Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Inilah 7 Ayat Keutamaan Sedekah dalam Al-Qur’an

keutamaan sedekah
Sumber: https://www.islamic-relief.org.uk/

Sedekah atau memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sedekah memiliki banyak keutamaan dan manfaat bagi orang yang memberikan sedekah maupun orang yang menerima sedekah. Berikut ini adalah 7 ayat yang bercerita tentang keutamaan sedekah beserta penafsiran dan hikmah di dalamnya.

1. QS. Al-Baqarah (2:274)

اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ٢٧٤ ( البقرة/2: 274)

Artinya: “Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, baik secara rahasia maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih.”

Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah harus dilakukan dengan ikhlas, tanpa memperlihatkan kepada orang lain. Orang yang memberikan sedekah secara tersembunyi atau terang-terangan akan mendapatkan pahala yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dan tulus dapat membawa kebahagiaan dan ketenangan bagi orang yang memberikan sedekah.

2. QS. Al-Baqarah (2:261)

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١ ( البقرة/2: 261)

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”

Ayat ini menggambarkan betapa besar keberkahan sedekah yang diberikan pada jalan Allah. Allah akan melipatgandakan pahala bagi orang yang memberikan sedekah tersebut. Sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dan niat yang baik akan menghasilkan manfaat yang besar dan berlimpah.

Baca Juga  Interupsi Al-Qur’an atas Korupsi: Refleksi Al-Baqarah Ayat 188

3. QS. Ali Imran (3:92)

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ ٩٢ ( اٰل عمران/3: 92)

Artinya: “Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah harus dilakukan dengan cara yang benar, yakni dengan menafkahkan harta yang kita cintai. Sedekah yang dilakukan dengan cara ini akan membawa kebaikan dan keberkahan bagi orang yang memberikan sedekah.

4. QS. Al-Hadid (57:10)

وَمَا لَكُمْ اَلَّا تُنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا يَسْتَوِيْ مِنْكُمْ مَّنْ اَنْفَقَ مِنْ قَبْلِ الْفَتْحِ وَقَاتَلَۗ اُولٰۤىِٕكَ اَعْظَمُ دَرَجَةً مِّنَ الَّذِيْنَ اَنْفَقُوْا مِنْۢ بَعْدُ وَقَاتَلُوْاۗ وَكُلًّا وَّعَدَ اللّٰهُ الْحُسْنٰىۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ࣖ ١٠ ( الحديد/57: 10)

Artinya: “Mengapa kamu tidak menginfakkan (hartamu) di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Makkah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Allah menjanjikan (balasan) yang baik kepada mereka masing-masing. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

 Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dan tidak diikuti dengan perbuatan yang buruk akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah. Sedekah juga dapat menjadi bentuk perlindungan bagi orang yang memberikannya dari bahaya dan kesedihan.

5. QS. Al-Muzzammil (73:20)

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ ٢٠ ( المزّمّل/73: 20)

Baca Juga  Merawat Kepakaran Perspektif Al-Quran: Tafsir An-Nahl Ayat 43

Artinya: “Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini menekankan pentingnya memberikan zakat dan sedekah secara proporsional dan tidak berlebihan maupun kurang. Sedekah yang dilakukan dengan cara yang baik dan seimbang akan membawa keberkahan dan manfaat bagi orang yang memberikan sedekah dan juga orang yang menerima sedekah.

6. QS. Al-Baqarah (2:263)

۞ قَوْلٌ مَّعْرُوْفٌ وَّمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّنْ صَدَقَةٍ يَّتْبَعُهَآ اَذًى ۗ وَاللّٰهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ ٢٦٣ ( البقرة/2: 263)

Artinya: “Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”

Ayat ini menunjukkan bahwa selain memberikan sedekah, kita juga harus berbicara dengan kata-kata yang baik dan mengampuni kesalahan orang lain. Hal ini akan lebih baik daripada memberikan sedekah dengan memperlihatkan siksaan dan tekanan kepada orang yang menerima sedekah. Dalam melakukan sedekah, kita harus memberikan kebaikan dengan hati yang lembut dan penuh kasih sayang.

7. QS. Ali Imran (3:134)

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ ١٣٤ ( اٰل عمران/3: 134)

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah harus dilakukan dalam segala keadaan, baik ketika kita memiliki banyak harta atau ketika kita sedang mengalami kesulitan keuangan. Orang yang memberikan sedekah dengan cara yang baik juga harus memiliki kesabaran dan keikhlasan dalam hatinya serta mampu mengampuni kesalahan orang lain. Orang yang berbuat kebaikan dengan cara ini adalah orang yang dicintai oleh Allah.

Baca Juga  Karakter Muslim Berkemajuan Perspektif Juz 'Amma Al-Quran (2)

Kesimpulan

Dari tujuh ayat di atas, dapat ditarik beberapa hikmah dan pelajaran tentang keutamaan sedekah. Pertama, sedekah harus dilakukan dengan ikhlas dan niat yang tulus, tanpa memperlihatkan kepada orang lain. Kedua, sedekah harus dilakukan secara proporsional dan tidak berlebihan maupun kurang. Ketiga, sedekah dapat membawa keberkahan dan manfaat bagi orang yang memberikan sedekah maupun orang yang menerima sedekah. Keempat, sedekah juga dapat menjadi bentuk perlindungan dari bahaya dan kesedihan.

Kemudian, kelima, selain memberikan sedekah, kita juga harus berbicara dengan kata-kata yang baik dan mengampuni kesalahan orang lain. Keenam, sedekah harus dilakukan dalam segala keadaan, baik lapang maupun sempit. Dan ketujuh, orang yang berbuat kebaikan dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang adalah orang yang dicintai oleh Allah. Dengan memahami dan mengamalkan keutamaan sedekah ini, kita dapat memperoleh keberkahan dan manfaat yang besar dalam hidup kita.