Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Bejalar Teladan Nabi Muhammad dalam Kitab Syama’il

Syama'il
Gambar: alif.id

Sebagai seorang muslim kita wajib menelisik lebih jauh perihal suri tauladan sepanjang zaman yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Tentunya, dengan menyingkap sedikit tentang kitab Syama’il  yang merupakan buah karya Al-Imam al-Tirmidzi.

Kitab Syama’il  sendiri di dalamnya berisi penjelasan perihal sifat-sifat baginda Nabi Muhammad SAW yang sudah sepatutnya dijadikan suri tauladan para kaula muda. Khususnya Indonesia sebagai mayoritas ummat berpenduduk muslim terbesar di seluruh dunia.

Biografi Imam Al-Tirmidzi

Al-Imam al-Tirmidzi mempunyai nama lengkap Abu Isa Muhammad Ibn Isa Ibn Tsawrah Ibn Musa Ibn al-Dhahak al-Sulami al-Bughi al-Tirmidzi. Sementara itu, nama Al-Sulami sendiri dibangsakan dengan Bani Sulaym yang berasal dari Qabilah Aylan.

Sedangkan al-Bughi merupakan sebuah nama desa tempat wafat Imam Tirmidzi yaitu di Bughi dan dimakamkan juga di sana. Al-Imam Tirmidzi sendiri masyhur dengan sebutan Abu Isa. Terkait hal itu faktanya sebagian ulama tidak menyukai sebutan tersebut.

Dikarenakan terdapat sebuah hadis yang di-takhrij oleh Ibnu Abi Syayban yaitu bahwasanya seorang pria tidak dibenarkan menggunakan sebutan atau nama Abu Isa, yang berarti ayah dari Isa. Sebagaimana sudah mafhum di kalangan kaum muslimin bahwasanya Isa tidak memiliki seorang ayah. Di sisi lain, larangan tersebut bukan tanpa dasar, namun justru selaras dengan sabda baginda Nabi Besar Muhammad SAW sebagai berikut:

إِنَّ عِيْسى لاَ أّبَ لَهُ

‘’Sesungguhnya Isa tidak mempunyai ayah’’

Sementara itu, Al-Qari memberikan penjelasan bahwasanya yang dilarang itu apabila nama Abu Isa dijadikan sebagai nama pertama atau nama asli. Namun apabila hanya sebatas sebutan atau julukan semata, maka hal tersebut tidak menjadi masalah. Sesuai dengan kesepakan sebagian ulama dan para pengarang, yang berfungsi untuk membedakan dengan al-Tirmidzi yang lainya dikarenakan terdapat beberapa ulama lain yang menggunakan sebutan al-Tirmidzi, yaitu Hakim al-Tirmidzi (wafat 285H). (Sutarmadi, 2013, h. 49-50)

Baca Juga  Menjemput Masa Depan: Iman sebagai Basis Berjuang

Profil Kitab Syama’il

Kitab Syama’il merupakan sebuah kitab yang di dalamnya berisi penjelasan perihal sifat-sifat baginda Nabi Muhammad Saw. Al-Imam al-Tirmidzi telah menulis kitab Syama’il yang di dalamnya terdiri dari dua juz. Juz pertama terdiri dari 32 bab, 192 hadis. Sedangkan juz kedua terdiri dari 25 bab serta 184 hadis. Setiap babnya diberikan judul secara sederhana yang menunjukkan kandungan bab itu.

Kitab tersebut disusun secara sistematis dengan uraian mendalam dan menggunakan rasio yang kuat dan konsisten (Sutarmadi, 2013, p. 151). Al-Imam al-Tirmidzi telah mencoba mempermudah perihal pemahaman bab-bab tersebut, yaitu mengenai gambaran serta bentuk akhlak baginda Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:

            بَابُ مَا جَاءَ فىِ خُلُقِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Secara terperinci dalam bab di atas dijelaskan perihal sifat-sifat badaniyyah, yaitu sampai kepada hal-hal yang tampak secara umum. Contohnya seperti pakaian, peralatan pedang, terompah dan lain-lainnya. Kemudian pada bab selanjutnya berisi perihal kehidupan keseharian Nabi Muhammad Saw. Mulai dari masalah makan, minum, berwudhu, mandi, dan lain-lainya. Dijelaskan juga dalam bab tersebut perihal pergaulan, kepribadian, termasuk juga di dalamnya perihal cara berjalan, tidur, bangun, serta cara duduknya. (Sutarmadi, 2013, p. 152)

Akhlak Mulia Nabi Muhammad

Kemudian pada bab-bab berikutnya juga dijelaskan mengenai kebiasaan baginda Nabi Muhammad Saw. Berangkat dari penampilanya di hadapan masyarakat dalam meningkatkan mutu umat, tutur percakapannya, serta cara mengatasi problema suatu permasalahan dan lain sebagainya.

Semua penampilan serta pembawaan kepribadian Nabi Muhammad Saw sangat menunjukkan bahwasanya melekat pada dirinya akhlak yang sungguh sangat mulia. Sehingga kita menemukan yaitu susunan beberapa bab-bab pembahasan dari aspek akhlak yang begitu agung yang telah dipuji oleh Allah SWT dalam firmannya surah Al-Qalam ayat 4 sebagai berikut:

            وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

‘’Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) mempunyai budi pekerti yang mulia. QS. Al-Qalam [68]: 4.

Imam al-Tirmidzi telah membahas sikap serta perilaku Nabi Muhammad SAW dalam bab-bab tersebut secara sempurna sehingga para pembaca seakan-akan dapat berbicara dan bertemu secara langsung.

Baca Juga  Mengenal Fase Pengharaman Riba dalam Al-Quran

Menariknya seorang Imam al-Tirmidzi mengakhiri kitab Syama’il dengan bab-bab yang dianggap penting sebagai penutup, yaitu:

Pertama, bab wafatnya baginda Nabi Besar Muhammad SAW

Kedua, bab warisan dari baginda Nabi Besar Muhammad SAW

Ketiga, bab ru’yah (mimpi) baginda Nabi Besar Muhammad SAW pada saat tidur.

Penyunting: Bukhari