Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Hubb: Makna Cinta dan Prespektifnya dalam Al-Qur’an

hubb
Sumber: istockphoto.com

Kata hubb atau cinta adalah suatu kata yang familiar kita dengar dalam berbagai pengucapan pada berbagai koteks, kata hubb ini tidak hanya dapat diartikan pada satu perspektif. Berbeda  orang, berbeda pemikiran, dapat berbeda pula maksud yang tersirat dalam  kata itu, salah satu contohnya dalam buku Tokoh-tokoh sufi karya Solihin Muhammad, salah satu tokoh sufi wanita sebagai peletak dasar tasawuf berdasarkan Al-Mahabbah (cinta) kepada Allah yaitu Rabi’ah Al-Adawiyah, menurutnya cinta adalah cinta abadi kepada tuhan yang melibihi cinta kepada apapun yang ada. Kepatuhannya kepada Allah bukan merupakan tujuan.

Sebab ia tidak mengharapkan nikmat surga maupun azab neraka, akan tetapi, ia mematuhu-Nya karena  cinta kepada-Nya semata. Itu adalah prespektif hubb atau cinta dari seorang  Rabi’ah Al-Adawiyah. Di dalam al-Qur’an tentu saja juga terdapat kata hubb yang tersebar di beberapa surat dan ayat dalam koteks makna yang bermacam-macam. Dalam tulisan akan membahas makna dari kata hubb serta prespektif-prespektif dari kata hubb yang ada di dalam al-Qur’an.

Makna dan derivasinya

Dalam bahasa Arab hubb berasal dari kalimat احب-يحب-حبا-محبة yang berarti mencintai secara mendalam, atau kecintaan atau cinta secara mendalam. Kata hubb berkembang dengan berbagai bentuk sebagai derivasinya. Diantaranya adalah Hibbu(حب) yang berarti orang yang bergembira atas cintanya. Kemudian Habab (حبب) yang memiliki arti gigi yang tersusun rapi sebagai perumpamaan cinta, jadi cinta itu diibaratkan dengan gigi yang baik dan tersusun rapi. Lalu Istihbab (استحباب) adalah mencari dan memilih seseorang dengan melihat sesuatu yang bisa mengantarkan pada  rasa cinta, dan Hubab (حباب) yaitu gelombang air yang juga dijadikan perumpamaan cinta.

Baca Juga  K.H. MA. Sahal Mahfudh Sebagai Bapak Fiqih Sosial

Hubb dalam al-Qur’an dengan prespektif yang berbeda

 Berikut ini adalalah contoh-contoh ayat yang mengandung makna hubb yang berbeda:

  • Hubb/ cinta yang bermakna lebih dari sekedar keinginan

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْٓا اٰبَاۤءَكُمْ وَاِخْوَانَكُمْ اَوْلِيَاۤءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْاِيْمَانِۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ٢٣

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu mrnjadi pelindung, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa diantara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.(QS. at-Taubah:23)

  • Hubb yang bermakna ketaatan kepada Allah, mementingkan Allah dari selain-Nya

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓ ۙاَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍ ۗذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٥٤

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut kepada orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah maha luas (pemberian-Nya), lagi maha mengetahui. (QS. al-Maidah: 54)

  • Hubb yang bermakna menyukai orang yang taat

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ ١٥٩

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. Ali ‘Imran:159)

  • Hubb yang bermakna keimanan itu cinta
Baca Juga  Love Language Qurani: Rekonstruksi Mawaddah Wa Rahmah

وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ فِيْكُمْ رَسُوْلَ اللّٰهِ ۗ لَوْ يُطِيْعُكُمْ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنَ الْاَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الرّٰشِدُوْنَۙ ٧

Dan ketahuilah olehmu bahwa  di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalan beberapa urusan, benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapoi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu dan menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan-jalan yang lurus. (QS. al-Hujurat: 7)

  • Hubb yang bermakna rasa suka yang melalaikan

فَقَالَ اِنِّيْٓ اَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّيْۚ حَتّٰى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِۗ ٣٢

Maka ia berkata: “sesunggugnya aku menyukaikesenangan terhadap barang yang baik(kuda) sehingga aku lalai mengingat tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan.” (QS. Sad: 32)

  • Hubb yang bermakna tidak menyukai perilaku yang tidak  disukai

يَمْحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرْبِى الصَّدَقٰتِ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيْمٍ ٢٧٦

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (QS. Al-Baqarah: 276).

Editor: An-Najmi