Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Kemudian itu Allah meneruskan lagi sabdaNya kepada Bani Israil dengan mengingatkan kesalahan selama ini:  “Apakah kamu suruh manusia berbuat kebajikan dan kamu lupakan dirimu (sendiri), padahal kamu membaca Kitab; apakah kamu tidak fikirkan?” (ayat 44). Teguran keras ini adalah kepada pemuka-pemuka dan pendeta-pendeta mereka. Bukan main keras larangan mereka: “lni haram!”. Bukan main keras perintah mereka: “lni wajib”, seakan-akan merekalah ...

Kemudian dijelaskan lagi oleh Tuhan: “Dan percayalah kamu kepada apa yang Aku turunkan.” (pangkal ayat 41). Yaitu al-Quran yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w. Yang bersetuju dengan apa yang ada sertamu.” , yaitu kitab Taurat. Jika kamu tilik kembali isi Taurat, yang memerintahkan kamu percaya kepada Allah Ta’ala atau Allah Yang Esa, jangan membuat berhala untukNya, dan hendaklah hormat kepada ibu ...

Sebagai telah kita maklumi pada keterangan-keterangan di atas selain dari persukuan Arab Bani Aus dan Bani Khazraj, maka ada pula penduduk Madinah dari pemeluk agama Yahudi. Mereka bukanlah bangsa Arab keturunan Qahthan atau Adnan. Tetapi mereka adalah keturunan dari Nabi Ya’kub alaihis-salam. Ya’kub putera dari Ishak dan Ishak putera dari lbrahim, semuanya adalah Rasul Allah. Beliau beranak laki-laki 12 orang, ...

Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan kepada ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, yang mereka di dalamnya akan kekal.“ Surah Al-Baqarah Ayat 39 Sebagai kunci dari sabda-sabda mengenai Adam dan isterinya ini, maka berfirmanlah Tuhan selanjutnya.  “Dan orang-orang yang kafir, dan mendustakan ayat-ayat Kami.” (pangkal ayat 39). Yaitu yang tidak mau memperdulikan pesan-pesan yang telah diberikan Allah kepada Adam dan ...

Adam bukanlah diusir dari syurga, tetapi diberi tugas menegakkan kebenaran dalam bumi dan diberi tuntunan. Orang Nasrani mengatakan bahwa dosa Adam itu telah menjadi dosa waris turun temurun kepada segala anak-cucunya, dan naiknya Isa Almasih ke atas kayu saliblah yang menebus dosa warisan Adam itu. Kita mengakui bahwa kejadian dari manusia, gabungan akal dan nafsu, pertentangan cita-cita mulia dengan kehendak-kehendak ...

“Maka digelincirkanlah keduanya oleh syaitan dari (larangan) itu, dan dikeluarkanlah keduanya dari keadaan yang sudah ada mereka padanya.” (pangkal ayat 36). Artinya masuklah syaitan ke tempat mereka, lalu merayu dan memperdayakan mereka, supaya mereka makan juga buah pohon yang terlarang itu, sampai syaitan mengatakan bahwa itulah pohon kekal, siapa yang memakan tidak ikan mati-mati. Sampai karena pandainya syaitan merayu keduanya ...

“Dan berkata Kami: Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isteri engkau di taman ini, dan makanlah berdua daripadanya dengan senang sesuka-sukamu berdua; dan janganlah kamu berdua mendekat ke pohon ini, karena (kalau mendekat) akan jadilah kamu berdua dan orang-orang yang aniaya.” (ayat 35). *** Kembali kepada Hadis-hadis tadi, Memang ada sebuah riwayat pula yang dikeluarkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, ...

“Dan berkata Kami: Wahai Adam! Tinggallah engkau dan isteri engkau di taman ini, dan makanlah berdua daripadanya dengan senang sesuka-sukamu berdua; dan janganlah kamu berdua mendekat ke pohon ini, karena (kalau mendekat) akan jadilah kamu berdua dan orang-orang yang aniaya.” (ayat 35). Setelah lepas dari ujian tentang nama-nama ilmu yang diajarkan Allah, dan lulus dari ujian ini melebihi Malaikat, setelah ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami berkata ke da Malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam! Maka sujudlah mereka, kecuali iblis, enggan dia dan menyombong, karena adalah dia dari golongan makhluk yang kafir.” (ayat 34). Inilah kelanjutan dari pelaksanaan keputusan Allah mengangkat Khalifah di bumi itu. Adam telah dijadikan dan telah diajarkan kepadanya berbagai nama, dan banyak ilmu yang diberikan kepadanya, yang tidak diberikan ...

Arti yang tepat dalam bahasa kita terhadap kalimat Khalifah ini, hanya dapat kita ungkapkan setelah kita kaji apa tugas Khalifah. Seketika Rasulullah s.a.w. telah wafat, sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. sependapat mesti ada yang menggantikan beliau mengatur masyarakat, mengepalai mereka, yang akan menjalankan hukum, membela yang lemah, menentukan perang atau damai dan memimpin mereka semuanya. Sebab dengan wafatnya Rasulullah, kosonglah jabatan pemimpin ...