Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Qari Selebritis, Al-Quran dan Fenomena Anak Muda Muslim Indonesia

Qari
Gambar: Channel Youtube Ammar TV

Forum Keakraban Penulis Tanwir terselenggarakan di kota Yogyakarta, acaranya mengangkat tema “Menulis Asyik Kajian Tafsir di Media Digital”. Pertemuan ini merupakan suatu momentum yang cukup membuat adrenalin saya tak menentu arahnya. Bagaimana tidak, perkumpulan ini berasaskan pada pertemuan penulis-penulis handal dalam bidang kajian Islam terkhusus kajian tafsir.

Pada suatu kesempatan, kami ditugaskan untuk mereview walau satu koleksi buku yang kami bawa dari kos, pondok atau bahkan daerah asal masing-masing penulis.

Profil Buku Qari Selebriti

Berhubung tema yang digagas panitia terkait dengan tafsir di era digital. Maka saya membawa buku yang berjudul “Qari Selebriti: Resitasi Alquran dan Anak Muda Muslim Indonesia di Era Media Sosial”. Buku ini merupakan berawal dari tugas akhir tesis mahasiswi Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Progam Studi Interdisciplinary Islamic Studies: Konsentrasi Hermeneutika Alquran, yang bernama Imas Lu’ul Jannah.

Buku ini terpilih sebagai salah satu dari tesis dan disertasi terbaik di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang diterbitkan. Terdapat empat karya terpilih, masing-masing terdiri dari dua tesis dan dua disertasi. Buku pertama karya Aisyah Nur Amalia berjudul Polowijo Cebolan, Pergeseran Otoritas Spiritual di Keraton Yogyakarya. Kedua, milik Imas Lu’ul Jannah dengan Judul Qari Selebriti, Resitasi Alquran dan Anak Mudah Muslim Indonesia di Era Media Sosial.

Ketiga, karya Muhammad Akmaluddin: Kuasa Jaringan Keilmuan dan Ortodoksi, Diskursus Hadis di Andalusia Abad II/VII-III/IX. Terakhir, karya Ade Fakih Kurniawan: Cultural Negotiation, Authority and Discursive Tradition: The Wawacan She Ritual in Banten. Progam yang telah berjalan satu tahun ini bertujuan untuk mengapresiasi dan memotivasi kepada mahasiswa.

Baca Juga  Merespon Fenomena Catcalling dengan Maqashid Syari'ah

Buku ini mengkaji tentang hubungan antara media sosial dan resitasi Al-Qur’an. Berangkat dari ide pada mata kuliah Agama dan Media, Imas Lu’ul Jannah melakukan pengembangan dengan studi kasus fenomena popularitas qari selebriti muda di kalangan anak muda Muslim Indonesia.

Geliat Qari Muda di Media Digital

Terdapat empat fugur populer yang menjadi bahasan dalam buku ini, yaitu Muzammil Hasballah, Taqy Malik, Ibrahim el-Haq, dan Salim Bahanan. Selain popularitas, ada alasan mengapa Imas akhirnya memilih empat figur tersebut, yaitu bahwa mereka kemudian menginspirasi munculnya qari-qari muda lainnya.

Di sisi lain, Imas menyebut bahwa mereka berasal dari satu channel Youtube yang sama, yaitu Ammar TV. Channel tersebut memang menjadi channel Youtube dakwah dengan subscriber yang paling banyak semenjak diluncurkan pada 6 November 2014. Selain channel Ammar TV, terdapat beberapa channel yang tidak kalah popularitasnya. Yaitu Khalid Basalamah Official (1,11 Juta Subscriber), Al-Bahjah (1,4 Juta Subscriber), dan Yufid.TV (1.49 juta subscriber) dan Tafaqquh Vidio ( 1, 65 juta subscriber).

Sistematika buku ini tidak jauh berbeda dengan wujud asli dari tesisnya, meskipun ada berapa hal yang dihadirkan berbeda. Perbedaan kecil tersebut berpangkal dari upaya untuk menyapa pembaca yang lebih luas dengan kemasan bentuk publikasi yang lebih populer dan ringan.

Selain itu, dalam beberapa bab penulis juga melakukan penyesuaian-penyesuaian formulasi kalimat yang sepertinya juga masih berhubungan dengan upaya menampilkan register bahasa yang lebih ramah terhadap pembaca non-spesspesialis.

Ada tiga poin besar yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini. Yakni faktor yang melatarbelakangi kemunculan popularitas resitasi al-Qur’an di ruang publik, peran dari qari selebiriti dalam membangun popularitas Al-Qur’an di kalangan anak muda melalui sosial media dan kontribusi qari selebriti terhadap dinamika keislaman di Indonesia.

Baca Juga  Haji Wada': Inilah Pesan Universal Nabi untuk umat Manusia!

Guna mendapatkan jawaban dari permasalahan tersebut, peneliti menggunakan analisis konten berdasarkan dua basis, yaitu media sosial dan kerja lapangan. Peneliti melakukan penelusuran melalui media sosial untuk meganalisis bagaimana respons audien terhadap beragam berbagai video murottal dari qari selebriti.

Pengaruhnya Pada Anak Muda

Basis kedua berdasarkan pada kerja lapangan yang berbentuk wawancara langsung kepada beberapa anak muda Muslim di Yogyakarta. Basis yang kedua ini untuk menjawab bagaimana pengaruh eksistensi qari selebriti dalam membentuk sikap atau perilaku mereka dengan resitasi Al-Qur’an.

Buku ini menunjukkan beberapa temuan, di antaranya kemunculan resitasi Al-Quran di ruang publik media Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi media dan sosial politik Indonesia. Kedua, Youtube dan Instagram sebagai salah satu media yang tidak hanya memfasilitasi keempat qari selebriti (Muzammil, Taqy, Boim dan Salim) dalam meraih popularitas, namun juga menjadi medium yang mendekatkan Alquran dengan audiennya.

Ketiga, terdapat dampak yang muncul dari adanya dakwah Alquran yang dilakukan oleh para qari selebriti, salah satunya pergeseran bunyi teks Alquran dari sakral menuju ke budaya media sosial yang sekular dan adanya atmosfer religious dalam dunia maya. Meskipun begitu kajian ini tidak seketika muncul dalam khazanah kajian tafsir tapi mengalami proses diskusi panjang baik bersama rekan-rekannya,forum diskusi conference, dan lain sebagainya.

Penyunting: Bukhari

Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Bisa dihubungi melalui: Twitter: @ayasriyan, Instagram: @ayasriyan