Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menggali Adab Kepada Al-Qur’an Pada QS Sad: 29

adab Al-Qur'an
Sumber: https://www.pinterest.com/

Publik merespon berita sawer pada peserta Qori’ saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Aksi ini menjadi kebiasaan dan bahan tertawaan saat melakukannya; sebagai hal tak pantas. Seharusnya Al-Qur’an tidak keluar dari fungsinya yang telah Allah gariskan sebagai; petunjuk, penjelas, dan pembeda antara kebaikan dan keburukan. Ajang perlombaan Al-Qur’an ini menjadi wahana silahturahmi sebagai pendorong minat baca Masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mengkaji kandungannya secara mendalam. Adab kepada Al-Qur’an perlu menjadi perhatian.

Al-Qur’an terdapat susunan yang paling indah kaidah kebahasaan yang tinggi maknanya. Bangsa Arab yang terkenal dengan keindahan syairnya tidak mampu menandingi ilmu Balaghah Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai mukjizat yang memuat tentang peng-Esaan Allah, pen-Sucian sifat-sifat-Nya, ajakan taat kepada-Nya. Penjelasan cara beribadah kepada-Nya, tentang halal dan haram, amar ma’ruf, nahi munkar, dan bimbingan akhlak yang baik. Sebagai Muslim, mempelajari adab Al-Qur’an menjadi hal penting.

Adab Membaca Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan bacaan yang sangat mulia; kitab yang terpelihara bahwa keagungannya menjadi peringatan dan memimpin kebenaran umat manusia. Lantas bagaimana jika belakangan ini banyak sikap umat muslim yang justru memberikan adab buruk terhadap Al-Qur’an. Mereka seakan lupa cara mentadaburi lantunan ayat dan maknanya dan memilih untuk sibuk memberikan saweran bayaran terhadap pelantun ayat Al-Qur’an. Mereka tak canggung untuk menyelipkan dan melemparkan uang kepada Qori’ saat pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Rasanya tindakan ini sungguh tidak etis untuk dilakukan apalagi menjadi sebuah tradisi. Miris ketika adab tidak lagi ada ketika pembacaan Al-Qur’an. Perilaku ini sebagai makhluk yang hina yang tidak memiliki kesadaran bahwa ini merupakan kalam Allah yang sangat agung.

Bukankah Allah telah berfirman di dalam Qs shad ayat 29:

Baca Juga  Cyber Ethics dalam Al-Qur’an: Tafsir Tematik Ayat Komunikasi

كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah; untuk mereka menghayati ayat-ayatnya. dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran”.

Penafsiran Ayat

Dalam tafsir Al-Munir bahwa pada ayat menjadi dalil sebagai keharusan untuk mengetahui makna-makna Al-Qur’an. Bacaan Tartil lebih utama dari bacaan cepat sebab mentadaburi makna Al-Qur’an tidak bisa dalam keadaan cepat. Hasan Basri berkata menadaburi ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah dengan mengikutinya. Al-Qur’an adalah pengingat dan nasihat bagi orang-orang yang berakal orang yang berakal adalah orang yang memetik faedah dari ayat-ayat Al-Qur’an. Al-Qur’an sebagai pengingat untuk kembali kepada Allah ketika dirinya menyimpang. (Prof.Dr. Wahbah Az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir).

Pada sejatinya pesan-pesan Al-Qur’an akan menakar derajat manusia muslim. Sebagai kebutuhan ketepatan hati untuk mengamalkan adab ayat-ayat Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah Saw bersabda:

عَن عُمَرَ بنِ الخَطٌاَبِ رَضَي اللٌهُ عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولٌ اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلٌمَ اِنَ اللٌهَ يَرفَعُ بِهذَ االكتَاِبِ اَقَوامًا وَيَضَعُ بِه اخَرِينَ (رواه مسلم)

Artinya: “Dari Umar RA berkata bahwa Rasulullah: “Allah Ta’ala mengangakat derajat berapa kaum melalui kitab ini (Al-Qur’an). Dan Dia merendahkan beberapa kaum lainnya melalui kitab ini pula.” (HR Muslim)”