Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang memuat berbagai ajaran fundamental, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, muamalah, hingga hukum-hukum yang mengatur kehidupan manusia. Salah satu ayat hukum yang menyoroti aspek moral terdapat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 159-160. Ayat ini mengecam orang-orang yang menyembunyikan keterangan dan petunjuk Allah setelah penjelasan diturunkan, serta menyebutkan laknat bagi mereka. Namun, Allah juga membuka pintu ...

Selain berbicara mengenai haid di ayat 222 nya, di ayat 223 melarang kaum muslimin untuk memilih tidak menikah seumur hidupnya. “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah bahwa haid itu adalah kotoran/gangguan. Karena itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita yang sedang haid dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.  Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan ...

Setelah Allah memberi ajaran sopan-santun kepada ummat yang beriman, supaya mereka memilih kata-kata yang baik, yang tidak bisa disalah-artikan, dilanjutkan lagi sekarang supaya mereka jangan meniru perangai-perangai Bani Israil yang suka banyak tanya, banyak soal, yang bukan semata-mata untuk menghilangkan keraguan ; “Atau apakah kamu hendak bertanya kepda Rasul kamu sebagai telah ditanyai Musa di waktu dulu?” (pangkal ayat 108). ...

“Tidakkah engkau ketahui?” (pangkal ayat 107). Gaya pertanyaan seperti ini adalah menguatkan kata, yang dinamai Istifham-Inkari. Tidakkah engkau tahu wahai utusanKu? Untuk menekankan perhatian kepada hal yang tengah dibicarakan. “Bahwasanya Allah itu, kepunyaanNyalah kerajaan langit dan bumi.” Dia Yang Maha Kuasa mengatur semuanya. Maka jika perhatian telah ditumpahkan kepada Maha Kekuasaan yang meliputi semua langit dan bumi itu, menjadi kecillah ...

Kemudian daripada itu Tuhan memperingatkan kepada orang-orang yang beriman bahwasanya Rasul-rasul diutus Tuhan ganti-berganti, dan wahyu atau Kitab Suci diturunkan berturut-turut. Semuanya itu memakai ayat-ayat, atau tanda. Ayat diartikan juga mu’jizat. Ayat diartikan juga, syariat atau perintah Nabi berganti datang. Kitab berturut turun, zaman pun berganti. Tetapi pokok hukum, yaitu percaya kepada Allah Yang Maha Esa, dan percaya akan Hari ...

Salah satu yang menjadi ciri khas dari tafsir at-tanwir milik Muhammadiyah adalah ia memiliki judul-judul besar bagi setiap pembahasan. Contohnya adalah surah al-Baqarah ayat 124-129. Ayat-ayat itu diberikan judul besar sebagai “Peran Nabi Ibrahim dalam Agama, Pembangunan, Sosial dan Politik”. Inilah yang membedakan antara tafsir at-tanwir dengan tafsir-tafsir yang telah ada sebelumnya. Nama Nabi Ibrahim dapat dibilang cukup sentral dan ...

“Yaitu orang-orang yang memecahkan janji Allah sesudah dia diteguhkan.” (pangkal ayat 27). Apakah janji Allah yang teguh yang telah mereka pecah? Janji Allah terasa dalam diri kita sendiri-sendiri, yang ditunjukkan oleh akal kita. Janji Allah bersuara dalam batin manusia sendiri. Yaitu kesadaran akalnya. Tadi pada ayat 27 disuruh mempergunakan akal buat mencari di mana janji itu. Apabila akal dipakai mestilah ...

“Sesungguhnya Allah tidaklah malu membuat perumpamaan apa saja; nyamuk atau lebih kecil darinya.” Orang-orang yang kafir atau munafik itu mencari-cari saja fasal yang akan mereka bantahkan, untuk membantah Nabi. Dalam wahyu Tuhan Allah membuat berbagai perumpamaan. Tuhan pernah mengumpamakan orang yang mempersekutukan Allah dengan yang lain, adalah laksana laba-laba membuat sarang. Sarang laba-laba adalah sangat rapuh. (Surah al-Ankabut ayat 41). ...

“Maka jika kamu tidak dapat membuat, dan sekali-kali kamu tidak akan dapat membuat, maka takutlah kamu kepada neraka yang menyalakannya ialah manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (ayat 24). Kalau kamu sudah nyata tidak sanggup menandingi al-Quran, dan memang selamanya kamu tidak akan sanggup, baik susun kata atau makna yang terkandung di dalamnya, maka janganlah diteruskan juga ...

“Dan jika adalah kamu dalam keraguan dari hal apa yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami.” (pangkal ayat 23) Hamba kami yang Allah maksudkan ialah Nabi kita Muhammad s.a.w, satu ucapan kehormatan tertinggi dan pembelaan atas diri beliau. Dan yang kami turunkan itu adalah al-Quran. Di ayat kedua permulaan sekali, Tuhan telah menyatakan bahwa al-Kitab itu tidak ada lagi keraguan ...