Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Mempelajari Kehidupan Nyamuk Sebagai Perumpamaan Al-Qur’an

kehidupan nyamuk
Sumber: https://muslimhashtag.com/

Allah Swt banyak menitipkan pesan melalui hewan-hewan yang termaktub dalam al-Qur’an. Terlepas dari konteks historisnya, banyak ayat-ayat perumpamaan yang memaksa untuk memeras keringat otak para mufasir. Perumpamaan al-Qur’an menjadi hal yang menarik untuk dikaji dengan penemuan zaman dan akan memelopori pergantian zaman. Salah satu hewan yang sangat unik untuk dikaji atau dijadikan Allah Swt sebagai perumpamaan di dalam al-Qur’an adalah Nyamuk (Ba’udhah). Nyamuk adalah serangga kecil, bersayap, berbisik, serta berparuh panjang yang di gunakannya untuk menusuk. Ada sekitar dua ribu lima ratus jenis kehidupan nyamuk. Serangga ini berkembang biak sangat cepat dan dalam jumlah yang sangat luar biasa banyaknya.

Ayat Perumpamaan tentang Nyamuk

Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 26,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”

Dalam ayat di atas perumpamaan nyamuk menjadi salah satu prioritas yang harus diselesaikan dengan memakai berbagai jenis kaca mata dan perbandingan interpretasi yang ada.

Baca Juga  Analogi Surat At-Taghabun Ayat 9 dalam Tafsir Al-Ibriz

Mengenal Nyamuk

Nyamuk disebutkan di dalam QS. Al-Baqarah ayat 26 di atas dengan sebutan بَعُوضَةً (Al-Ba’udhah). Secara bahasa, sebagaimana di jelaskan di dalam Al-Mu’jam al-Wasit, Al-Ba’udh adalah sejenis serangga yang memudaratkan serta mempunyai dua sayap. Al-Ba’udhah atau nyamuk juga tergolong dalam jenis hewan Al-Hamj, yaitu serangga kecil dan ia juga di kenali sebagai Al-Namus.

Sedangkan dalam bahasa inggris, Al-Ba’udhah atau nyamuk di kenal sebagai Mosquito, yang berasal dari sebuah kata dari Spanyol atau bahasa portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kata Mosquito bermula tahun 1583 di Britania Raya nyamuk di kenal sebagai Gnats.

Sedangkan secara istilah, Ba’udhah atau nyamuk adalah serangga-serangga kecil yang membahayakan memiliki dua sayap. Dan hanya Ba’udhah betina yang memakan darah manusia, serta menyebabkan virus penyakit. Sedangkan Ba’udhah jantan hanya memakan saripati bunga.

Menurut Ath-Thabrasi dalam tafsirnya juga mengambil pendapat dari beberapa ulama’ misalnya. Ali bin Isa yang berkata: membuat perumpamaan dengan sesuatu yang hina itu bukanlah suatu aib.

Pendapat dari Ja’far Shadiq yang mengatakan, sesungguhnya Allah Swt membuat perumpamaan dengan nyamuk yang bertubuh kecil. Allah Swt menciptakan segenap apa yang ada padanya juga seperti yang dia ciptakan pada gajah yang bertubuh besar. Allah Swt sebenarnya berkehendak memperingatkan kepada orang-orang mukmin dan munafik atas kelembutan dan keunikan ciptaan-Nya.

Keunikan Nyamuk

Menurut pakar, nyamuk betinalah yang berbahaya dibanding nyamuk jantan, karena nyamuk betinalah yang menghisap darah manusia dan mamalia. Pada nyamuk betina, bagian mulutnya berbentuk Probosis panjang untuk menembus kulit mangsanya. Sedangkan nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah.

Baca Juga  Begini Pola Makan Sehat ala Nabi Muhammad

Dalam kajian ilmiah, memang diketahui bahwa nyamuk adalah hewan penghisap darah. Namun hanya nyamuk betinalah yang menghisap darah. Disamping itu, nyamuk betina menghisap darah tidak untuk kebutuhan makan mereka. Sebab baik nyamuk jantan maupun betina keduanya hidup dengan memakan nectar; cairan manis yang disekresikan oleh bunga tanaman (sari madu bunga). Alasan mengapa nyamuk betina dan bukan jantan, menghisap darah adalah karena darah mengandung protein yang dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan telur nyamuk.

Perlu di ketahui, bahwa kehidupan nyamuk memiliki proses perkembangan yang paling menakjubkan. Proses perkembangan metamorfosis nyamuk di mulai dari larva mungil melalui sejumlah fase perkembangan yang berbeda hingga pada akhirnya menjadi nyamuk dewasa.

Siklus Kehidupan Nyamuk

Nyamuk betina menaruh telur-telurnya pada dedaunan lembab atau kolam-kolam yang tak berair di musim panas atau musim gugur, dan diberi makan berupa darah agar dapat tumbuh dan berkembang. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya sedemikian rupa hingga berbentuk seperti sebuah sampan yang terdiri dari 300 butir telur.

Telur-telur yang berwarnah putih, kemudian berubah warna menjadi semakin gelap dan dalam beberapa jam menjadi warna hitam legam. Warna gelap ini berfungsi untuk melindungi telur-telur tersebut agar tidak terlihat oleh serangga, maupun burung pemangsa. Sejumlah larva-larva yang lain juga berubah warna, menyesuaikan dengan warna tempat dimana mereka berada. Hal ini berfungsi sebagai kamuflase agar tidak mudah di lihat oleh pemangsa.

Jentik nyamuk mendapatkan makanan dengan cara yang menakjubkan. Mereka membuat pusaran kecil dalam air dengan menggunakan bagian ujung dari tubuh mereka yang ditumbuhi bulu sehingga mirip kipas. Kisaran air tersebut menyebabkan bakteri dan mikro organisme lainnya tersedot dan masuk kedalam mulut larva nyamuk. Proses pernafasan jentik nyamuk, yang posisinya terbalik dibawah permukaan air, terjadi melalui sebuah pipa udara yang mirip dengan Snorkel (pipa saluran pernafasan) yang biasa di gunakan oleh para penyelam. Tubuh jentik mengeluarkan cairan yang kental agar mampu mencegah air memasuki lubang tempat berlangsungnya pernafasan.

Baca Juga  Refleksi Kisah Qur'ani: Upaya Berfikir Reflektif

Detail Perkembangbiakan Nyamuk

Pada tahap larva (jentik), terjadi pergantian kulit sekali lagi, sehingga larva tersebut berpindah menuju bagian akhir dari perkembangan mereka. Yakni tahap kepompong (pupal stage), ketika kulit kepompong terasa sudah sempit dan ketat. Ini pertanda bagi larva untuk larva keluar dari kepompong.

Kemunculan nyamuk dari kepompong di awali dengan robeknya kulit kepompong di bagian atas. Resiko terbesar pada tahap ini adalah masuknya air ke dalam kepompong. Untungnya, bagian atas kepompong yang sobek tersebut di lapisi oleh cairan kental khusus yang berfungsi melindungi kepala nyamuk yang baru lahir, agar tidak kemasukan air. Masa-masa ini sangatlah kritis sebab tiupan angin yang sangat lembut sekalipun dapat berakibat kematian, jika nyamuk muda tersebut jatuh kedalam air. Nyamuk muda ini harus keluar dari kepompongnya dan memanjat hingga, kaki-kakinya menyentuh pada permukaan air.

Kehidupan nyamuk jantan dan betina dewasa perbandingan 1:1, nyamuk jantan keluar terlebih dahulu dari kepompong, baru disusul nyamuk betina, dan nyamuk jantan tersebut akan tetap tinggal di dekat sarang, sampai nyamuk betina keluar dari kepompong, setelah jenis betina keluar, maka nyamuk jantan akan langsung mengawini betina sebelum mencari darah. Selama hidupnya nyamuk betina hanya sekali kawin.

Penyunitng: Ahmed Zaranggi