Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar Rasulullah SAW yang merupakan kalam Allah yang secara otentik sampai kepada kita melalui perantara Rasul dan malaikat-Nya. Tidak ada kitab lain yang mampu bertahan sampai saat ini dalam kondisi sebagaimana aslinya kecuali al-Qur’an. karena Allah telah menjamin penjagaan al-Qur’an itu sendiri hingga akhir zaman. Kata al-Qalam merupakan salah satu kata yang terdapat dalam al-Qur’an. Dalam kamus al-Ma’anii kata Qalam bermakna pena, alat tulis menulis, garis panjang, coretan, garis.
Kata Qalam disebutkan empat kali dalam al-Qur’an, dua di antaranya menggunakan lafadz jamak berupa kata al-Aqlam. Telah diteliti bahwa tidak sedikit kata-kata dalam al-Qur’an yang keluar beberapa kali, dan setiap kali kata itu digunakan pada suatu kalimat atau ayat, akan menghasilkan makna yang berbeda dengan penggunaannya pada kalimat atau ayat yang lain.
Al-wujuh dan Al-nadzair pada Kata Al-Qalam
- Al Qalam dengan makna aslinya yaitu pena, di antaranya:
Surat al-Qalam ayat 1
نۤ ۚوَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَۙ
“(Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan)“
- Surat al-‘Alaq ayat 4
الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ
“(Yang mengajar (manusia) dengan pena)“
- Surat Luqman ayat 27
وَلَوْ اَنَّ مَا فِى الْاَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ اَقْلَامٌ وَّالْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Artinya:
“(Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.)“
2. Al-Qalam bermakna anak panah, sebagaimana yang telah termaktub dalam surat Ali Imron ayat 44:
ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهِ اِلَيْكَ ۗوَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يُلْقُوْنَ اَقْلَامَهُمْ اَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَۖ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ اِذْ يَخْتَصِمُوْنَ
Artinya:
“(Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal engkau tidak bersama mereka ketika mereka melemparkan pena mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau pun tidak bersama mereka ketika mereka bertengkar.)“
Pada dasarnya setiap kosakata yang terdapat di dalam al-Qur’an memiliki pesan makna yang terkandung di dalamnya, akan tetapi dalam memahami kosakata tersebut tidak dapat dipahami begitu saja dengan terjemahan ataupun makna kamus, karena dibalik kosakata di dalam al-Qur’an pasti menyimpan makna yang tersirat di dalamnya.
Tidak semua orang bisa memaknai kosa kata di dalam al-Qur’an sebagaimana terjemahan secara bahasanya saja, tetapi harus memandang dari berbagai aspek seperti aspek kaidah nahwu dan shorof, aspek kaidah tafsir, aspek balagah dan disiplin ilmu lainnya. Oleh karena itu penting sekali bagi semua orang terkhusus bagi umat Islam untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu tersebut jika ingin mengetahui dan memahami makna yang terkandung di dalam al-Qur’an dengan benar.
Editor: An-Najmi



























Leave a Reply