Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Intropeksi Diri dengan Selalu Mengingat Allah

Sumber: https://pin.it/12LMRbJ

Seperti yang kita lihat pada zaman sekarang ini. Banyak sekali masyarakat yang melampiaskan atau memenuhi keinginan  hawa nafsunya demi kesenangan duniawi saja, yang membuat mereka lupa akan jati diri mereka sendiri dan menganggap perbuatan yang mereka lakukan itu suatu hal yang benar dan dianggap biasa saja. Sehinga timbullah sifat-sifat dalam diri mereka yaitu  merasa paling suci, sombong, dan sikap kurang bersyukur, serta menggunakan waktu mereka dengan hal yang sia-sia. Padahal, dengan selalu intropeksi diri itulah yang akan membuat hidup menjadi lebih tenang dan bermanfaat.

Sebab itulah intropeksi diri sangat penting dilakukan agar menjadikan manusia itu menjadi lebih baik atas hidup yang dijalaninya. Disini penulis akan membahas tentang pengertian muhasabah diri,  dalil, serta pengaruh dan manfaat dari bermuhasabah diri.

Pengertian Muhasabah diri dalam perspektif Al qur’an

Kata intropeksi dalam Islam diambil dari kata muhasabah. Secara etimologis muhasabah adalah bentuk mashdar  dari kata hasaba-yuhasibu yang kata dasarnya hasaba-yahsibu  yang berarti menghitung. Sedangkan dalam kamus Bahasa Arab Indonesia muhasabah ialah perhitungan atau intropeksi.

Secara istilah Muhasabah adalah salah satu cara untuk memperbaiki hati, melatih, menyucikan, dan memebersihkannya. Dalam islam, factor utama yang menyebabkan seseorang mau melakukan muhasabah adalah keimanan dan keyakinan bahwa Allah SWT akan menghitung amal semua hambaNya.

Muhasabah pun juga bermakna intropeksi diri atau koreksi terhadap diri sendiri atasa segala perbuatan ,ucapan serta pikiran yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kegiatan ini juga merupakan tindakan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ada beberapa dalil yang berkaitan  dengan muhasabah diri. Salah satunya yang akan dibahas dalam artikel ini adalah dalil Qs. Al Hasyr: 18-19

Baca Juga  Mempertemukan Aliran Tradisionalis dan Aliran Revisionis

Ayat Alqur’an yang terkait dengan Muhasabah diri

  • Al-Qur’an surah Al-Ḥasyr ayat 18

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Dalam Tafsir tahlili menjelaskan :

Kepada orang-orang yang beriman diperintahkan agar bertakwa kepada Allah, dengan melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Termasuk melaksanakan perintah Allah ialah memurnikan ketaatan dan menundukkan diri hanya kepada-Nya, tidak ada sedikit pun unsur syirik di dalamnya, melaksanakan ibadah-ibadah yang diwajibkan, dan mengadakan hubungan baik sesama manusia.

Dalam ayat yang lain yaitu Qs. al-Baqarah/2: 177.  juga diterangkan tanda-tanda orang bertakwa. Dalam ayat tersebut ungkapan kata takwa mempunyai beberapa arti, di antaranya: Pertama, melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan diajarkan Rasulullah saw seperti contoh ayat di atas. Kedua, takut melanggar perintah Allah dan memelihara diri dari perbuatan maksiat.

***

Orang yang bertakwa kepada Allah hendaklah selalu memperhatikan dan meneliti apa yang akan dikerjakan, apakah ada manfaat untuk dirinya di akhirat nanti atau tidak. Tentu yang akan dikerjakannya semua bermanfaat bagi dirinya di akhirat nanti. Di samping itu, hendaklah seseorang selalu memperhitungkan perbuatannya sendiri, apakah sesuai dengan ajaran agama atau tidak. Jika lebih banyak dikerjakan yang dilarang Allah, hendaklah ia berusaha menutupnya dengan amal-amal saleh. Dengan perkataan lain, ayat ini memerintahkan manusia agar selalu mawas diri, memperhitungkan segala yang akan dan telah diperbuatnya sebelum Allah menghitungnya di akhirat nanti. Suatu peringatan pada akhir ayat ini agar selalu bertakwa kepada Allah, karena Dia mengetahui semua yang dikerjakan hamba-hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, yang lahir maupun yang batin, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. Kemudian dilanjutkan dengn dalil :

  • Al-Qur’an surah Al-Ḥasyr ayat 19
Baca Juga  Keistimewaan Besi dalam Al-Qur'an Surah Al-Hadid Ayat 25

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ  اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْن

Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.”

Dalam Tafsir wajiz menjelaskan bahwa, Allah mengingatkan orang berimaan dengan berfirman, “Dan janganlah kamu, wahai orang-orang beriman seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, tidak menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi manusia dalam kehidupan ini sehingga Allah menjadikan mereka, karena pola hidup mereka yang hanya mencari kepuasaan, kelezatan, dan kenikmatan duniawi tanpa mempertimbangkan kebutuhan hidup sesudah mati, manusia yang lupa akan diri sendiri, yakni manusia yang tercabut dari akar kemanusiaannya. Mereka itulah, manusia yang lupa kepada Allah dan lupa kepada diri sendiri adalah orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang bergelimang dosa dan perbuatan keji.”

Pengaruh dan Manfaat Muhasabah diri

  1. Dengan bermuhasabah , seseorang akan kritis pada dirinya dalam menunaikan hak Allah . Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Darda bahwa beliau berkata: “Seseorang itu tidak dikatakan faqih dengan sebenar-benarnya sampai ia menegur manusia dalam hal hak Allah, lalu ia gigih mengoreksi dirinya”
  2. Dengan Muhasabah akan membantu seseorang untuk muraqabah. Kalau ia bersungguh-sungguh melakukannya di masa hidupnya, maka ia akan beristirahat di masa kematiannya. Apabila ia mengekang dirinya dan menghisabnya sekarang, maka ia akan istirahat kelak di saat kedahsyatan hari penghisaban.
  3. Dengan muhasabah seseorang mampu memperbaiki hubungan diantara sesama manusia. Introspeksi dan koreksi diri merupakan kesempatan untuk memperbaiki keretakan yang terjadi diantara manusia.
  4. Terbebas dari sifat nifak sering mengevaluasi diri untuk kemudian mengoreksi amalan yang telah dilakukan merupakan salah satu sebab yang dapat menjauhkan diri dari sifat munafik.
  5. Dengan muhasabah akan terbuka bagi seseorang pintu kehinaan dan ketundukan di hadapan Allah.
  6. Manfaat paling besar yang akan diperoleh adalah keberuntungan masuk
  7. dan menempati Surga Firdaus serta memandang Wajah Rabb Yang Mulia lagi Maha Suci. Sebaliknya jika ia menyia-nyiakannya maka ia akan merugi dan masuk ke neraka, serta terhalang dari (melihat) Allah dan terbakar dalam adzab yang pedih
Baca Juga  Hakikat Cinta dan Introspeksi Diri Manusia

Kesimpulan

Dengan melakukan muhasabah diri tersebut, maka akan membuat hati  manusia menyadari akan segala dosanya. Sehingga mereka tidak menjadi manusia yang berkubang pada kesalahan-kesalahannya yang lalu. Karena, segala amal perbuatan manuisa yang dicatat itu juga akan dipertanggung jawabkan. Maka dari itu, mahusia sebaiknya menghisab dirinya terlebih dahulu dan segera memperbaikinya dengan bertaubat kepada Allah atas segala perbuatannya.

Editor: An-Najmi