Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Pandangan Islam Terhadap Pendidikan Perempuan: Wajib!

Pendidikan Perempuan
Gambar: Dok. Penulis

Martinus Jan Langeveld mempunyai pengertian bahwa pendidikan adalah upaya untuk membantu peserta didik agar mereka mampu mengerjakan tugas kehidupan secara mandiri dan bertanggung jawab secara moral dan susila. Martinus tidak mengatakan bahwa pendidikan hanya penting untuk lelaki saja. Sebaliknya pendidikan juga tidak kalah penting untuk seorang perempuan.

Anak perempuan di seluruh dunia menghadapi ketidaksetaraan dan diskriminasi gender. Mereka mengalami hal seperti ini hanya karena dilahirkan sebagai anak perempuan bukan anak laki-laki. Anak perempuan cenderung menerima kekerasan seperti perdagangan perempuan, dipaksa untuk menikah dini, menghadapi kekerasan dalam keluarga, dan kekerasan seksual.

Padahal jika seorang anak baik laki-laki atau perempuan mendapat pendidikan yang layak, mereka lebih mungkin untuk tumbuh dengan sehat, aman, dan berdaya dalam menentukan jalan hidup dan masa depannya (Ainiyah, 2017). Selain itu, bagi anak perempuan, pendidikan sangat membantu dan berguna sebagai bekal perempuan dalam mendidik anak-anak mereka kelak.

Di seluruh dunia, terdapat 129 juta anak perempuan yang putus sekolah. 32 juta anak perempuan yang duduk di bangku sekolah dasar, 30 juta anak perempuan duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan 67 juta anak perempuan duduk di bangku sekolah menengah atas (UNICEF, 2019). Diketahui pula di negara yang terdampak konflik, anak perempuan dua kali lipat lebih mungkin putus sekolah dibandingkan dengan anak perempuan yang tinggal di negara tidak terdampak konflik.

Unicef (2019) memperkirakan hanya 49% negara yang telah mencapai kesetaraan gender dalam pendidikan dasar. 42% dalam pendidikan menengah pertama, dan 24% dalam pendidikan menengah atas. Terdapat berbagai alasan yang menghambat pendidikan anak perempuan, antara lain seperti kemiskinan, pernikahan dini dan kekerasan berbasis gender. Hal ini sangat bervariasi di antara negara dan juga komunitas.

Baca Juga  Pemikiran Mansour Fakih Bagi Kesetaraan Gender Perempuan

Islam Mewajibkan Pendidikan Bagi Laki-laki dan Perempuan

Dalam Islam juga sudah dijelaskan bahwa pendidikan wajib bagi kaum laki-laki dan perempuan seperti hadis yang pernah saya dengar yang artinya, “Menuntut ilmu itu hukumnya wajib, bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”. Dari hadis di atas kita bisa mengartikan bahwa menuntut ilmu adalah hak setiap manusia laki-laki maupun perempuan.

Bukan hanya laki-laki saja, tetapi pendidikan juga penting bagi perempuan. Pentingnya pendidikan bagi perempuan pernah disebutkan oleh mantan Wakil Presiden Indonesia, yaitu Mohammad Hatta. “Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi.”

Agama Islam menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan mengingat tingginya kedudukan yang diberikan Islam. Artinya, Islam tidak melarang perempuan dalam menuntut ilmu, asalkan mereka tidak meninggalkan kedudukan mulianya yang telah diberikan Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Alaq ayat 1-5 yang artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang Mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Tapi dari yang kita tahu banyak sekali orang yang salah mengartikan. Kebanyakan dari mereka memiliki pandangan bahwa pendidikan hanya wajib untuk laki-laki saja. Penyebab dari pandangan mereka adalah mereka selalu menerapkan bahwa pekerjaan seorang wanita adalah dapur, sumur dan kasur. Maksud dari istilah tersebut adalah bahwasanya wanita hanya perlu berkegiatan di dapur seperti memasak, di sumur seperti mandi dan di kasur yaitu melayani suami.

Kesimpulan

Mereka tidak berpikir bahwa untuk membangun keluarga yang baik juga memerlukan pendidikan yang tinggi. Pendidikan sangatlah penting. Karena zaman semakin canggih dalam era globalisasi ini kalo pendidikan tidak diikuti maka akan ketinggalan jauh dari zaman yang semakin canggih ini. Adapun ulama Imam Asy-Syafi’i berkata, “Bila kamu tak tahan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan”. Dalam hal ini seorang Islam wajib menuntun ilmu.

Baca Juga  Pentingnya Menuntut Ilmu

Banyak laki-laki yang memandang seorang perempuan tidak bisa menjadi pemimpin, padahal banyak perempuan yang berhasil dalam kepemimpinanannya. Seorang perempuan bisa berhasil juga tanpa laki-laki karena perempuan adalah wanita kuat dari lahir, batin dan raganya.

Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita merubah pandangan yang masih salah dari mereka. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan, contohnya membuka pikiraan mereka dengan apa yang kita lakukan, buktikan kepada orang yang memiliki pandangan wanita tidak perlu menempuh pendidikan yang tinggi. Buktikan kepada mereka bahwa perempuan yang berpendidikan itu berkualitas.

Penyunting: Bukhari