Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Sudahkah kita Ikhlas? Mari Pahami Makna Ikhlas yang Sesunguhnya!

ikhlas
Sumber: darunnajah.com

Ikhlas menurut bahasa adalah bersih dari kotoran atau sesuatu yang murni yang tidak tercampur dengan hal-hal yang bisa mencampurinya.Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk allah semata dengan menyembahnya dan tidak menyekutukannya dengan yang lain dan tidak riya dalam beramal.Sedangkan secara istilah ikhlas berarti niat menghadap ridha allah dalam beramal tanpa menyekutukannya dengan yang lain. Memurnikan niatnya dari kotoran yang merusak.

Seseorang yang mempunyai sifat ini ibarat orang yang sedang membersihkan beras (menampi beras) dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil disekitar beras.Maka,beras yang dimasak menjadi nikmat saat dimakan.Tetapi jika beras itu masih kotor,ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu kecil. Demikianlah keikhlasan,menyebabkan beramal menjadi nikmat,tidak merasa lelah dan segala pengorbanan tidak terasa berat.Sebaliknya,amal yang dilakukan dengan riya akan menyebabkan amal tidak nikmat.Pelakunya akan mudah menyerah dan selalu kecewa.

Kedudukan Ikhlas

Ikhlas adalah buah dan intisari iman.Seseorang tidak dianggap beragama dengan benar jika tidak ikhlas.

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah, “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.” (Al-an’am : 162)

Perjalanan waktulah yang akan menentukan seseorang itu ikhlas atau tidak dalam beramal.Dengan melalui berbagai macam ujian dan cobaan,baik yang suka maupun duka,seseorang akan terlihat kualitas keikhlasannya dalam beribadah,berdakwah dan berjihad.

Tujuan yang hendak dicapai orang yang ikhlas adalah ridha allah,bukan ridha manusia.Sehingga,mereka senantiasa memperbaiki diri dan terus beramal,baik dalam kondisi sendiri atau ramai,dilihat orang atau tidak,mendapat pujian atau celaan karena mereka yakin allah maha melihat setiap amal baik dan buruk sekecil apapun.

Baca Juga  Berguru Pada Farid Esack: Pluralisme dan Hermeneutika

Ciri-ciri Orang Yang Ikhlas

  1. Senantiasa beramal dan bersungguh-sungguh dalam beramal,baik dalam keadaan sendiri atau bersama orang banyak,baik ada pujian ataupun celaan.
  2. Terjaga dari segala yang diharamkan allah,baik dalam keadaan bersama manusia atau jauh dari mereka.
  3. Seseorang yang ikhlas akan merasa senang jika kebaikan terealisasi ditangan saudaranya,sebagaimana dia juga merasa senang jika terlaksana oleh tangannya.

Tanda-tanda Ikhlas

  1. Orang yang ikhlas memiliki kesadaran terhadap bahaya syahwat diri yang tersembunyi dan waspada terhadap lubang dan jendela yang mana syaitan dapat menyusup masuk melalui kedalam hati manusia.
  2. Orang yang ikhlas senantiasa menganggap dirinya patuh terhadap Allah SWT, lalai dalam melaksanakan ibadah,tidak dapat mengawal hati dan dimasuki oleh sifat megah dan taajub dengan diri sendiri.Bahkan beliau merasa takut kalau-kalau dosanya tidak diampuni oleh allah atau kebaikannya tidak diterima.
  3. Orang yang ikhlas lebih suka melakukan amalan kebaikan secara tersembunyi dari amalan yang dipenuhi dengan iklan dan irama paluan kemasyhuran.Ibaratnya meraka lebih suka menjadi seperti tunjang pokok.walaupun tunjang tersembunyi didalam perut bumi dan tidak dapat dilihat mata,namun ia adalah asas untuk pokok itu tegak dan hidup.
  4. Orang yang ikhlas hatinya tidak dapat dikuasai oleh perasaan cinta untuk muncul ke depan,berada dibarisan hadapan,ingin menjadi pemimpin dan menjabat sebagai pemimpin,Dalam setiap perkara, mereka tidak berusaha untuk menjadi ketua dan tidak memintanya,Tetapi jika mereka dibebankan dengan tugas tersebut,mereka memikulnya dan memohon pertolongan dari Allah SWT dalam melaksanakannya.
  5. Tidak menghiraukan keridhaan manusia jika disebaliknya adalah kemurkaan allah SWT.
  6. Hendaklah cinta dan benci,memberi dan menahan,ridha dan marah,semuanya karna allah SWT dan agamanya,bukan karena diri dan manfaatnya. Mereka tidak menjadi orang seperti orang-orang yang mengejar manfaat yang terdiri dari golongan munafiq.
  7. Mereka tidak bersifat malas,lemah atau ketinggalan.Mereka tidak bekerja untuk keberhasilan atau mencapai kemenangan semata-mata,karna bagi mereka semata-mata karena mencari ridha allah SWT dan mematuhi perintahnya.
  8. Gembira dengan setiap kemunculan orang yang mempunyai kelayakan dalam barisan orang-orang yang bekerja untuk membawa panji-panji allah dan memberi andil kepada amal.
Baca Juga  Mengenal Tafsir Al-Tahrir Wa Al-Tanwir Karya Ibnu ‘Asyur

Karena itu,makna ikhlas adalah ketika kita mengarahkan seluruh perkataan,perbuatan dan jihad kita hanya untuk allah,mengharap ridhanya,dan kebaikan pahalanya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan, kedudukan, sebutan, kemajuan dan kemunduran. Dengan demikian kita akan menjadi tentara fiqih dan akidah,bukan tentara dunia dan kepentingan.

Editor: An-Najmi