Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pandangan Quraish Shihab Terhadap Kriteria Jodoh Idaman

Sumber: istockphoto.com

Impian semua orang di dunia ini adalah memiliki jodoh atau pasangan hidup. Pasangan hidup terpilih akan melihat kehidupan dan keharmonisan keluarga sampai akhir. Rahasia keluarga bahagia terletak pada kebenaran pemilihan pasangan. Siapa pun yang ingin menikah akan melewatkan memilih pasangan hidup. Pernikahan telah didasarkan pada hukum sunnah dalam konteks hukum Islam. Hukum ini akan seiring berganti menjadi wajib, haram, makruh, dan mubah tergantung dari alasan-alasan atau ‘illah yang melatarbelakangi hukum tersebut.

Jika orang yang belum menikah melakukan perzinahan, pernikahan menjadi wajib. Jika suatu perkawinan dimaksudkan untuk mencelakai pasangannya, maka ia menjadi haram. Menjadi makruh jika menikahi seseorang hanya untuk bersenang-senang, dan menjadi mubah jika tidak ada ‘illah yang menentang atas hukum asal menikah. Dikutip dari sebuah surat didalam Al- Qur’an surat Ar-Rum ayat 21 menjelaskan kriteria memilih pasangan hidup adalah sebagai berikut:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Tuntutan Memilih Jodoh

Agar kehidupan rumah tangga harmonis, wajar mengharapkan keseimbangan antara suami dan istri (seküfu) selama berumah tangga. karena bubarnya suatu perkawinan biasanya disebabkan oleh kurangnya keharmonisan antara suami dan istri. Alasan kafa’ah adalah untuk mencapai keluarga yang harmonis dan jika ada kerjasama antara pasangan dapat berfungsi dengan baik untuk menciptakan lingkungan keluarga yangtenang dan damai.

Baca Juga  Tawassul Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis

Menurut kajian tafsir M. Quraish Shihab terhadap surat An-Nur ayat 26, setiap dosa yang dilakukan oleh laki-laki atau perempuan, perkataan dan perbuatan akan masuk akal, sesuai dan sesuai wabah juga, setiap hal yang bermanfaat dari orang, perkataan dan perbuatan akan sesuai dan sesuai dengan yang agung juga. Demikian pula, ayat terakhir dari wahyu membebaskan ‘Aisyah, istri Nabi, dari tuduhan keji dalam ayat ini. Dalam hal berbicara, orang baik berbicara dengan baik. Tidak diragukan lagi orang yang baik membuat hal-hal yang bermanfaat.

Quraish Shihab mengungkapkan dalam pemahaman al-Mishbah bahwa seseorang yang hebat perkataannya harus disandingkan dengan yang hebat dan sulit disandingkan dengan yang buruk. pandangan yang telah menjadi inti keyakinan seseorang, bahwa pasangan adalah cerminan dari dirinya sendiri. Namun jika kita belum berhasil menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, sebaiknya jangan hanya berharap yang terbaik. Pasangan yang lebih rajin, cerdas, rapi, dan santun dari mereka adalah dambaan banyak orang. Namun ia tidak pernah bertekad untuk memuaskan diri sendiri. lebih bersih dan lebih menarik secara visual. Bertakwalah dulu jika ingin suami yang agamis. Karena pria yang saleh, tentu saja, juga memilih jodohnya.

***

Selanjutnya, mengharapkan pasangan yang ideal dan saleh, pertama-tama kita harus terus mengembangkan kualitas kita tanpa henti sehingga kita pantas mendapatkan jodoh yang kita dambakan. Surat an-Nur ayat 26 Alquran berisi ayat yang mencontohkan gagasan ini. Bagian ini secara tersirat juga mengisyaratkan bahwa seorang pemuja harus jeli dalam memilih jodohnya. Bahwa seorang mukmin sangat dianjurkan untuk memilih pasangan sekûfu’. Hal ini sejalan dengan konsep kafa’ah Al- Qur’an yang menyatakan bahwa memilih pasangan berdasarkan agamanya adalah salah satu pilihan. Menurut Quraish Shihab dalam buku Mempelai Al-Qur’an, memilih pasangan berdasarkan agama akan menghasilkan suasana sakinah beliau mengatakan bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang sempurna atau ideal.

Baca Juga  Muhammadiyah dan Tawaran Tasawuf Berkemajuan

Menurut Islam, ketakwaan dan ilmu agama lebih diutamakan daripada kecantikan fisik, keturunan yang mulia, atau kekayaan ketika memilih pasangan hidup. Quraish Shihab. Dalam Tafsir Al-Misbah beliau memaparkan bahwa pemilihan pasangan ibarat batu pertama dalam membangun pondasi rumah tangga. Pondasi tersebut harus kokoh sebab jika tidak kokoh, maka bangunan tersebut akan roboh meski hanya terkena sedikit goncangan. Apalagi jika beban yang ditampung semakin berat dengan kelahiran anak. Pondasi kokoh yang dimaksud Quraish Shihab bukanlah kecantikan, ketampanan, status sosial atau kebangsawanan.

Jangan Salah Menilai Jodoh

Semua hal yang disebutkan tersebut hanya bersifat sementara dan bisa hilang seketika. Pondasi kokoh yang dimaksud di sini adalah pemilihan pasangan hidup yang bersandar pada keimanan kepada Allah Swt. Hal ini adalah pesan pertama bagi mereka yang bermaksud membina rumah tangga dalam Surat Al-Baqarah Ayat 221

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكٰتِ حَتّٰى يُؤْمِنَّ ۗ وَلَاَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكَةٍ وَّلَوْ اَعْجَبَتْكُمْ ۚ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِيْنَ حَتّٰى يُؤْمِنُوْا ۗ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّنْ مُّشْرِكٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكُمْ ۗ اُولٰۤىِٕكَ يَدْعُوْنَ اِلَى النَّارِ ۖ وَاللّٰهُ يَدْعُوْٓا اِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِاِذْنِهٖۚ وَيُبَيِّنُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ ࣖ

“Janganlah kamu menikahi perempuan musyrik hingga mereka beriman! Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik, meskipun dia menarik hatimu. Jangan pula kamu menikahkan laki-laki musyrik (dengan perempuan yang beriman) hingga mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.

Seseorang harus memastikan mereka menemukan pasangan yang tepat sebelum menikah. Pasangan seseorang dipilih satu kali untuk menjadi pendampingnya sepanjang hidup dan selama waktu ibadahnya. Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan secara rinci dalam kitab tafsir Al-Misbah memuat rambu-rambu yang digunakan agama Islam untuk mencari jodoh yang ideal.

Baca Juga  Mengenal Tafsir Al-Ibriz karya Bisri Musthofa

Editor: An-Najmi