Banyak sekali kabar dari berbagai media massa mengenai kasus bunuh diri. Walaupun ada faktor lain yang menyebabkan timbulnya keinginan untuk bunuh diri, namun faktor yang paling banyak adalah faktor psikologis. Menurut ilmu tasawuf, timbulnya kecemasan, kekhawatiran, maupun kegelisahan merupakan penyakit yang umum dialami oleh manusia modern, yang disibukkan oleh kehidupan duniawi, sehingga mengakibatkan miskin keimanan.
Salah satu langkah yang bisa mengantarkan seseorang kepada ketenangan adalah membaca Al-Qur’an, kitab yang dijadikan pedoman bagi Umat Islam. Jika umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan oleh Allah, maka dia akan merasakan ketentraman ketika membacanya. Seolah – olah dia berkomunikasi dengan Allah lewat ayat – ayatnya, selain itu, setiap membacanya pasti merasakan kedekatannya dengan Allah.
Al-Qur’an bisa digunakan sebagai obat di segala penyakit jasmani maupun rohani. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmannya Surat Al-Isra’ sebagai berikut :
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (Q.S. Al-Isra’[17] : 82)
Hal ini karena Al-Qur’an dapat menjadi sebuah terapi dalam mengubah pikiran dan kepribadian secara bertahap, dengan memberikan ketenangan jiwa. Terapi membaca ataupun mendengarkan Al-Qur’an dilakukan dalam keadaan otot dan pikiran seseorang tenang, yang kemudian membaca atau mendengarnya dengan khusu’. Maka, semua masalah hati seperti stres, kegelisahan berubah menjadi ketenangan hati.
Adam Saleh seorang berkebangsaan Amerika juga pernah melakukan eksperimen kepada non muslim untuk medengarkan Al-Qur’an. Video eksperimennya diunggah dalam channel youtubenya Adam Saleh. Dalam videonya, dia meminta setiap orang yang ditemuinya untuk mendengarkan lantunan Al-Qur’an lewat handpone yang dibawanya. Hasilnya, mereka yang non muslim merasa hatinya tenang setelah mendengarnya, walaupun mereka tidak tau apa yang sedang mereka dengarkan.
Dr. Al-Qadhi telah membuktikan dalam penelitiannya di Klinik Besar Florida, Amerika Serikat, bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan Al-Qur’an, seseorang akan merasakan adanya perubahan fisiologis seperti menurunnya stres dan depresi, mendapatkan ketenangan dalam hati. (Arroisi, 2020) Dengan begitu sudah sangat jelas, bahwa Al-Qur’an membawa obat yang mana tidak ada satupun toko obat yang menjualnya.
Untuk para penghafal Al-Qur’an, Al-Qur’an akan berdampak pada psikologinya seperti pengobat perasaan galau, cemas, ataupun sedih. Dengan begitu para penghafal Al-Qur’an akan mudah untuk mendapatkan ketenangan hati, karena di manapun dia berada bisa terus membaca Al-Qur’an sesuka hatinya. Seringnya membaca Al-Qur’an, akan menyebabkan hati para penghafal terdominasi oleh Al-Qur’an, sehingga penyakit hati tidak akan menyerang mereka.
Terapi Al-Qur’an merupakan metode yang cocok untuk menyembuhkan penyakit hati, jika penyebab dari kecemasan karena adanya ketakutan dan kekhawatiran tentang nasib maupun rezeki yang ada dalam diri, maka ia perlu mengingat bahwa segala sesuatu berada pada kekuasaan Allah seperti yang tercantum pada surat Al-Ankabut [29] : 60 yang artinya :
“Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia maha mendengar lagi maha mengetahui.”
Sebuah syi’ir atau nadzom yang terdapat dalam kitab Kifayatul Atqiya’ karangan Sayyid Abu Bakkar Al-Makky, yang juga diterjemahkan menjadi tembang dalam bahasa jawa oleh Walisongo, berisi macam – macam obat hati, yaitu membaaca Al-Qur’an beserta artinya, mendirikan shalat malam (Qiyamullail), berkumpul dengan orang – orang shalih, perbanyaklah berpuasa, dan yang terakhir memperpanjang zikir pada malam hari.
Berikut adalah bunyi syi’ir tombo ati dalam bahasa Jawa :
Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan, moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo, sholat wengi lakonono
Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat, kudu weteng ingka luwe
Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
Salah sakwijine sopo biso ngelakoni
Mugi – mugi gusti Allah nyembadani
Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa di samping membaca Al-Qur’an yang merupakan ibadah bagi umat muslim, Al-Qur’an juga bisa menjadi obat hati di berbagai keadaan, baik cemas, takut, ataupun kelisah. Al-Quran memiliki pengaruh yang sangat efektif dalam penanganan masalah hati. Kondisi ini terlihat setelah banyak dari para ilmuwan yang melakukan terapi Al-Qur’an, yang mana dalam hasilnya seseorang akan merasa hati menjadi tenang dan pikiran menjadi lebih terasa positif.
Maha benar Allah atas segala firmannya. Wallahu a’lam bish showwab



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.