Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Anak-anak Menjadi Pemateri Kultum di Bulan Ramadan, Bagaimana Sebaiknya ?

akhlaqi
Sumber: https://www.istockphoto.com

Di sebagian momen kajian singkat atau kuliah tujuh menit (kultum) pada bulan Ramadhan, yang bertindak sebagai pemateri adalah mereka yang masih berusia muda, mungkin remaja awal atau bahkan anak-anak. Dimana beberapa pesantren secara khusus memberi tugas pada para santrinya untuk menjadi pemateri di beberapa acara tertentu di bulan Ramadhan.

Di sisi yang lain, sebagian jama’ah masjid tempat acara itu, yang secara khusus yang telah berusia lanjut memandang bahwa keberadaan anak-anak ini sebagai pemateri kurang baik dan bahkan dianggap kurang layak. Lalu bagaimanakah sebaiknya ?

Pertama, Tujuan Penugasan ini Adalah Kaderisasi

Perlu menjadi catatan penting bahwa tujuan utama penugasan anak-anak atau remaja yang menjadi pemateri di beberapa acara ini adalah untuk kaderisasi muballigh sekaligus pemimpin di masa mendatang, dimana kemampuan berorasi atau berpidato dinilai menjadi salah satu kemampuan dasar, terlebih bagi para kader dakwah.

Kemahiran berpidato tidak bisa tercapai dalam waktu yang singkat, membutuhkan latihan demi latihan dan tentu dengan pengawasan dan evaluasi agar semakin baik di kesempatan berikutnya. Sehingga para senior, pimpinan takmir setempat perlu memberi kesempatan pidato pada mereka dan memberi apresiasi dan respon yang baik, yang dimana hal ini juga memberikan pengalaman berharga bagi generasi penerus.

Kedua, Beri Saran untuk Perbaikan

Jikapun ada yang kurang, maka perlu memberi nasehat dan saran agar lebih baik setelahnya. Karena mereka sedang berproses dan berlatih. Mereka tidak menggurui atau digurui ketika berpidato. Perlu pemberian saran dengan cara yang baik, yang tidak menghancurkan semangat mereka untuk berlatih, dan memberikan pengalaman baik agar mereka terus berlatih pidato, dan pengalaman berpartisipasi dalam dakwah sejak dini.

Ketiga, Buat Program Khusus Jika Perlu

Baca Juga  Hikmah di balik Syariat Puasa pada Bulan Ramadan

Jika anak-anak dan remaja ini masih dinilai kurang tepat untuk memberi kajian ringan, kultum dan semisalnya di hadapan yang berusia lebih tua, maka membuat program khusus untuk melatih mereka berpidato di hadapan anak-anak atau remaja yang berusia sebaya atau lebih muda menjadi alternatif. 

Keempat, Kaderisasi Bertahap

Melatih seorang anak atau remaja berpidato membutuhkan tahapan yang tidak cepat. Sekalipun tidak bisa digeneralisir. Tahap yang disarankan dalam latihan berpidato adalah dari lingkup keluarga, dimana para anggota keluarga mendukung anak tersebut untuk berpendapat dan diapresiasi.Lalu lingkup anak-anak dan remaja sebagai komunitas yang seusia dan segenerasi. Sehingga akan terbiasa dengan kebiasaan baik dan berlangsung terus menerus hingga di usia dewasa.

Selanjutnya lingkup masyarakat, termasuk di mimbar masjid atau acara-acara semisalnya. Seiring berjalan waktu, seorang anak atau remaja akan tumbuh dan berkembang, begitu juga setiap orang akan menua. Tugas mulia dalam berdakwah selalu menuntut untuk menyiapkan generasi dan kader yang tepat.

Seorang yang memiliki minat di bidang sejarah, dakwah dan pendidikan Islam. Memiliki keseharian sebagai peneliti dan penulis di ketiga bidang yang menjadi minatnya. Monggo, silaturrahmi di media sosialnya.