Setiap manusia pasti pernah merasakan kehilangan, entah itu kehilangan hal yang kecil (sandal misalnya) sampai kehilangan hal yang besar (orang tercinta). Kehilangan, sering kali di salah artikan sebagai sebuah ujian bahkan musibah bagi sebagian orang muslim. Padahal dalam Islam, kehilangan orang terkasih, kehilangan harta kekayaan, bahkan kehilangan sebuah benda yang dicintai itu bisa disebut dengan ujian cinta dari Allah SWT. Mengapa demikian?
Memahami Kehilangan
Kehilangan adalah takdir yang sudah Allah SWT siapkan untuk para manusia. Tujuan dari adanya kehilangan bukan karena Allah SWT ingin melihat kita sengsara dan kecewa, tetapi Allah SWT ingin mengetahui sebesar apa cinta seorang hamba kepada penciptaNya. Ketika kita menginginkan sesuatu, kita berdoa kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh sehingga tercipta kedekatan antara kita dengan Allah SWT.
Tetapi setelah Allah SWT memberikan apa yang kita inginkan, ternyata kita dengan mudah meninggalkanNya. Seakan-akan kita melupakan bahwa semua pemberian Allah SWT hanyalah sebuah titipan dan seharusnya tidak bisa membiarkan kita menjauh dari Allah SWT.
Menyikapi Kehilangan
- Berdo’a dan memohon ampunan kepada Allah SWT
Allah SWT selalu menunggu hambaNya, selalu merindukan rintihan dari hambaNya, selalu menunggu permintaan serta pertolongan apa yang diharapkan oleh hambaNya. Mengapa kita sebagai seorang hamba bersikap tamak dan mendekatkan diri hanya untuk meminta sesuatu. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, sebagai berikut:
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku”. (QS. AL-Baqarah [02]: 186).
2. Bersyukur dan bersabar dalam menghadapi kehilangan
Allah SWT memberikan banyak sekali kenikmatan kepada kita, tetapi ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita mulai lalai dan lupa bagaimana cara untuk bersyukur. Kadang pula, kita justru menjauh dari Allah SWT dan itu akan membuat Allah SWT cemburu. Oleh karena itu, kehilangan ini bukan karena Allah SWT marah kepada kita. Kehilangan ini adalah bentuk cinta dan kasih sayang Allah SWT. Kita sebagai seorang hamba masih diberikan jalan serta petunjuk yang benar agar tidak terlalu mencintai dunia sehingga terlarut dalam kesenangan dan melupakan Allah SWT. Ujian juga bisa terjadi karena teguran dari Allah SWT atas kesalahan atau kemaksiatan yang kita lakukan. Perbanyak sabar, karena selalu ada kebahagiaan setelah penderitaan. Sebagaimana firman Allah SWT, sebagai berikut:
“Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu”.(QS. Ar-Ra’ad [13]: 24).
3. Selalu mengingat Allah SWT dan yakin atas ketetapan Allah SWT
Ketika kita menghadapi suatu musibah, kepergian seseorang, janganlah terlarut dalam kesedihan. Tetaplah berikhtiar dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Selalu ada jalan keluar yang akan Allah SWT berikan kepada hambaNya yang selalu berusaha untuk melepaskan diri dari kesulitannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya:
“(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Ra’ad [13]: 28).
Hikmah di Balik Kehilangan
Kehilangan merupakan proses untuk mendapatkan. Pada proses ini, kita diberikan pelajaran tentang bagaimana kita bisa selalu bersyukur, bersabar, dan selalu mengingat Allah SWT. Bukan malah sebaliknya, kita tamak dan melupakan bahwa Allah SWT yang telah memberi kenikmatan itu. Semakin besar cinta, maka semakin berat pula ujian cinta itu. Setelah ujian (kehilangan) berakhir, maka akan terbukti sebesar apa cinta kita dan seteguh apa iman kita kepada Allah SWT.
Ketika kita kehilangan sesuatu, jangan lupa untuk selalu mengucapkan “innalillahi waa inna ilaihi roji’un” yang bermakna “sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah SWT dan kepadaNya lah akan kembali”.
Maka bersabar, berdoa dan jangan lupa bersyukur ketika ujian cinta dari Allah SWT datang kepada kita. Selalu yakinkan diri kita bahwa apapun yang terjadi itu sudah jalan yang dibuat Allah SWT untuk kebaikan kita. Jangan lupa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena hanya itu jalan yang bisa membuat kita tenang. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya “Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. (QS. Al-Insyirah [94]: 06)
***
Kehilangan itu memang berat, tapi Allah SWT tau kalau kamu kuat. Mencintai sesuatu itu candu, tapi takutlah Tuhanmu akan cemburu. Imam Al-Ghazali pernah mengatakan bahwa, yang sulit adalah ketika kita berurusan dengan jiwa kita sendiri yang terkadang membantu dan terkadang menentang.
Bila segala keinginan kita tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tersenyumlah dan ingatlah bahwa manusia merancang dengan cita-cita tetapi Allah SWT merancang dengan cinta (Jalaluddin Rumi).
Wallahu a’laam bisshowab…
Editor: An-Najmi




























Leave a Reply