Bermusyawarah merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan dalam kehidupan bermasayarakat. Hal tersebut disebabkan karena dalam kehidupan bermasyarakat pasti terdapat banyak sekali perbedaan pendapat antara satu dengan yang lain. Akan tetapi di zaman Millenial ini banyak orang beranggapan bahwa musyawarah adalah kegiatan yang membosankan. Padahal dengan melakukan musyawarah kita dapat belajar menjadi pribadi yang lebih percaya diri karena dalam musyawarah juga terdapat hal-hal penting yang wajib dilakukan. Seperti, berani mengungkapkan pendapat dengan cara yang baik dan sopan. Begitu juga saling menerima pendapat satu sama lain dan yang terpenting kita bisa lebih menghargai orang lain. Maka dapat dikatakan bahwa musyawarah adalah cara terbaik dalam mencari ide-ide juga dalam penyelesaian suatu masalah.
Musyawarah dalam al-Qur’an
Pembahasan mengenai musyawarah banyak tertuang dalam ayat al-Qur’an salah satu contohnya dalam surat Ali Imran ayat 159 yang berbunyi:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
Artinya:” maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan lah mereka dan mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. kemudian apa bila kamu telah membulatkan tekad maka bertakwallah kepada Allah. Sesungguhnya allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-nya.”
Tafsir ayat di atas dijelaskan disebabkan rahmat Allah SWT yang diberikan kepadamu dan belas kasih yang dijadikan Allah SWT di hatimu, kamu berlaku lembut, akrab , dan toleran terhadap kaum mukminin. Sehingga kamu mau memaafkan kesalahan mereka dan menutupi kekurangan mereka. Padahal, mereka kerap menyalahi perintahmu dan tidak berdiri teguh bersamamu dalam peperangan. Ini adalah rahmat dari Allah SWT yang diberikan kepadamu seandainya kamu wahai (nabi Muhammad) yang mulia-keras dalam ucapan, kasar, dalam perangai. Niscaya para sahabatmu akan pergi meninggalkanmu dan enggan membelamu. Hanya saja, karenaakhlakmu yang baik, Allah SWT. menyatukan semua hati mereka kepadamu, mempertautkan segala jiwa kepadamu.
Kamu harus memberi maaf atas kesalahan orang-orang yang beriman, yaitu kesalahan dalam melanggar perintahmu. Mohonlah kepada rabb-mu agar mengampuni segala dosa dan kesalahan mereka. sesungguhnya Allah SWT maha pengampun lagi maha penyayang. Bermusyawarahlah dengan para sahabatmu dalam segala perkara penting, agar mereka merasyakan kamu dekat dengan mereka, dan supaya kamu menjadi panutan bagi para pemimpin sepeninggalmu dan apabila pendapmu sudah mantap atas suatu perkara maka bulatkanlah tekadmu, majulah, dan ber tawakallah kepada rabb-mu SWT.
Anjuran Musyawarah
Melihat dari tafsiran di atas bahwa Allah SWT menegaskan beberapa kata termasuk kata”bermusyawarahlah dengan sahabatmu dalam segala perkara penting”. Dapat dipastikan bahwa musyawarah sangatlah penting bagi kehidupan sehari-hari. Karena musyawarah merupakan satu-satunya cara yang dilakukan dengan kepala dingin serta musyawarah juga merupakan cara terbaik untuk mendapat keputusan. Karena keputusan yang dihasilkan dengan cara bermusyawarah adalah keputusan yang telah disetujui oleh orang banyak dan pastinya tidak akan merugikan pihak manapun.
Maka tak heran jika Allah SWT. menegaskan dalam al-Qur’an tentang musyawarah yang berguna untuk menyelesaikan perkara penting maupun memutuskan suatu keputusan. Kemudian setelah penegasan mengenai musyawarah, dilanjutkan dengan kalimat “dan apabila telah mantap atas suatu perkara maka bulatkan lah tekadmu damn bertawakallah kepada Allah SWT.” Bahwa setelah adanya musyawarah maka harus dilanjutkan dengan menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT. Karena suatu hal tidak akan terjadi jika tanpa izin-Nya.
Pentingnya Bermusyawarah Jika Dikaji dengan Pendekatan Fenomenologi
Dilihat dari segi fenomena kehidupan bermasyarakat dalam kesehariannya tidak akan luput dari masalah-masalah yang terjadi. Maka dari itu pasti dibutuhkan adanya penyelesaian. sedangkan jika dilihat dari masyarakat saat ini. Jika memiliki masalah untuk memaafkan adalah hal yang sulit, hal ini kebanyakan terjadi pada kalangan remaja. Sedangkan hal tersebut sangat berbanding terbalik dengan apa yang di perintahkan Allah SWT, dalam ayat al-Qur’an untuk menyelesaikan masalah dengan musyawarah daripada kekerasan, yang dapat dipastikan dapat merugikan pihak tertentu maupun perpecahan hubungan persaudaraan antar manusia. Yang Adapun jika dilihat dari manfaaat, bermusyawarah sangatlah baik, seperti:
- Menumbuhkan rasa kebersamaan
- Dapat menyatukan perbedaan pendapat
- Terdapat nilai adil dalam keputusan yang dibuat
- Masalah dapat segera terselesaikan
- Keputusan yang diambil tidak merugikan pihak manapun
- Terciptanya stabilitas emosi. dll.
Kesimpulan
Dari kesimpulan di atas maka dapat disimpulkan bahwa bermusyawarah adalah suatu hal yang penting dalam kehidupan. Hal tersebut terbukti dari baberapa ayat al-Qur’an yang menegaskan akan pentingnya bermusyawarah dalam memutuskan sebuah keputusan. Serta pentingnya bermusyawarah juga diterapkan dalam salah satu isi pencasila, yaitu sila keempat yang berbunyi, “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.” Yang dapat dikatakan juga Indonesia termasuk negara yang mementingkan musyawarah. Musyawarah sendiri merupakan bagian yang tak akan terputus dengan islam dan akan terus seperti itu.
Editor: An-Najmi





























Leave a Reply