Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tantangan Tafsir Al-Qur’an di Dunia Digital

Digital
Sumber: istockphoto.com

Dunia digital sedang berkembang sangat pesat. Yang mana, perkembangan ini membuat siapapun bisa mengakses apapun dengan bebas, tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Dan yang paling menariknya adalah, perkembangan dunia digital tidak sepenuhnya memberikan dampak negative terhadap diri seseorang.

Karena baik buruknya perkembangan dunia digital kembali lagi kepada, ‘bagaimana kita memanfaatkannya? Bijakkah? Atau justru mau diperdaya?’. ingga rela menghabiskan banyak waktu hanya untuk sekedar scrool konten-konten hiburan di media sosial. Salah satu hal baik dari berkembangnya dunia digital adalah mudahnya mengakses konten-konten Islami.

Tentu, hal ini berbeda jauh dengan puluhan tahun lalu. Di mana, akses belajar masih susah. Butuh waktu yang lama hanya untuk mempelajari satu hal. Berkembangnya dunia digital menjadi tantangan tersendiri bagi banyak elemen kehidupan. Tak terkecuali bagi penafsiran al-Quran.

Tantangan Digitalisasi Tafsir Al-Qur’an

Di era kini, masyarakat Muslim harus mulai memahami, dan meningkatkan kesadaran, bahwa yang bisa mengkaji al-Quran bukan hanya orang Muslim saja. Melainkan seluruh umat. Tantangan tersebut bahkan semakin jelas. Klasifikasi pengkaji al-Quran juga beragam. Mulai dari Muslim dan non muslim, akademisi, masyarakat awam, akademisi tapi non Islamic studies, dan lain sebagainya. Bahkan di media-media masa kini, tidak sedikir para pengkaji al-Quran yang bukan berasal dari Islamic studies.

Sayangnya, apa yang disampaikan oleh para penafsir tersebut kadang kala tidak sesuai dengan apa yang selama ini dipahami oleh Muslim yang notabenenya adalah akademisi Islamic studies. Sehingga, untuk menghadapi maraknya pemahaman-pemahaman penafsiran yang tidak sesuai, umat Islam yang merupakan akademisi Islamic studies dituntut untuk selalu siap dengan penafsiran-penafsrian tersebut, dan meresponnya secara ilmiah, atau secara akademik.

Sekarang banyak ditemukan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan dalam meakses al-Qur’an, seperti al-Qur’an digital bahkan beserta tafsirannya. Hal ini di suatu sisi memberikan ruang kemudahan bagi orang-orang Muslim dalam memahami isi kandungan al-Qur’an. Namun di suatu sisi muncul polemik di masyarakat bagaimana HP android misalnya yang ada aplikasi al-Qur’annya di letakkan di kantong celana atau masuk ke kamar mandi.

Baca Juga  Tafsir Al-Mizan dan Al-Safi: Perbandingan Dua Pendekatan Tafsir Syiah

Terlepas apapun begitu pemahaman al-Qur’an di masyarakat menggunakan aplikasi-aplikasi yang muncul sekarang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Jangan sampai peluang memahami lebih dalam isi penafsiran al-Qur’an tidak menjadi kunci yang utama. Perlunya pemahaman di masyarakat Muslim untuk mensosialisasikan lebih luas, agar pembelajaran al-Qur’an di mana saja sekarang dapat dilakukan di mana saja.

Editor: An-Najmi