Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Al-Tusi: Maha Guru Ahli Astronomi dan Pencetus Teori Rotasi Bumi

Al-Tusi
Gambar: tirto.id

Era sekarang dalam pelajaran mengenai fisika, matematika, astronomi kita hanya disuguhkan dengan tokoh-tokoh Barat yang mengklaim baik itu rumus maupun penemuannya murni berasal dari pemikirannya. Padahal sejatinya, awal mula lahirnya ilmu-ilmu tersebut berawal dari penemuan dari hasil berpikirnya ilmuwan muslim pada saat itu.

Terutama dalam bidang astronomi, sebut saja seperti teori rotasi bumi yang merupakan buah hasil dari pemikiran al-Tusi. Seorang ilmuwan Islam yang begitu taat. Melalui tulisan ini, penulis akan memperkenalkan al-Tusi dengan biografinya, perjalanan intelektualnya sekaligus penemuan-penemuannya dibidang astronomi.

Biografi Al-Tusi

Nama lengkapnya ialah Abu Ja’far Muhammad ibn Muhammad ibnu al-Hasan Nasiruddin al-Tusi. Beliau besar di kota Thus, sebuah kota yang berada Iran bagian Timur. Dari nama tempatnya itu juga, beliau dipanggil al-Tusi. Ia lahir pada tanggal 18 februari 1201 M. (Dwiyono, 2012)

Al-Tusi memiliki banyak nama julukan penghormatan. Ada yang menggelarinya Muhaqqiq al-Yusi, Khuwaja Tusi dan Khuwaja Nasir. Ketika al-Thusi masih belia, penduduk kota Thus dilanda ketakutan. Bahkan pada saat itu ilmuwan tidak bisa lagi mengembangkan ilmu karena mereka juga dilanda ketakutan. Akibatnya pendidikan menjadi begitu terhambat. Namun bagi al-Tusi, meskipun ia masih kecil namun keinginan dia untuk belajar sangat besar pada saat itu.

Rihlah Intelektual

Al-Tusi disekolahkan dalam lingkungan agama. Di sana ia mempelajari al-Qur’an dan hadis. Al-Tusi juga mendalami akidah dan juga hukum Islam. Ia sangat cepat menguasai pelajaran agama. Selain bidang agama pun al-Tusi juga mempelajari ilmu fisika, matematika, metafisika dan logika atau mantiq.

Ketika diusia remaja, ia menjadi ilmuwan muda yang begitu disegani. Namun kabar buruk  datang pada tahun 1220 M. Pasukan Mongol pada saat itu kembali lagi menyerang kota Thus. Hingga kampung halamannya menjadi hancur lebur. Dia begitu amat sedih kehilangan keluarga tercintanya.

Baca Juga  Tafsir Q.S Yusuf Ayat 53: Kisah Nabi Yusuf Dalam Melawan Hawa Nafsu

Kemudian ia tertangkap oleh pasukan Mongol. Ternyata ilmu pengetahuan yang ia miliki menyelamatkan nyawanya. Hulagu Khan yang saat itu menjadi raja Mongol menjamin keselamatannya. Kebetulan Hulagu Khan menyukai ilmu pengetahuan. Dia begitu kagum dengan kepintaran al-Tusi. Bahkan raja Mongol itu mengangkatnya sebagai penasehat. Ia diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya.

Ahli Astronomi dan Penemu Teori Rotasi Bumi

Al-Tusi menunjukkan bakat yang begitu luar biasa di bidang astronomi. Ia mempelajari berbagai rahasia luar angkasa. Benda-benda langit diamatinya dengan teliti. Ia pun kemudian menulis buku Al-Tazkirah fi Ilm Al-Hay’ah. (Rakhmadi, 2018)

Buku ini menceritakan berbagai keajaiban di langit. Ini merupakan buku astronomi yang begitu layak dipuji. Dalam buku tersebut ia menjelaskan mengenai rahasia angkasa dengan berbagai bukti yang begitu kuat.

Makin lama buku beliau tersebut semakin mempengaruhi dunia. Ia memberikan pengaruh yang sangat besar karena ia bisa menjelaskan model-model planet secara konstruksi geometris. Ilmuwan Barat memujinya dengan menyebut Tusi Couple.

Sebelum al-Tusi, banyak ilmuwan yang mengira bahwa bumi ini hanya diam tanpa bergerak. Ini disebut dengan teori ptolemy. Namun, ketika al-Tusi mendalami ilmu astronomi, ia menolak pendapat tersebut. Menurutnya bumi itu bergerak. Sehingga ilmuwan yang baru mendengar teori tersebut sangat terkejut karena terbiasa berpendapat bahwa bumi itu diam.

Tidak sedikit ilmuwan yang menolak pendapatnya tersebut. Namun ia tetap berusaha membuktikan kebenarannya. Bahwa pergerakan bumi itu disebut dengat rotasi bumi. Dan ilmuwan zaman kontemporer sudah membuktikan kebenaran dari teori ilmuwan muslim tersebut.

Membangun Observatorium Canggih

Hulagu khan, raja Mongol pada saat itu sangat terkagum-kagum dengan kecerdasan al-Tusi. Raja mongol begitu menghormatinya. Bahkan, ia mengatakan apapun keinginan al-Tusi maka ia akan mengabulkannya.

Baca Juga  Buletin Jum'at: Menebar Rahmat Bagi Kehidupan

Dan kemudian, al-Tusi menemui raja Mongol dia berkata, “Saya ingin membangun observatorium”. Observatorium merupakan tempat mengamati angkasa luar. Tentunya pembangunan observatorium membutuhkan biaya yang mahal. Permintaannya membuat orang-orang terkejut. Bahkan mereka begitu khawatir bahwa raja Mongol akan marah. Namun bukannya marah, Hulagu Khan begitu senang mendengarkannya. 

Ia terus meyakinkan raja bahwa ia akan serius membangun observatorium tersebut. Sang raja kemudian mendatangkan ahli dari Persia dan Cina. Dia menginginkan observatorium yang terbaik. Kemudian 13 belas tahun setelahnya, observatorium tersebut berhasil dibangun. Sehingga pengamatan benda-benda langit berjalan semakin baik. Dan banyak penemuan-penemuan yang ia dapatkan dengan Obsevatorium tersebut.

Akhir Hayat Al-Tusi

Beliau meninggal dunia pada tanggal 25 Juni 1274 M. Dunia begitu sedih ketika kehilangan ilmuwan yang menarik ini. Hingga namanya diabadikan menjadi salah satu kawah di bulan (Dwiyono, 2012).

Ada pelajaran yang begitu penting dari kehidupan al-Tusi. Ilmuwan hebat itu jika kita membaca kisahnya, beliau mengajarkan betapa pentingnya cinta. Menurutnya cinta dibutuhkan oleh manusia beradab. Cinta yang membuat kehidupan manusia menjadi baik. Dengan cinta kepada ilmu akan menghasilkan penemuan yang baik pula. Mencintai Sang Pencipta, maka kita akan menjadi orang yang sangat taat.

Penyunting: M. Bukhari Muslim