Nabi Ibrahim AS adalah seorang Nabi yang mendapat gelar dari Allah SWT sebagai khalîlullah (kekasih Allah), dan disisi lain Allah SWT juga menjadikan beliau sebagai imam bagi umat manusia. Kemudian dari tangan Nabi Ibrahim AS baitullah dibangun, yang mana baitullah tersebut menjadi pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia, tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dengan segala kemuliaan yang beliau miliki tersebut bukan berarti beliau terlepas dari sisi kemanusiaannya, sehingga tidak mengherankan ketika beliau melakukan tindakantindakan yang jika dilihat secara sekilas akan mengesankan bahwa beliau melakukan perbuatan yang menyalahi syariat Islam. Sebagai manusia, tentulah masih banyak kekurangan kebohongan yang pernah dilakukan, begitu juga dengan muslim dan semua manusia lainnya.
Kebohongan seperti tidak pernah luput dalam kepribadian seorang manusia biasa. Bahkan, seorang nabi pun pernah dikatakan pernah berbohong. Ya, Nabi Ibrahim AS adalah salah satu tokohnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa Nabi> Ibra>hi>m sampai sekarang selalu ditelaah tentang kebohongan yang telah beliau lakukan dahulu. Terdapat 3 kali kebohongan yang dilakukan oleh beliau. Lantas, bagaimana penyelesaian tentang kebohongan yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim AS ini? Bagaimanakah pendapat para ulama dalam masalah ini?.
Ayat tentang Kebohongan Nabi Ibrahim
قَقَالُوْٓا ءَاَنْتَ فَعَلْتَ هٰذَا بِاٰلِهَتِنَا يٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۗ ٦٢ قَالَ بَلْ فَعَلَهٗ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْـَٔلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُوْنَ ٦٣
62. Mereka bertanya, “Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?” 63. Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya (patung) besar ini yang melakukannya. Tanyakanlah kepada mereka (patung-patung lainnya) jika mereka dapat berbicara.”
۞ وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ ٨٣ اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ ٨٤ اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ ٨٥ اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ ٨٦ فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ٨٧ فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ ٨٨ فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ ٨٩
83. Sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya 84. (Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci 85. ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah itu? 86. Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah? 87. Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?” 88. Lalu, dia (Ibrahim) memandang sekilas ke arah bintang-bintang, 89. kemudian dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
Jika dicermati dengan seksama atas surah al- ‘Anbiya’ [21] ayat 62-63. Maka akan ada kesan bahwa Nabi Ibrahim AS melakukan kebohongan yang pada hakikatnya memang beliaulah yang menghancurkan berhala-berhala tesebut. Jika benar demikian maka hal ini akan mengakibatkan keraguan di hati umatnya. Tentu ini adalah perkara besar terkait dengan seorang Nabi telah berbohong. Pada ayat di atas Perkataan Nabi Ibrahim AS ketika menyuruh kaumnya untuk menanyakan perkara penghancuran berhala terhadap berhala yang paling besar ini, padahal yang melakukan hal tersebut adalah beliau sendiri. Hal inilah yang mengakibatkan beliau dituduh telah berdusta oleh kaumnya.
Dan menganai surah al-Saffaat [31] ayat 83-89 membahas tentang permasalahan mengenai Nabi Ibrahim AS yang pertama beliau seolah menggunakan ilmu nujum dan kedua beliau mengaku sedang dalam keadaan sakit padahal tidak demikian. Sedangkan dalam hadis Bukhari no. 3358 dan Muslim no. 2731 menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS telah berbohong tiga kali.
Tiga Kebohongan Nabi Ibrahim
Di antaranya kebohongan pertama, Orang-orang kafir Babilonia memiliki hari besar yang mereka rayakan tiap tahun di alun-alun kota. Ketika hari raya itu tiba, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam diajak oleh ayahnya untuk menyaksikannya. Namun, ia tidak mau mengikutinya dengan alasan sakit. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam membuat alasan itu untuk melancarkan rencananya menghancurkan berhala-berhala yang akan ditinggalkan saat semua orang menghadiri perayaan besar tersebut.
Nabi Ibrahim ‘alaihissalam kemudian menghancurkan semua berhala dengan kapak, kecuali berhala yang terbesar. Dia kemudian meletakkan kapak di tangan berhala terbesar tersebut. Kebohongan kedua, Setelah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menghancurkan semua berhala, kecuali yang terbesar, dan meletakkan kapak di tangan kanan berhala terbesar itu, masyarakat yang baru kembali dari perayaan kaget melihat sesembahan mereka hancur. Menurut Ibnu Mas’ud, mereka yang menunjuk bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam pelakunya adalah mereka yang pernah mendengar Nabi Ibrahim AS berkata demikian. Kemudian, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dibawa dan disidang.
Setelah berkumpul, Mereka bertanya, “Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?. Nabi Ibrahim AS menjawab, “Sebenarnya patung besar itu yang melakukannya.” Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata seperti itu agar mereka segera menjawab bahwa patung-patung itu tidak dapat berbicara, hingga akhirnya mereka mengakui bahwa patung-patung itu hanyalah benda mati yang tidak bisa berbuat apa-apa.
***
Kebohongan ketiga, Pada suatu hari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bersama istrinya, Sarah, datang ke suatu tempat yang dikuasai seorang firaun zalim, untuk menetap sementara di sana. Fir’aun itu diberitahu oleh ajudannya bahwa ada seorang lelaki yang tinggal bersama wanita yang sangat cantik jelita. Fir’aun tersebut mengutus utusannya untuk menemui Nabi Ibrahim AS. Sang utusan bertanya, “Siapakah wanita yang tinggal bersamamu?” Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menjawab, “Dia adalah adikku.” Lalu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendatangi Sarah dan berkata, “Wahai Sarah, di muka Bumi ini tidak ada orang yang beriman kecuali aku dan kamu.
Dan di depan sana ada seseorang yang datang dan bertanya kepadaku tentang dirimu. Maka aku katakan padanya bahwa kamu adalah adikku. Oleh karena itu, janganlah kamu katakan yang lain selain yang aku katakan.” Maksud ucapan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang mengatakan bahwa Sa>rah adalah adiknya adalah “saudara seagama”.
Editor: An-Najmi


























Leave a Reply