Pengantar Tafsir al-adabī al-ijtimā’ī Dunia tafsir sangat beragam. Salah satu ragamnya adalah kemunculan pendekatan unik dengan memadukan kekuatan sastra (adab) dan semangat sosial (ijtimā’ī). Pendekatan tersebut dikenal sebagai tafsir al-adabī al-ijtimā’ī. Tafsir ini hadir sebagai respons terhadap masalah umat di zaman modern. Secara singkat, tafsir ini tidak hanya menjelaskan makna ayat dengan bahasa. Tafsir ini juga berusaha menjawab persoalan ekonomi, ...
Tafsir kontemporer pada awal munculnya, memiliki keterkaitan yang erat dengan pembaharuan yang dimasyhurkan oleh beberapa ulama kontemporer; yang menginginkan pendekatan dan metodologi baru dalam memahami Islam. Mereka berpandangan bahwa metodologi klasik telah meniadakan ciri khas Al-quran sebagai kitab yang sempurna, komplit sekaligus mampu menjawab permasalahan-permasalahan klasik ataupun modern. Munculnya tafsir kontemporer berkenaan dengan istilah pembaharuan yang sangat gencar dipopulerkan oleh ...
Sebelum penciptaan manusia (Adam), terjadi dialog tanya jawab antara malaikat dengan Allah SWT. Malaikat pernah mempertanyakan kebijakan Tuhan yang hendak menciptakan manusia. Pertanyaan para malaikat itu bukan pertanyaan biasa, tapi pertanyaan yang langsung disertai tuduhan terhadap manusia. Kisah tersebut ada di dalam QS. Al-Baqarah: 30 yang berbunyi : وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُواْ أَتَجْعَلُ ...
Muhammad Abduh adalah seorang tokoh mufassir Al-Qur’an yang mendewakan rasionalitas dalam menafsirkan Al-Qur’a. Sehingga tak jarang tafsirannya bertolak belakang dengan pemikiran mufassir sebelumnya. Dalam menafsirkan Al-Qur’an, Muhammad Abduh mempunyai dua landasan, yaitu menggunakan peranan akal dan memperhatikan kondisi sosial. Penafsirannya yang banyak mengkritik ulama terdahulu, membuat ia dikenal sebagai pelopor adanya tafsir modern yang bercorak al-adabi wal ijtima’i. Yaitu sebuah ...
Seiring berkembangnya arus pemikiran intelektual muslim, perkembangan tafsir kontemporer tidak dapat begitu saja dilepaskan dengan perkembangannya dewasa ini. Minimal gagasan-gagasan yang awal mula berkembang pada dewasa ini sudah bermula pada zaman Muhammad Abduh dan muridnya Rasyid Ridha. Mereka begitu kritis memandang produk-produk penafsiran al-Qur’an yang ada. Paradigma tafsir kontemporer dinilai oleh banyak kalangan akan memberikan “angin segar” bagi perkembangan tafsir. ...
Pada dasarnya, baik disadari ataupun tidak, manusia cenderung menghendaki kebaikan, baik bagi dirinya sendiri ataupun orang lain. Sebagai seorang muslim, tentulah melakukan kebaikan diwajibkan dalam Islam. Disebutkan dalam surat Ali Imran: 104, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”, ayat ...
Pada tulisan pertama saya di Tanwir.id, saya pernah menulis keterkaitan Ahmad Dahlan dan Muhammad Abduh. Artikel itu mengulas bahwasanya Ahmad Dahlan tidak akan mampu mendirikan Muhammadiyah kalau bukan pernah belajar ilmu tafsir. Sebagai pendiri Muhammadiyah, Pemikiran Ahmad Dahlan tidak bisa dilepaskan dari pengaruh genealogi keilmuan yang ia dapati juga dari gurunya yaitu Muhammad Abduh. Kehadiran Muhammad Abduh bagi seorang Ahmad ...































Kanal Tafsir Mencerahkan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.