Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Penafsiran yang kedua ialah Khalifah dari Allah sendiri. Diantara makhluk sebanyak itu manusialah yang telah dipilih Allah menjadi KhalifahNya, yaitu Adam dan keturunannya. (Lihat Surat an-Naml ayat 62). Demikian kata mereka. Pada manusia itulah Allah menyatakan hukumNya dan peraturanNya; Dia menjadi Khalifah untuk mengatur bumi ini, untuk mengeluarkan rahasia yang terpendam di dalamnya. Dianugerahkan kepadanya akal. Akal itupun suatu yang ...

Kemudian kita teruskan lanjutan ayat. Setelah itu Allah pun melanjutkan apa yang telah Dia tentukan, yaitu menciptakan Khalifah itu; itulah Adam. “Dan telah diajarkanNya kepada Adam nama-namanya semuanya.” pangkal ayat 31. Artinya diberilah oleh Allah kepada Adam itu semua ilmu: “Kemudian Dia kemukakan semuanya kepada Malaikat, lalu Dia berfirman: Beritakanlah kepadaKu nama-nama itu semua, jika adalah kamu makhluk-makhluk yang benar.” ...

Sekarang kita uraikan terlebih dahulu tentang, apa atau siapakah Malaikat itu? Malaikat untuk banyak dan Malak untuk satu. Tuhan menyebut di dalam al-Quran tentang adanya makhluk Allah bernama Malaikat. Disebutkan pekerjaan atau tugas mereka; ada yang mencatat amalan makhluk setiap hari, dan mencatat segala ucapan, ada yang membawa wahyu kepada Rasul-rasul dan Nabi-nabi, ada yang menjadi duta-duta (safarah) yang memelihara ...

Dengan dua ayat berturut-turut, yaitu ayat 28 dan 29 perhatian kita insan ini disadarkan oleh Tuhan. Pertama, bagaimana kamu akan kufur kepada Allah, padahal dari mati kamu Dia hidupkan. Kemudian Dia matikan, setelah itu akan dihidupkanNya kembali untuk memperhitungkan amal. Bagaimana kamu akan kufur kepada Allah, padahal seluruh isi bumi telah disediakan untuk kamu. Lebih dahulu persediaan untuk menerima kedatanganmu ...

Dialah yang telah menjadikan untuk kamu apa yang di bumi ini sekaliannya.” pangkal ayat 29 Alangkah besar dan agung Qudrat al-Khaliq itu, dan alangkah besar Rahman dan Rahim yang terkandung di dalamnya. Semuanya ini bukan untuk orang lain, tetapi untuk kamu, untuk kamu saja, hai manusia! Sehingga air yang mengalir, lautan yang terbentang, kayu yang tumbuh di hutan, batu di ...

“Betapa kamu hendak kufur kepada Allah, padahal adalah kamu mati, lalu dihidupkanNya kamu.” (pangkal ayat 28). Cobalah fikirkan kembali daripada tidak ada, kamu telah Dia adakan. Entah di manalah kamu dahulunya tersebar; entah di daun kayu, entah di biji bayam, entah di air mengalir, tidak ada bedanya dengan batu tercampak, rumput yang lesa terpijak, ataupun serangga yang tengah menjalar, kemudian ...

“Yaitu orang-orang yang memecahkan janji Allah sesudah dia diteguhkan.” (pangkal ayat 27). Apakah janji Allah yang teguh yang telah mereka pecah? Janji Allah terasa dalam diri kita sendiri-sendiri, yang ditunjukkan oleh akal kita. Janji Allah bersuara dalam batin manusia sendiri. Yaitu kesadaran akalnya. Tadi pada ayat 27 disuruh mempergunakan akal buat mencari di mana janji itu. Apabila akal dipakai mestilah ...

“Sesungguhnya Allah tidaklah malu membuat perumpamaan apa saja; nyamuk atau lebih kecil darinya.” Orang-orang yang kafir atau munafik itu mencari-cari saja fasal yang akan mereka bantahkan, untuk membantah Nabi. Dalam wahyu Tuhan Allah membuat berbagai perumpamaan. Tuhan pernah mengumpamakan orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain, adalah laksana laba-laba membuat sarang. Sarang laba-laba adalah sangat rapuh. (Surah al-Ankabut ayat 41). ...

“Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa untuk mereka adalah syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (pangkal ayat 25) Keras kepala nerakalah ancamannya. Tetapi kepatuhan dijanjikan masuk syurga. Sedangkan yang diajak buat kepatuhan itu ialah hal yang masuk di akal dan hal untuk keselamatan hidup sendiri di dunia ini, bukan memaksa yang tidak dapat dikerjakan. “Tiap-tiap kali diberikan ...

“Maka jika kamu tidak dapat membuat, dan sekali-kali kamu tidak akan dapat membuat, maka takutlah kamu kepada neraka yang menyalakannya ialah manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (ayat 24). Kalau kamu sudah nyata tidak sanggup menandingi al-Quran, dan memang selamanya kamu tidak akan sanggup, baik susun kata atau makna yang terkandung di dalamnya, maka janganlah diteruskan juga ...