Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Ilmi: Relevansi Ikatan Kimia dengan Al-Qur’an

Sumber: istockphoto.com

Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Tujuan terjadinya ikatan kimia adalah agar terjadi kestabilan unsur. Namun, ikatan kimia yang dihasilkan akan berbeda-beda.

Semakin kuat ikatan kimia yang terjadi, maka semakin stabil senyawa yang dihasilkannya. Begitu sebaliknya, semakin lemah ikatan kimia yang terjadi, maka semakin tidak stabil senyawa yang dihasilkannya dan bisa mengalami reaksi lain untuk membuatnya lebih stabil. Dalam pembentukannya, ikatan kimia dipengaruhi oleh elektron valensi.

Macam-Macam Contoh Ikatan Kimia

Ikatan kimia dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya:

  • Ion

Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi akibat adanya gerak tarik menarik elektrostatika antara ion positif dan ion negatif dengan perbedaan keelektronegatifan yang besar pada kedua atom tersebut. Sebuah ikatan ion mengalami serah terima elektron, terdiri dari unsur logam dan nonlogam, umumnya berupa padatan dan berbentuk kristal, terurai menjadi anion dan kation, lelehan dan larutannya dapat menghantarkan arus listrik, titik didih dan titik lelehnya tinggi. Contoh ikatan kimia adalah NaCl.

  • Ikatan kovalen

Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi dari penggabungan kedua atom dengan elektron bersama. Ketika ikatan kovalen terjadi, maka kedua atom yang berikatan akan tertarik pada pasangan elektron yang sama. Contoh ikatan kovalen adala H2. Berbeda dengan ikatan ion yang mengalami serah terima elektron. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil, maka kedua atom H harus menggunakan elektron secara bersama.

***

Ikatan kovalen terdiri dari beberapa macam, yaitu:

  • Kovalen polar
Baca Juga  Ekosistem dalam Prespektif Sains dan Al-Quran

Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang memiliki pasangan elektron yang dipakai berama membentuk oktet, memiliki perbedaan kelektronegatifan, terdapat pasangan elektron bebas pada atom pusat, bentuk molekulnya asimetris dan terdiri dari unsur yang berlainan. Contoh ikatan kovalen polar adalah HCl, HBr dan HF.

  • Kovalen non polar

Ikatan kovalen non polar adalah ikatan kovalen yang memiliki pasangan elektron yang dipakai bersama, tidak terdapat perbedaan keelektronegatifan, tidak terdapat pasangan elektron bebas pada atom pusat, bentuk molekulnya simetris dan terdiri dari atom-atom sejenis. Contoh ikatan kovalen non polar adalah H2, Cl2 dan Br2.

  • Kovalen koordinasi

Ikatan kovalen koordiansi adalah ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang digunakan berikatan berasal dari salah satu atom saja. Ikatan ini pada umumnya unsur-unsur pembentuknya berupa unsur non logam. Contoh ikatan ini adalah HNO3.

  • Logam

Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi antar logam yang sejenis akibat gaya tarikan inti atom logam dengan lautan elektron. Ikatan ini mempunyai ciri-ciri, diantaranya dapat menghantarkan listrik dan panas, titik leleh dan titik didih tinggi, membentuk logam paduan, dapat ditempa, dibengkokkan dan ditarik.

  • Hidrogen

Ikatan hidrogen adalah ikatan antar molekul berupa gaya tarik menarik oleh atom yang keelektronegatifannya sangat besar (F, O, N) terhadap atom H dalam molekul lain. Kekuatan ikatan hidrogen dipengaruhi oleh perbedaan keelektronegativitas antara atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk. Ikatan hidrogen memiliki titik didih yang tinggi.

Relevansi Ikatan Kimia dengan Ikatan Ukhuwah Islam

Ikatan kimia di atas mempunyai hubungan dengan ajaran Islam. Bukan hanya atom-atom saja yang berikatan dengan atom-atom lain untuk mencapai kestabilan, tetapi orang Islam juga harus berikatan dengan sesama Muslim untuk mencapai keselarasan. Ukhuwah Islamiyah merupakan keterikatan antara hati dan jiwa indvidu dengan orang lain dengan ikatan aqidah, yaitu agama Islam. Islam menggambarkan semua yang berkaitan selain karenanya sebagai bentuk yang kebih rendah niainya.

Baca Juga  Tafsir Ilmi: Fungsi Atmosfer Dalam QS. Ath Thariq Ayat 11

Ukhuwah Islamiyah bersifat kekal dan menyeluruh berdasarkan aqidah dan syariat Islam. Dengan adanya ukhuwah Islamiyah, umat Islam akan menjadi kokoh dan dapat memanfaatkan potensi yang ada untuk meraih impian dan cita-citanya. Pentingnya ukhuwah Islamiyah ini tercantum dalam firman Allah, yaitu

وَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْۗ لَوْاَنْفَقْتَ مَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مَّآ اَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ اَلَّفَ بَيْنَهُمْۗ اِنَّهٗ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Artinya: “Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S al-Anfal: 63)

Ukhuwah Islamiyah tidak hanya ditumbuhkan dalam hati saja, melainkan diungkapkan melalui lisan dan dinyatakan melalui perbuatan. Seluruh umat Islam wajib menerapkan ukhuwah Islamiyah karena dengan ukhuwah Islamiyah bisa menghargai satu sama lain. Dengan ukhuwah Islamiyah akan tercipta perdamaian dan tidak akan terjadi pertengkaran atau perselisihan yang akan mengakibatkan kerusakan di bumi.

Penyunting: An-Najmi