Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Peran Salat Dalam Mencegah Perbuatan Keji Dan Munkar: Q.S Al-Ankabut 45

peran salat
Sumhttps://www.cumaberbagi.comber:

Salah satu sarana paling utama dalam hubungan antara hamba dengan Tuhannya adalah dengan beribadah. Ibadah merupakan sarana komunikasi bagi jiwa hamba dengan Tuhannya. Dalam hal ini, Islam memiliki beragam ibadah yang dapat dilakukan oleh seorang muslim dalam membangun hubungan dengan Allah. Salah satunya adalah salat. Salat memiliki peran penting dan mendasar dalam Islam. Salat memiliki banyak peranan bagi kehidupan salah satunya mencegah perbuatan keji dan munkar.

Tentang Peran Salat

Menurut Hasbi ash-Shiddieqy, salat adalah beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah, menurut syarat-syarat yang telah ditentukan.

Salat merupakan salah satu ibadah yang dikerjakan oleh umat islam. Salat adalah tiang agama. Terdapat 5 waktu salat yang wajib dilakukan oleh umat islam setiap harinya yaitu shubuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya. Selain itu juga terdapat shalat sunnah seperti shalat taraweh, shalat rawatib, shalat tahajud, shalat witir dan lain sebagainya. Pada pelaksanaannya, sholat tidak boleh dilakukan sembarangan.

Dalam sholat terdapat syarat sah, syarat wajib dan rukun salat. Syarat sah salat terdiri atas suci dari hadats maupun najis, kemudian suci badan, tempat dan pakaian, kemudian sesuai waktu , menutup aurat dan menghadap kiblat. Lalu syarat wajib shalat yaitu islam, baligh, dan berakal.

Sedangkan rukun adalah setiap gerakan dan bacaan yang hukumnya wajib dilakukan ketika menunaikan salat. Apabila salah satunya tidak dilakukan atau tertinggal maka tidak sah shalat yang telah dilakukan.

Salat mempunyai kedudukan penting dalam Islam. Mengerjakan shalat merupakan sebuah perwujudan dari keyakinan yang telah tertanam di dalam hati orang yang mengerjakannya dan menjadi bukti bahwa ia meyakini dirinya sangat bergantung pada Allah.

Baca Juga  Dimensi Esoteris pada Eksistensialisme Seyyed Hossein Nasr

Sebagai seorang hamba yang taat pada Tuhannya, wajib baginya menjalankan shalat yang pada dasarnya mengandung pengertian sebagai peringatan dari Allah agar ia selalu mengingatNya. Ingatan kepada Allah akan mambawa ia pada perintah dan laranganNya.

Tafsir Q.S al-Ankabut : 45

Dalam Al-Qur’an surah al-ankabut ayat 45 yang berbunyi:

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

Artinya: “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Secara arti, ayat di atas mengatakan bahwa salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Dalam Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab bahwa ayat ini mengemukakan bahwa sesungguhnya shalat yang dilaksanakan sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya senantiasa melarang atau mencegah pelaku yang melakukannya secara bersinambungan dan baik dari keterjerumusan dalam kekejian dan kemungkaran.

Hal itu disebabkan karena substansi salat adalah mengingat Allah, yakni shalat lebih besar keutamaanya dari ibadah-ibadah lain dan Allah maha mengetahui apa yang manusia kerjakan baik maupun buruk. Dengan demikian salat merupakan amal terbaik yang berfungsi menghalangi pelakunya dari kekejian dan kemungkaran.

Kemudian dalam Tafsir Ibnu Katsir, salat itu mengandung dua hikmah; dapat menjadi pencegah diri dari perbuatan keji dan perbuatan munkar. Maksudnya, dapat menjadi pengekang diri dari kebiasaan melakukan kedua perbuatan tersebut dan mendorong pelakunya dapat menghindarinya.

Pekerjaan salat mengandung zikrullah yang merupakan rukun yang terbesar yakni lebih besar pahalanya daripada ibadah yang lain. Dalam pelaksanaannya, salat adalah kegiatan yang di dalamnya sebagian besar mengingat Allah dalam ruangan mihrab.

Baca Juga  Cyber Ethics dalam Al-Qur’an: Tafsir Tematik Ayat Komunikasi

Peran Salat Dalam Mencegah Perbuatan Keji Dan Munkar

Pelaksanaan salat yang dilakukan dengan melaksanakan secara sempurna semua rukun dan disertai kekhusyu’an akan menghadirkan rasa takut kepada Allah. Takut yang dimaksud adalah takut jika meninggalkan perintah-Nya dan takut jika mengerjakan larangan-Nya.

Nabi Muhammad SAW menerangkan pula keadaan orang yang mengerjakan salat lima waktu dengan sungguh-sungguh, lengkap dengan rukun dan syaratnya pada waktu yang telah ditentukan, orang tersebut seakan-akan dosanya dicuci lima kali sehari sehingga tidak sedikitpun yang tertinggal.

Inna salata tanha ‘ani al-fahshai wa al-munkari, menjelaskan bahwa shalat merupakan sebuah benteng. Dengan melaksanakan shalat lima waktu setiap hari, seorang hamba akan senantiasa terhubung dengan Allah. Niscaya dengan salat, seorang hamba akan merasa takut melakukan perbuatan keji dan munkar karena mengingat Allah.

Karena pelaksanaan shalat yang ia lakukan setiap hari menjadikan ia senantiasa terhubung dengan Allah. Dalam setiap kegiatan yang ia lakukan akan selalu mengingat Allah dan terhubung dengan Allah. Maka dari itu ia takut dan selalu merasa diawasi oleh Allah. Inilah yang disebut shalat menjadi benteng agar tercegah dari perbuatan keji dan munkar.

***

Hamba yang merasa diawasi oleh Allah dalam setiap perbuatannya akan merasa malu jika ia berbuat keji atau munkar. Ia akan takut untuk diberi balasan oleh Allah dan ia juga akan takut Allah akan meninggalkannya. Sedangkan orang yang shalat hanya decakan lisan tanpa menghadirkan kekhusyu’an dalam setiap salatnya, tidak ada kebaikan dan manfaat didalamnya.

Abul Aliyah mengenai firman Allah Inna salata tanha ‘ani al-fahshai wa al-munkari, mengatakan di dalam salat ada tiga perkara. Salat yang di dalamnya tidak ada satu pun dari perkara-perkara ini tidaklah dinamakan salat yakni Ikhlas yang memerintahkannya untuk berbuat kebaikan, takut yang mencegahnya untuk berbuat kemunkaran dan mengingat Allah.

Baca Juga  Konsep Berpoligami dalam Islam

Karena itu, salat bukan melaksanakan suatu gerakan dan bacaan semata. Peran salat adalah agar seorang hamba terhubung dengan Allah setiap harinya. Hendaklah dilaksanakan dengan khusyuk yakni dengan menghayati dalam setiap gerakan dan bacaan, juga senantiasa menghadirkan Allah didalamnya, dalam setiap pelaksanaan salat yang dilakukan.

Niscaya hal itu akan membuat diri senantiasa mengingat Allah dan merasa diawasi oleh Allah dalam setiap hal yang diperbuat dan akan menyebabkan terhindar dari melakukan perbuatan keji dan munkar.