority and ...
Dalam sejarah kajian al Qur’an, kegiatan penafsiran ayat-ayat suci telah dilakukan sejak periode awal perkembangan Islam. Kegiatan menafsirkan itu, berlangsung terus menerus hingga era modern untuk menjawab satu pertanyaan pokok. Yaitu “bagaimana al-Qur’an seharusnya dipahami dan ditafsirkan pada masa sekarang ini?” Ini adalah satu dari pertanyaan utama Abdullah Saeed. 3 Pendekatan Tafsir Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Abdullah Saeed dalam bukunya ...
Dalam sejarah kajian al-Qur’an dan tafsir, tercatat sebuah pendekatan yang melibatkan lebih banyak porsi tekstual dalam menafsirkan al-Qur’an, pedekatan ini lumrah disebut tekstualis. Sekilas, jika kita membaca judul buku yang ditulis oleh Jorge. J. E. Gracia, seorang professor dalam bidang filsafat di Departement of Philosophy, University at Buffalo di New York, yaitu “A Theory of Textuality : The Logic and ...
Sebagian besar penggunaan ganja adalah untuk tujuan rekreasional, untuk melarikan diri dari masalah, atau untuk mendapatkan performance yang mungkin bukan sesungguhnya. Beberapa kasus penggunaan ganja banyak dijumpai pada seniman yang katanya akan bisa meningkatkan kreativitasnya. Sehingga hal ini akan meninggalkan generasi yang lemah, yang tidak bisa memecahkan masalah, yang “penipu” karena tidak menunjukkan kemampuan sebenarnya (performance-nya akan bagus kalau di ...
































Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.