Salah satu persoalan penting dalam Al-Qur’an adalah isti’adzah atau memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan setan yang terkutuk. Karena tiada yang dapat menghindarkan diri kita dari godaan setan kecuali memohon perlindungan kepada sang Maha Kuasa. Ada banyak ritual yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menjelang tidur, Salah satunya adalah membaca dua surat pelindung al-mu’awwidzatain. Beliau senantiasa membacanya agar terhindar dari guna-guna, sihir, ataupun segala keburukan yang dilakukan oleh orang-orang jahat. Lalu apa sih surat Al-Mu’awwidzatain ini, mari simak pembahasannya!
Definisi surah Al-mu’awwidzatain
Surah Al-Mu’awwidzatain adalah surah-surah istimewa di dalam Al-Qur’an yang terdiri dari dua surah terakhir dalam susunan mushaf Al-Qur’an; surah Al-Falaq dan surah An-Nas. Kata Al-Mu’awwidzatain diambil dari awalan kedua surah tersebut yang sama-sama menggunakan kata A’uzu yang berarti aku berlindung.
Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Al-Qur’an dan maknanya menafsirkan surah Al-Mu’awwidzatain sebagai dua surah yang menuntun pembacanya ke tempat perlindungan. Atau juga dapat disebut sebagai dua surah yang memasukkan pembacanya ke dalam arena yang dilindungi. Dari Abu Sa’id Al-Khudri beliau berkata bahwa
كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنْ عَيْنِ الْجَانِّ وَعَيْنِ الْأِنْسِ, فَلَمَّا نَزَلَتْ الْمُعَوِّذَتَانِ أَخَذَ بِهِمَا, وَتَرَكَ مَا سِوَى ذَلِكَ
Artinya: “Rasulullah Saw tadinya selalu memohon perlindungan Allah dari gangguan setan dan pandangan manusia (hasud) dengan membaca doa-doa tertentu; tetapi sejak Al-Mu’awwidzatain turun beliau membaca keduanya dan meninggalkan bacaan yang lain (yang beliau baca sebelumya)” (HR. Bukhari dan Muslim).
Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, Al-Qur’an dimulai dengan surah Al-Fatihah yang bermakna permintaan pertolongan kepada Allah SWT serta sebagai kalimat pujian terhadap-Nya. Kemudian, Al-Qur’an pun diakhiri dengan dua surah Al-Mu’awwidzatain yang bertujuan untuk meminta pertolongan juga.
Konsep Single Protection vs Triple Protection
Kedua surah ini mempunyai konsep pelindung yang berbeda, dalam surah Al-Falaq memakai konsep pelindung dari kejahatan eksternal (luar), duniawi serta yang berhubungan dengan fisik. Sedangkan Mengapa antara keduanya berbeda? mari kita lihat analisis ayat tersebut.
Di Surah Al-Falaq, Allah mention 4 kejahatan yakni kejahatan dari makhluk, waktu malam, perbuatan sihir dan iri (hasad) tetapi Allah hanya mention 1 Asma-Nya (Tuhan Yang Menguasai Waktu Subuh (Fajar). Seperti yang terlihat dalam surat Al-Falaq sebagai berikut:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (١) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (٢) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (٣) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ (٤) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (٥)
Artinya: Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar) (1) dari kejahatan (makhluk yang) dia ciptakan (2) dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita (3) dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya) (4) dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki (5).
***
Sedangkan dalam Surah An-Nas, hanya ada satu kejahatan yakni bisikan setan tapi ada 3 Asma Allah di dalamnya, yakni : Rabb, Malik, Illah. Seperti yang tertuang dalam surat An-Nas sebagai berikut:
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ (١) مَلِكِ النَّاسِۙ (٢) اِلٰهِ النَّاسِۙ (٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ (٤) الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ (٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (٦)
Artinya: Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhannya manusia (1) rajanya manusia (2) tuhannya manusia (3) dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi (4) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia (5) dari (golongan) jin dan manusia (6)
Perbandingan antara keduanya adalah 4:1 vs 1:3. Yakni 4 kejahatan dari makhluk, waktu malam, perbuatan sihir, iri (hasad) dan 1 pelindung yakni Tuhan yang menguasai waktu Subuh (Fajar). Sedangkan 1 Kejahatan dari bisikan setan dan 3 pelindung “Rabb, Malik dan Illah”.
***
Mengapa di Surah An-Nas Allah sampai kasih 3 asma-Nya untuk melindungi 1 kejahatan? Hal ini dikarenakan apa yang ada di dalam hati kita itu jauh lebih susah diobati dibandingkan yang di luar hati (fisik). Coba kita bayangkan enak mana sakit hati apa sakit demam, tentu keduanya tidak enak tapi ketika kita sakit demam mengobatinya jauh lebih mudah dan cepat daripada sakit hati. Coba kita tanya kepada orang yang habis patah hati, move on nya berapa lama? Tentu saja lama kan soalnya melupakan itu tidak secepat mencintai.
Ada yang mengatakan bahwa “Amat sangat berharga, apa yang ada di dalam hati kita” karena kalau hati sudah mendapat bisikan-bisikan kejahatan maka segala amal/aktivitas nya menjadi buruk dan hal ini dapat merusak perilaku serta agamanya. Itulah mengapa Allah kasih triple protection untuk melindungi 1 kejahatan yang datangnya dari bisikan setan.
Coba kita cermati juga, kejahatan yang ada di Al-Falaq seperti iri, dengki, sihir, perbuatan buruk manusia kira-kira sumbernya darimana. Tentu saja sumbernya juga dari hati yang bermula dari bisikan setan. Setan itu pintar banget dalam mengelabui manusia apalagi hatinya, kalau ditanya berapa marketingnya, S5 Marketing dia hehe. Maka dari itu, jangan mentang-mentang kita sudah mengaji setiap hari terus bikin setan langsung lari. Setan itu, selalu ingin agar manusia berbuat kesalahan dengan segala cara.
Kesimpulan
Demikian penjelasan tentang keutamaan serta konsep pelindung dalam surat Al-mu’awwidzatain yang sarat akan manfaat dan makna. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam surat An-Nas Allah menyebut 3 asma-Nya. Karena menyangkut hal yang berurusan dengan hati; sedangkan dalam surat Al-Falaq Allah hanya menyebut 1 asma-Nya karena berurusan dengan hal yang diluar hati (fisik). Hal ini menunjukan bahwa apa yang ada di dalam hati sangat rentan akan godaan-godaan syetan. Maka dari itu, mari kita refleksikan lagi bacaan Surah An-Nas dan Al-Falaq nya. Agar kita bisa lebih sadar dan waspada terhadap masalah yang berhubungan dengan keimanan dan akhirat kita.
Penyunting: Ahmed Zaranggi

























Kanal Tafsir Berkemajuan
Sebuah media Islam yang mempromosikan tafsir yang progresif dan kontekstual. Hadir sebagai respon atas maraknya tafsir-tafsir keagamaan yang kaku dan konservatif.