Sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi akar bangsa Indonesia di masa depan, harus mampu mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional melalui tiga kekuatan dasar yang memungkinkan disebut sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, yaitu kekuatan moralnya dalam pertempuran, karena pada dasarnya apa yang dia lakukan hanya didasarkan pada gerakan moral yang pantas dia dapatkan dalam pertempuran idealismenya.
Pemuda dan Potensi
Pemuda merupakan potensi negara sebagai angkatan laut bagi pembangunan bangsa. Peran generasi pemuda sangat penting untuk mencapai pembangunan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Di era globalisasi saat ini, peran mahasiswa sangat besar pengaruhnya bagi bangsa. Baik secara ilmiah maupun etis, mahasiswa mengubah status suatu bangsa, karena mahasiswa adalah sarjana yang melakukan kegiatan pendidikan pada tingkat tertinggi. Jika moral siswa rendah, maka nama bangsa juga akan tercemar. Jika cara berpikir siswa positif, Indonesia akan lebih mudah membuat penemuan-penemuan baru yang akan mengharumkan nama Indonesia di belahan dunia. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu memimpin NKRI menuju perubahan yang lebih baik.
Masa muda identik dengan masa yang penuh dengan kebahagiaan, penuh dengan harapan. Masa muda masa yang paling kuat untuk menjadikan diri kita taat, menjadikan hidup kita bermanfaat baik agama maupun masyarakat. Pemuda laksana bara api yang berkobar, melambangkan semangat yang tak pernah pudar. Namun tak jarang kita temukan banyak pemuda yang sering membuat onar; tiap malam mabuk-mabukan, perkelahian antar teman, pergaulan bebas tiap malam, akhlak tiap hari semakin memprihatinkan.
Lalu bagaimana kita sebagai seorang pemuda supaya dapat terhindar dari mabuk-mabukan dan sebagainya?
Pentingnya Ilmu
Imam Sayyid al-Kutub dalam kitab Aktsar Hayatu fil Islam memberikan solusi yakni dengan pendidikan yang baik, kita sebagai pemuda pemudi hendaklah memanfaatkan waktu untuk belajar sebagaimana Rasulullah Saw. Bersabda dalam kitab Shahih al-Jaami ash-Shaghir No. 3913
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim.” (HR Ibnu Majah)
Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Mujadalah [58]:11 sebagai berikut :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.
Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab dalam kitab tafsir Al-Misbah hal 14, menjelaskan bahwa ayat di atas tidak menyebut secara tegas bahwa Allah akan meninggikan derajat orang berilmu. Tetapi menegaskan bahwa mereka memiliki derajat-derajat yakni yang lebih tinggi dari yang sekedar beriman. Tidak disebutnya kata meninggikan itu sebagai isyarat bahwa sebenarnya ilmu yang dimilikinya itulah yang berperan besar dalam ketinggian derajat yang diperolehnya, bukan akibat dari faktor di luar ilmu itu.
Menurut Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah menjelaskan bahwa Hai orang-orang yang beriman ketika diberitahu: Di tempat duduk (majelis), sisakan ruang untuk pendahulu Anda. Maka Tuhan akan memberikan anugrah-Nya berupa tempat, jiwa, makanan, surga, dan lain-lain. Ketika Anda diberitahu: Berdiri dan dengan terampil memberi ruang bagi pendahulu Anda. Kemudian Tuhan akan meningkatkan tempat Anda di dunia dan di surga. Allah telah mengangkat derajat para ulama beberapa derajat kehormatan dan kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat karena perpaduan antara ilmu dan amal mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui segala perbuatanmu. Ini adalah ancaman bagi mereka yang tidak mengikuti perintahnya.
***
Qatadah berkata : Ada suatu masa ketika ada sekelompok orang yang berpartisipasi dalam Perang Badar yang baru saja datang ke pertemuan mereka kemudian disuruh berdiri untuk memberi jalan dan mereka menunjukkan keengganan mereka terhadap perintah Nabi SAW. Sehingga beginilah ayat ini muncul.
“Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Sebuah kalimat legenda yang sempat dibekukan oleh bapak bangsa, Bung Karno, tokoh pemuda saat itu yang kalimatnya kini menjadi kenyataan. Namun bukan hanya sekedar pemuda yang berani, bertanggung jawab dan tegas, tetapi pemuda yang siap menjadi generasi Qur’ani guna kejayaan bangsa.
Jika para pemuda pemudinya sehat maka negara akan kuat, jika para pemuda pemudinya berilmu maka negara akan maju, jika para pemuda pemudinya beriman maka negara akan aman, dan jika para pemuda pemudinya bertaqwa maka insya Allah negara akan jaya.
Oleh karena itu, generasi pemuda yang hebat bukanlah pemuda yang banyak bicara, melainkan pemuda yang banyak berkarya. Bukan pemuda yang mengobral cinta akan tetapi pemuda yang terus memperbaiki iman dan taqwa. Bukan pemuda yang scroll Tiktok dan WhatsApp, tetapi pemuda yang gabung dengan kajian bersama.
Editor: An-Najmi




























Leave a Reply