Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Ayat 61 ” Dan (ingatlah) seketika kamu berkata: Wahai Musa, tidaklah kami akan tahan atas makanan hanya semacam.” (pangkal ayat 61). Ini juga menunjukkan kekecilan jiwa dan kemanjaan. Mereka telah diberi jaminan makanan yang baik, manna dan salwa. Manna yang semanis madu dan daging burung, salwa yang empuk lezat. Dengan demikian mereka tidak usah menyusahkan lagi makanan lain pada ...

Tafsir Ayat 59 “Maka menggantilah orang-orang yang durhaka dengan kata-kata yang tidak diperintahkan kepada mereka.” (pangkal ayat 59). Maka kata Hiththah yang berarti permohonan ampun kepada llahi, mereka ganti dengan kata lain, yaitu hinthah yang berarti minta gandum kepada llahi. Artinya bukanlah mereka merundukkan kepala dengan segala kerendahan hati kepada Tuhan, sebab negeri itu telah dapat ditaklukkan, melainkan hanya mengingat ...

Tafsir Ayat 57 Kemudian diperingatkan Tuhan pula nikmat lain yang telah diberikan kepada mereka: “Dan telah Kami teduhi atas kamu dengan awan dan telah Kami turunkan kepada kamu manna dan salwa.” (pangkal ayat 57). Empat puluh tahun lamanya mereka tertahan di padang Tih, sebagai hukuman karena mereka tidak berani masuk ke negeri yang dijanjikan itu, sebagaimana kelak akan ada lagi ...

Tafsir Ayat 55 “Dan (ingatlah) tatkala kamu berkata kepada Musa: Wahai Musa! Tidaklah kami mau percaya kepada engkau, sehingga kami lihat Allah itu dengan terang.” (pangkal ayat 55). Ingatlah hai Bani Israil, bahwa setelah nenek-moyang kamu itu membuat berhala anak lembu sampai disuruh taubat dengan membunuh diri, janganlah kamu sangka bahwa mereka telah berhenti hingga itu saja. Patutlah hal itu ...

Tafsir Ayat 54 “Dan (ingatlah) seketika berkata Musa kepada kaumnya: Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu (sendiri) dengan kamu mengambil anak lembu itu.” (pangkal ayat 54) -menjadi Tuhan. Kamu telah di beri maaf, karena mungkin kamu belum mengerti benar-benar perbedaan agama kita yang diturunkan Tuhan dengan faham-faham yang dianut oleh orang Mesir dengan Fir’aunnya itu, sehingga kamu sangka ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami janjikan kepada Musa empatpuluh malam, kemudian kamu ambil anak lembu sepeninggalnya; dan adalah kamu orang-orang yang aniaya.” (ayat 51). Ingatlah tatkala telah selamat kamu diseberangkan, dilepaskan dari penindasan dan kehinaan, Tuhan Allah telah memanggil Musa menghadap Allah, atau bersunyi diri membuat hubungan jiwa dengan Allah, di lembah Thuwa di pegunungan Thur! Sebab apabila kamu telah selamat ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami belahkan lautan untuk kamu” (pangkal ayat 50). Yaitu tatkala telah berpuluh tahun Musa dan Harun, Utusan Kami berjuang membangkitkan kamu dari dalam lembah kehinaan dan perbudakan, dan ingin membawa kamu ke tanah pusaka nenek-moyang kamu yang kaya dengan susu dan madu, Fir’aun menahan kamu tidak boleh pergi, karena kalau kamu pergi Fir’aun kehilangan 600.000 manusia yang ...

“Dan (ingatlah) tatkala Kami selamatkan kamu dari pada kaum Fir’aun yang telah menindas kamu dengan seburuk-buruk siksaan; mereka sembelih anak-anak laki-laki kamu dan mereka hidupi perempuan-perempuan kamu, dan pada yang demikian itu adalah bencana yang besar daripada Tuhan kamu.” (ayat 49). Seketika mereka sampai ke puncak kemegahan yang menimbulkan kesombongan, merasa diri istimewa daripada bangsa yang lain, diingatkanlah betapa mereka ...

“Wahai Bani Israil!” (pangkal ayat47). Mereka dipanggil lagi dengan nama yang terhormat itu. Dengan menyebut nama nenek-moyang mereka yang mulia itu, nama kehormatan yang dianugerahkan Tuhan kepada Ya’kub Amir Pahlawan Allah, moga-moga mereka sadar kembali. Memang Tuhan mengajarkan kepada RasulNya agar memanggil orang dengan nama yang Dia senangi. Apatah lagi dengan memanggil mereka dengan nama itu, tercakuplah mereka jadi satu ...

Dan siapakah orang yang bisa menjadi khusyu’? “(Yaitu) orang-orang yang sungguh percaya, bahwasanya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, dan bahwasanya kepadaNya mereka okan kembali.” (Ayat 46) Untuk menambahkan khusyu’ hendaklah kita ingat, sampai menjadi keyakinan, bahwasanya kita ini datang ke dunia atas kehendak Tuhan dan akan kembali ke akhirat dan akan bertemu dengan Tuhan. Di hadapan Tuhan akan kita ...