Sabar adalah kata yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Kata sabar mudah diucapkan akan tetapi sulit dilakukan dan memiliki banyak dimensi. Kita harus mengetahui bahwa di balik kata itu juga menyimpan sebuah balasan yang sangat luar biasa bagi orang yang bisa melakukannya. Surga adalah balasan bagi mereka yang bersabar. Sabar perspektif Al-Qur’an menarik untuk dibahas selanjutnya.
Definisi Sabar
Sabar merupakan salah satu akhlak qur’ani yang ditekankan oleh Allah SWT dalam kitab suci al-Qur’an baik dalam surat makkiyyah ataupun madaniyyah. Dalam kitab suci al-Qur’an lafaz sabar disebutkan sebanyak 98 kali dengan berbagai derivasinya dan setiap ayat memiliki konteks yang berbeda-beda.
Secara umum sabar ditunjukkan kepada seluruh manusia dan secara khususnya sabar ditunjukkan kepada orang-orang yang beriman. Orang yang beriman akan selalu menerima dan menghadapi tantangan, ujian dan cobaan. Oleh karena itu, menanamkan sifat sabar dalam diri seseorang adalah suatu hal yang penting.
Dengan menanamkan sifat sabar dapat menolong seseorang dalam menghadapi setiap problematika kehiduapan yang terjadi dalam hidup manusia. sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah [2]: 153 yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Hai Orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah SWT beserta orang-orang yang sabar.”
Dalam tafsir al-Misbah dijelaskan bahwa ayat di atas mengajak orang-orang yang beriman untuk menjadikan shalat serta kesabaran sebagai penolongnya. Kata sabar perspektif ayat ini mencakup banyak hal. Yaitu sabar dalam menghadapi ejekan dan rayuan, sabar dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Serta sabar dalam kesulitan dan petaka serta sabar dalam berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
Pada penghujung ayat ini dinyatakan bahwa Sesungguhnya Allah SWT bersama orang-orang yang sabar”. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa apabila seseorang ingin teratasi penyebab dari kesedihan dan kesulitannya, keberhasilan dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Maka hendaklah ia senantiasa menyertakan Allah SWT dalam setiap langkahnya. (Tafsir al-Misbah, 362-263)
Macam-macam Sabar Dalam Al-Qur’an
Sabar terhadap petaka dunia
Sabar terhadap petaka dunia contohnya bersabar terhadap bencana alam. Hal yang demikian pasti akan dialami oleh semua makhluk yang ada di bumi ini. Baik itu orang yang baik ataupun orang yang jahat, orang yang beriman ataupun orang yang kafir. Sebab musibah ini merupakan dinamika hidup dan masalah manusia. sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an Surat al-Baqarah [2]: 155-157
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Artinya: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Sabar terhadap gejolak nafsu
Salah satu aspek selanjutnya yaitu sabar terhadap gejolak hawa nafsu yaitu kesabaran dalam menahan diri dari marah-marah, dan tidak dendam kepada orang yang telah menyakiti kita, karena yang demikian itu lebih baik bagi orang yang sabar, sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat An-nahl [16]: 126 yang berbunyi:
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ
Artinya: “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar”
Sabar dalam kesulitan berdakwah di jalan Allah SWT
Berdakwah menyeru di jalan Allah SWT bukanlah hal yang mudah. Karena akan ada berbagai macam cobaan. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama ketika Rasulullah Saw berdakwah, di situ banyak orang kafir yang menentang dakwahnya secara terang-terangan. Namun, hal tersebut tidak menggugurkan kegigihannya dalam berdakwah. Gangguan demi gangguan manusia baik dengan lisan maupun perbuatan datang bertubi-tubi. Beliau dihina martabatnya bahkan banyak juga yang ingin menghabisi nyawanya. Akan tetapi para nabi dan rasul tetap mengamalkan kesabarannya dalam berdakwah di jalan Allah SWT, sebagaimana firman Allah Swt dalam al-Qur’an surat Ibrahim [14]: 12 yang berbunyi:
وَمَا لَنَا أَلا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَا آذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
Artinya: “Mengapa Kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri”.
Balasan orang yang Bersabar
Dalam kehidupan manusia sabar dikategorikan sebagai tingkah laku yang memiliki tingkat dan derajat yang tinggi. Banyak orang yang berusaha untuk mengembangkan dirinya untuk melakukan berbagai macam kebaikan dalam hidupnya di dunia. Karena ia menginginkan kesempurnaan hidup baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Orang yang senanatiasa selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada-Nya dengan sempurna. Akan membawanya kepada kebaikan dunia dan akhirat kelak. Salah satu contohnya yaitu dengan sabar perspektif ayat berikut. Bagi orang yang bersabar Allah SWT akan memberikan balasan kepada mereka dengan memasukkannya ke dalam surga-Nya yang penuh dengan berbagai macam kenikmatan. sebagaimana firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Furqan [25]: 75 yang berbunyi”
أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلامًا
Artinya: “Mereka itu akan diberikan balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam”.
Kesimpulan
Bagi Muslim hakikat dari bersabar agar manusia diridhoi oleh Allah SWT. Berdasarkan kemampuannya dalam bersabar dalam segala hal yang ada di dunia. Dan balasan yang diberikan oleh Allah SWT terhadap orang yang bersabar tidak main-main. Karena Allah memberikan kenikmatan yang sungguh luar biasa yaitu surga. Seperti ini sabar perspektif Al-Qur’an dengan segala konteksnya.



























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.