Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Sebab Ramadan Menjadi Bulan Ampunan dan Keberkahan

keberkahan
Sumber: https://www.amazon.com.au

Ramadhan merupakan bulan yang spesial, penuh keberkahan dan ditunggu oleh umat Islam dalam setiap tahunnya. Akan tetapi, ada yang memiliki kesempatan dan ada yang tidak memiliki sebuah kesempatan dalam bertemu bulan Ramadhan. Maka, dengan begitu seharusnya kita yang masih diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk mengucapkan syukur kepada Allah Swt,

Sebagai seorang muslim sebaiknya tidak menyia-nyiakan waktu yang sudah tersedia selama bulan Ramadhan. Beramal dengan mengerjakan ibadah-ibadah wajib tidak tepat waktu; melakukan hal-hal yang sunnah dengan sedikit yang dimana semua itu akan memberikan kepada kita sebuah ladang pahala yang besar. Maka barang siapa yang menyia-nyiakan waktu tersebut membuat kita merugi.

Kenapa demikian? Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan yang penuh dengan ampunan, dengan pintu maaf Allah Swt dibuka untuk umat-umatnya. Dengan demikian, umat muslim untuk berlomba-lomba menjalankan ibadah dengan tujuan untuk mendapat keberkahan dan maghfiroh dari Allah Swt. Hal ini sesuai dengan sabda nabi Saw:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ

Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad)

Ramadhan: Bulan Penuh Keberkahan

Ramadhan disebut dengan bulan penuh keberkahan. Karena dalam bulan Ramdhan ini Allah Swt sudah jelas menjanjikan kepada seluruh orang-orang beriman dengan pahala yang banyak. Sebagaimana dijelaskan dalam QS al-Qadr {97}: 3; menjelaskan bahwa keberadaan satu malam pada bulan ramadhan dimana nilainya sama dengan seribu bulan, yang berbunyi,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr {97}: 3)

Selain itu, Ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan, juga dijelaskan dalam hadist. Sebagimana hadist dari Anas bin Malik. Bahwa bulan Ramadhan lalu mendatangi majelis dengan satu langkah maka sama dengan satu tahun ibadah. Lalu barang siapa yang melakukan sholat berjamah maka sama dengan satu kota kebaikan; barang siapa yang taat pada orang tua maka akan mendapat kasih sayang Allah. Istri yang mencari keridloan suami pada bulan Ramadhan maka pahalanya sama seperti Aisyah dan Maryam; dan barang siapa yang mencukupi saudaranya maka akan dicukupi 1000 kebutuhannya pada hari kiamat kelak.

Baca Juga  Panafsiran Syahrur Mengenai Batasan Hijab bagi Perempuan

Selain itu, juga dijelaskan dalam hadist yang lain bahwasannnya amalan orang yang berpuasa akan dilipatgandakan dan do’anya orang yang berpuasa akan diampuni oleh Allah Swt. Berkah sendiri memiliki arti tambahnya kebaikan  dengan begitu bulan ramadhan bulan keberkahan dengan arti tambahnya sebuah kebaikan dalam bulan ini.

Ramadhan: Bulan Maghfiroh

Selain sebagai bulan keberkahan, bulan Ramadhan juga disebut dengan bulan maghfirah. Karena maghfiroh atau merupakan merupakan sebuah hal yang penting dan dibutuhkan dalam setiap manusia. Mustahil kita semua dalam sebelas bulan sebelum Ramadhan tidak melakukan sebuah kesalahan atau kemaksiatan yang terhitung sebagai dosa kita.

Adapun dosa-dosa yang sering dilakukan oleh hamba Allah Swt, antara lain:

  1. Melalaikan sholat dan puasa, atau mendahulukan yang lain daripada sholat dan puasa
  2. Tidak memanfaatkan waktu untuk banyak membaca Al-Qur’an, lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggunjing orang dimana hal itu dapat menyakiti hati seseorang.
  3. Selalu mengeluh kekurangan, dan tidak pernah bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan oleh Allah Swt.
  4. Selalu sombong, selalu melihat ke atas dan tidak pernah melihat kebawah untuk menolong fakir miskin yang kekurangan dan membutuhkan sebuah bantuan.
  5. Melawan orang tua, melakukan hal-hal yang tidak baik, sering mabuk-mabukkan atau meminum minuman keras, dan lain-lain.

Dengan demikian, kita sebagai hamba Allah Swt membutuhkan sebuah maghfiroh, dimana maghfiroh itu dapat diraih dengan puasa, salat yang dilakukan dengan iima>nan wah tisa>ban, selain itu juga hati kita dipenuhi dengan rasa ikhlas dan sabar dengan semata-mata hanya mencari ridho Allah Swt.