Tajdeed.id Kanal Tafsir Berkemajuan

Tafsir Akhlaqi: Memahami Ayat-Ayat Akhlak

akhlaqi
Sumber: https://www.istockphoto.com

Tafsir Al-Qur’an memiliki peranan penting dalam menjelaskan ayat-ayat yang ada di dalam al-Qur’an. Baik berupa penjelasan mengenai syariat, hukum, larangan, dan berbagai permasalahan lainnya. Khususnya yang berakitan dengan akhlak atau akhlaqi

Setiap mufasir memiliki kecenderungan dalam menafsirkan Al-Qur’an. Kecenderungan itu biasa disebut sebagai corak penafsiran. Salah satu corak tafsir yang disebutkan adalah corak akhlaqi. Corak yang menitikberatkan pada ayat-ayat yang berkaitan dengan akhlak dan menggunakan ilmu-ilmu akhlak.

Akhlak dianggap sangat penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di era globalisasi, dan kekurangan akhlak dapat mengancam keberlangsungan masyarakat. Masalah akhlak selalu menjadi isu krusial dalam pembentukan peradaban, dan perilaku manusia menjadi penentu penting dalam menilai peradaban suatu bangsa.

Tafsir dan Akhlak

Secara etimologi kata ‘tafsir’ berasal dari kata “fassara- yufassiru” yang berarti jelas dan nyata. Dalam bahasa arab Ibnu Manzur menyebutkan “al-fasru” berarti membuka tabir, sedangkan at-tafsir artinya menyibak makna dari kata yang tidak dimengerti¹.

Dari definisi tafsir secara etimologi, dimaknai sebuah disiplin ilmu yang digunakan untuk memahami Kitabullah. Menjelaskan makna-makna yang terkandung di dalamnya serta mengeluarkan hukum- hukum dan berbagai hikmah darinya baik sebagian maupun seluruhnya.

Sedangkan akhlak jika dilihat dari sudut kebahasaan berasal dari bahasa Arab, yaitu  akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan. Sesuai dengan timbangan; menurut Ibnu miskawaih, akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Tafsir Akhlaqi

Tafsir akhlaqi (al-tafsir al-akhlaqi), yaitu penafsiran yang lebih cenderung kepada ayat-ayat tentang akhlak dan menurut pendekatan ilmu-ilmu akhlak. Penafsiran ayat-ayat akhlak hampir dijumpai pada berbagai kitab tafsir dalam hal ini terutama aliran tafsir bi-al-ma’tsur dan kitab-kitab tafsir tahlili dan tafsir al- isyari.

Baca Juga  Tafsir Masyāhid al-Qiyāmah (2): Latar Belakang & Susunan Nuzuli

Salah satu tafsir dengan pembahasan akhlak adalah Tafsir al-Nasafi ,karya al-Imam al-Jalil al-Alamah Ali al-Barakat Abdullah bin Ahmad bin Mahmud al-Nasafi yang dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an sangat kental dengan hal-hal yang bersifat etik moral.

 Pendekatan Ilmu-Ilmu Akhlaqi

Dalam menafsirkan al-qur’an dengan corak akhlak maka diperlukan pendekatan pendekatan Ilmu akhlak itu sendiri, pendekatan tersebut yaitu; pendekatan sosiologis, filosofis, psikologis, dan politis.

Pertama, pendekatan sosiologis merupakan pendekatan yang dilakukan melalui ilmu sosiologi yang mana ilmu tersebut mengkaji tentang kehidupan sosial manusia yang berusaha mencari tahu tentang hakikat dan sebab-sebab dari berbagai pola pikiran dan tindakan manusia yang teratur dapat berulang.

Sementara filosofis yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan metode filsafat. Pendekatan filosofis juga merupakan cara pandang atau paradigma yang bertujuan untuk menjelaskan inti, hakikat, atau hikmah mengenai sesuatu yang berada di balik objek formanya. Dengan kata lain, pendekatan filosofis adalah upaya sadar yang dilakukan untuk menjelaskan apa dibalik sesuatu yang nampak.

***

Pendekatan psikologis merupakan pendekatan yang dilakukan melalui ilmu psikologi, ilmu psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah-masalah kejiwaan manusia yang tercermin dalam prilaku yang nyata,disiplin ilmu psikologi dapat dipakai untuk mengkaji gejala keberagamaan masyarakat, termasuk di dalamnya masyarakat muslim.

Pendekatan politis merupakan pendekatan yang berdasarkan dari peraturan perundangan dan kebijakan yang dilakukan pemerintah atau para pengambil kebijakan, serta usaha- usaha politis dari umat Islam melalui lembaga legislatif, eksekutif, dan lainnya dalam rangka memperbarui dan memajukan pendidikan Islam.

Metodologi Tafsir Akhlaqi

Metode tafsir al-Qur’an adalah Suatu cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai pemahaman yang benar tentang apa yang dimaksudkan Allah di dalam ayat-ayat al- Qur’an yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad saw.  

Baca Juga  Membaca Kembali Ayat Kisas: Inspirasi Restorative Justice

Metode tersebut berisi seperangkat aturan dan tatanan yang harus dilakukan ketika menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an, sedangkan metodologi tafsir adalah ilmu tentang metode menafsirkan al-Qur’an dan metodologi tafsir akhlaqi adalah ilmu tentang metode melakukan tadabur al-Qur’an yang mengkaji seputar akhlak.