Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Menyembelih Lembu Betina (Bagian 3).. Celaan keras pada ayat-ayat tersebut ini, terutama tentang ceritera penyembelihan lembu betina itu meninggalkan kesan mendalam di hati kita kaum Muslimin, bahwa Tuhan Allah menurunkan suatu perintah dengan perantaraan RasulNya adalah dengan terang, jitu dan ringkas. Agama tidaklah untuk mempersukar manusia. Sebab itu dilarang keraslah bersibanyak tanya, yang kelak akan menyebabkan itu menjadi berat. Bukanlah ...

Sekarang barulah dijelaskan sebab-sebab perintah menyembelih lembu betina itu. “Dan (ingatlah) seketika kamu membunuh satu diri, maka bersitolak-tolakkan kamu padanya, dan Allah mengeluarkan apa yang kamu sembunyikan.” (ayat 72) Kedapatan orang mati terbunuh, tetapi tidak terang siapa pembunuhnya. Maka timbul tolak menolak, tuduh menuduh. Maka disembelihlah lembu betina itu, yang akan digunakan pencari siapa pembunuhnya: “Dan Kami katakan: Pukullah olehmu ...

Setelah menerangkan beberapa nikmat yang telah dikurniakan kepada Bani lsrail itu, dan beberapa pula pelanggaran mereka akan janji dengan Tuhan, sesudah itu beberapa kali pula mereka telah dihukum karena pelanggaran janji, dan berapa kali pula Allah telah memberi kesempatan bagimereka buat hidup untuk memperbaiki diri dan menempuh jalan yang benar, sekarang Tuhan mengemukakan lagi suatu kisah yang kejadian pada mereka, ...

Tafsir Ayat 66 “Maka Kami jadikanlah dianya sebagai suatu teladan bagi mereka yang semasa dengannya dan bagi yang di belakangnya.” (pangkal ayat 66). Itulah orang-orang yang merasa bangga karena telah banyak mendapat keuntungan, tetapi tidak insaf bahwa mereka telah tersisih dari masyarakat manusia yang berbudi. Yang mereka ingat hanya keuntungan sebentar itu saja. Budi mereka menjadi kasar. Semua orang yang ...

Tafsir Ayat 65 “Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar perintah pada hari Sabtu.” (pangkal ayat 65). Diperingatkan lagi bagaimana sekumpulan Bani Israil melanggar perintah memuliakan hari Sabtu. Memuliakan hari Sabtu, istirahat bekerja pada hari itu dan sediakan dia buat beribadat. Memuliakan hari Sabtu adalah salah satu janji mereka dengan Tuhan. Tetapi mereka mencari helah, memutar hukum dengan cerdik ...

Tafsir Ayat 64 Ayat ini dilanjutkan kepada Bani Israil: “Kemudian kamupun berpaling sesudah itu.” (pangkal ayat 64). Janjimu dengan Tuhan telah kamu lupakan. Kesungguhan telah kamu ganti dengan main-main. Agama hanya menjadi permainan mulut, tidak berurat ke hati. “Maka kalau bukanlah karena kurnia Allah dan belas kasihanNya atas kamu, sesungguhnya telah jadilah kamu dari orang-orang yang merugi.” (ujung ayat 64). ...

Tafsir Ayat 63 “Dan (ingatlah) tatkala telah Kami ambil perjanjian dengan kamu, dan telah Kami angkatkon gunung di atas kamu: Peganglah apa yang telah Kami berikan kepada kamu dengan sungguh-sungguh.” (pangkal ayat 63). Diperingatkan lagi janji yang telah diikat di antara mereka dengan Tuhan, bahwa mereka akan beriman kepada Allah Yang Tunggal, tidak mempersekutukan dan tidak membuat berhala, hormat kepada ...

Tafsir Ayat 62 Baca Bagian 1 dan Bagian 2... Menurut sabda Nabi s.a.w. kepada sahabat beliau Amr bin al-‘Ash, seketika beliau ini yang tadinya amat benci kepada Nabi s.a.w., lalu masuk Islam dan meminta maaf kepada beliau atas kesalahan-kesalahan yang telah lalu, Nabi s.a.w. telah bersabda kepadanya: “Hai Amr, Islam itu menghapuskan dosa-dosa yang telah lalu.” Artinya, mulai dia memeluk ...

Tafsir Ayat 62 Baca Sebelumnya…. Kesan pertama yang dibawa oleh ayat ini ialah perdamaian dan hidup berdampingan secara damai di antara pemeluk sekalian agama dalam dunia ini. Janganlah hanya semata-mata mengaku Islam, Yahudi atau Nasrani atau Shabi’in; pengakuan yang hanya di lidah dan karena keturunan. Lalu marah kepada orang kalau dituduh kafir, padahal iman kepada Allah dan Hari Akhirat tidak ...

Tafsir Ayat 62 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman.” (pangkal ayat 62) Yang dimaksud dengan orang beriman, di sini ialah orang yang memeluk Agama Islam, yang telah menyatakan percaya kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan akan tetaplah menjadi pengikutnya sampai Hari Kiamat : “Dan orang-orong yang jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabi’in“; yaitu tiga golongan beragama yang percaya juga pada Tuhan tetapi telah ...